Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Viralnya #UNYribet Pertanda UNY Belum Layak Mendaku Diri sebagai ‘World Class University’

Fernando Galang Rahmadana oleh Fernando Galang Rahmadana
20 November 2020
A A
UNY #UNYribet ProToefl mojok

UNY #UNYribet ProToefl mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Pada hari Rabu, 18 November 2020 mulai pukul 20.00 jagat Twitter diramaikan dengan aksi online yang mengangkat tagar #UNYribet. Tak hanya para mahasiswa UNY saja yang turut meramaikan aksi online ini, melainkan juga mahasiswa perguruan tinggi lain bahkan para aktivis beken juga turut menyoroti. Sepertinya selama pandemi sering kita jumpai aksi-aksi online yang digerakkan oleh mahasiswa dan ditujukan oleh kampusnya sendiri.

Aksi online melayangkan kekecewaan ke perguruan tinggi silih berganti dari perguruan tinggi satu ke lainnya. Bahu membahu antar mahasiswa beda perguruan tinggi pun seolah menunjukkan betapa memprihatinkannya sistem pendidikan Indonesia saat ini, meskipun sudah lama juga memprihatinkan, tapi untuk saat ini bisa dibilang menjadi titik nadir pendidikan di Indonesia.

Seringkali aksi-aksi online yang ditujukan ke perguruan tinggi ini tidak jauh dari keterbatasan fasilitas teknologi maupun kondisi ekonomi para mahasiswa yang semakin “dihantam” kebijakan perguruan tinggi. Meskipun dapat kita pahami, kondisi pandemi memang mengubah segalanya, dan tidak mudah menyesuaikan system yang ada sebelumnya. Tapi, dengan kesempatan waktu kurang lebih delapan bulan apakah masih kurang untuk menciptakan sistem pendidikan yang adaptif? #colekmendikbud

Aksi #UNYribet ditengarai disebabkan oleh kebijakan kampus yang seolah memaksa mahasiswa baru UNY dalam pelaksanaan ProTEFL. Dilansir dari laman p2b.lppmp.uny.ac.id, ProTEFL (Proficiency Test of English as a Foreign Language) sendiri merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang berekuivalensi degan paper-based TOEFL®. Tes ini mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang yang meliputi keterampilan mendengarkan (Listening Skill), tata bahasa (Grammar) dan membaca (Reading Skill).

Betapa hinanya perguruan tinggi memaksakan tes kemampuan seperti ini dengan lupa atas kemampuannya sendiri. Maksud saya, UNY benar-benar tidak mampu meletakkan rasa empati dan cenderung kolot dalam menyusun kebijakannya. Begini ulasan pengumumannya yang ramai diperbincangkan.

Kalau kayak gini bukan #unyribet lagi judulnya.

Ini kegagalan sistem pendidikan untuk inklusif, tak diskriminatif, dan mampu beradaptasi dengan pandemi.

Tetap semangat ya, kawan2 #mabaunymenggugat! pic.twitter.com/YPCxrXUz0L

— Okky Madasari (@okkymadasari) November 18, 2020

Apakah UNY buta bahwa kondisi saat ini sedang memporak-porandakan ekonomi dari segala sisi? Atau UNY memang belum tau bahwa di Indonesia hak istimewa atas fasilitas penunjang pendidikan online jelas masih ada jurang ketimpangan? Saya pikir tidak buta, hanya menutup mata saja, entahlah. Sebuah perguruan tinggi yang inklusif dan tidak diskriminatif itu tidak sebatas rektornya rajin membuat hiburan di kanal media sosialnya.

Saya akan membayangkan bagaimana para mahasiswa yang dipaksa ini ia berada di daerah yang memang tidak bisa menjangkau akses internet yang baik bahkan listrik sekalipun. Atau mahasiswa yang memang sedang diuji secara ekonomi. Sungguh malang penempuh pendidikan kini.

