Sayangnya, menurut keyakinan saya ini adalah langkah yang nanggung dari Honda. Buat saya, kalau mau merilis motor yang sporty, apalagi pakai nama Vario, Honda sebaiknya nggak hanya merilis yang 125cc saja. Honda seharusnya merilis Vario Street yang kelas 150cc juga. Maksudnya, motor yang sporty, yang agresif, itu sekalian diberi kapasitas mesin yang agak gede juga, biar lebih lega, dan tentunya biar lebih kuat dipakai di semua medan. Kalau cuma rilis yang 125cc ya ngapain? Mending nggak usah sekalian.
Mending fokus mengembangkan BeAT Street aja nggak, sih?
Melihat dan mengamati wujud Vario Street ini, yang terlintas di kepala saya cuma satu: motor ini ya cuma “BeAT Street with steroids”. Karena ya memang begitu kenyataannya. Melihat Vario Street ini ya kayak melihat BeAT Street dengan bodi yang lebih besar. Pilihan stangnya sama, identitasnya juga sama. Sama-sama jualan konsep sporty, sama-sama jualan agresif.
Nggak ada yang salah sebenarnya. Tapi maksud saya, daripada merilis varian motor sporty memakai jenama lain, Honda mending fokus saja dengan BeAT Street saja. Honda sebaiknya fokus mengembangkan BeAT Street saja. Soalnya, kita tahu sendiri BeAT Street itu ya gitu-gitu aja selama ini. Mending fokus di situ aja daripada mengeluarkan varian matic “Street” yang baru.
Dari ketiga alasan di atas, saya sangat menyayangkan mengapa Honda harus merilis Vario Street. Sekali lagi, ini saya anggap sebuah gebrakan dari Honda yang sia-sia. Kalau mau lebih keras, Vario Street ini varian dari Vario yang nggak perlu ada. Niatnya ingin terlihat sporty, jadinya malah kelihatan basi.
Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.