Baca Juga:

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

Motor dan Helm Hilang Itu Hal Biasa di UNY, Fungsi Satpamnya Saja Juga Ikutan Hilang

Memang selalu mengerikan memiliki profesi penyusun kebijakan, akan dihadapkan pada jiwa-jiwa nyata yang tidak bisa diketahui keseluruhan keluhannya. Itulah pentingnya bagi para pemangku kebijakan untuk membuka mata dan telinga selebar-lebarnya. Pada nyatanya sebuah kebijakan akan berujung entah menjadi haru bahagia atau keringat, tangis, bahkan nyawa sekalipun.

Oh iya, pada nunggu argument dari statement di judul artikel ini ya? Iya kok, memang UNY benar-benar “World Class University”, tapi ya sebatas slogan untuk mempromosikan kampus aja. Sebab, ditilik dari persoalan di atas saja itu sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan betapa belum layaknya menyandang predikat “World Class University”, udah deh jangan maksain.

Lagian menurut saya, predikat semacam ini sepertinya tidak perlu diagungkan setiap institusi pendidikan. Biarkan proses pendidikan dan hasilnya yang berbicara, kemudian orang tanpa sadar juga akan mengatakan “wah ini baru yang namanya World Class University”.

Tapi sayang, tidak dapat dimungkiri bahwa pendidikan saat ini sudah masuk ke dalam sistem ekonomi yang punya dua mata pisau. Di satu sisi membantu, di sisi lain bisa membunuh. Makanya segala cara akan ditempuh perguruan tinggi untuk mendapat “untung”. Misalnya, melalui iming-iming slogan, predikat, atau visi misi perguruan tinggi sekalipun.

Meskipun kampus saya belum sesempurna yang saya harapkan, tidak ada salahnya saya turut menyampaikan kegelisahan yang terjadi oleh kawan saya di perguruan tinggi lainnya. Semoga ke depannya UNY dan perguruan tinggi atau institusi pendidikan lainnya bisa sungguh berhati-hati dalam menyusun kata per kata kebijakannya. Supaya predikat “World Class University” itu tidak cuma jadi dagelan semata, begitu.

BACA JUGA 6 Cara Mengetahui Arah Mata Angin di Jogja bagi Orang Buta Arah dan tulisan Fernando Galang Rahmadana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 November 2020 oleh

Tags: kebijakanuniversitasUNY
Fernando Galang Rahmadana

Fernando Galang Rahmadana

Alumni Sosiologi FISIPOL UGM. Aktif berkegiatan di bidang CSR dan menaruh ketertarikan pada keunikan lokal serta dinamika masyarakat.

ArtikelTerkait

Kalau UGM Ramai Soal Ijazah (yang katanya) Palsu, Wisudawan UNY Periode Februari Malah Belum Terima Ijazah Mereka

Kalau UGM Ramai Soal Ijazah (yang katanya) Palsu, Wisudawan UNY Periode Februari Malah Belum Terima Ijazah Mereka

28 Mei 2025
Jika Pemalang Punya Universitas, Pasti Kota Ini Akan Lebih Dikenal Orang

Jika Pemalang Punya Universitas, Pasti Kota Ini Akan Lebih Dikenal Orang

4 April 2025
karya fiksi UT kuliah ekonomi kuliah sastra kuliah online mahasiswa s-1 dan s-2 Sebagai Penulis, Saya Sering Disangka Romantis dan Bisa Menjadi Sekretaris kuliah online

4 Perbedaan UT dengan Universitas Lain

23 Agustus 2021
4 Alasan Nggak Betah Kuliah di UIN Palembang Mojok.co

4 Alasan Nggak Betah Kuliah di UIN Palembang

16 November 2023
University War Korea Ramai di Media Sosial. Seandainya Ada di Indonesia, Kampus Mana yang Bakal Tanding?

University War Korea Ramai di Media Sosial. Seandainya Ada di Indonesia, Kampus Mana yang Bakal Tanding?

26 Februari 2024
4 Perbedaan Wisuda di Jepang dan Indonesia Terminal Mojok

Kebijakan Wisuda Tiap Bulan Adalah Niat Baik yang Efeknya Jelas Nggak Baik

5 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.