Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

UU Minerba Disahkan Bikin Curiga Elit Global yang Bikin Virus Corona itu DPR

Azwar Radhif oleh Azwar Radhif
19 Mei 2020
A A
Prestasi DPR Selain Mempersatukan Avatar Korea dan Avatar Anime terminal mojok.co

Prestasi DPR Selain Mempersatukan Avatar Korea dan Avatar Anime terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak Covid menyerang dunia, kita telah melihat sebuah ketertarikan yang besar dari masyarakat kita pada wacana teori konspirasi. Bagi pengagum teori bumi datar atau gamang disebut flat earth society, ini adalah sebuah kemenangan kecil. Warganet kemudian berbondong-bondong mulai menaruh perhatian besar dengan yang namanya elite global, sosok yang dianggapnya mengontrol tatanan dunia, untuk menciptakan dunia baru.

Mirip-mirip Uchiha Madara dengan mugen tsukuyominya, atau kelima gorosei yang dikontrol oleh im-sama dalam anime one piece.

Gara-gara kegabutan yang berujung pada keseringan terpapar teori konspirasi, pelan-pelan masyarakat kita jadi mempertanyakan kebenaran informasi yang mereka terima soal virus corona. Maksud hati berpikir kritis, eh malah saking kritisnya malah skeptis dan curiga semua hal yang berhubungan dengan virus corona. Jadinya semua yang dikiran “common senses” alias pendapat umum akan dtiolak dan dianggap sebagai suatu kebohongan yang dibuat-buat.

Kalau kalian pernah menikmati karya George Orwell, “1984”, sosok elite global sudah seperti big brother, yang dikisahkan mengontrol segala sesuatu termasuk di ranah privat melalui polisi pikiran. Masyarakat dianggap sebagai makhluk yang tak punya kehendak bebas, seluruhnya harus di atur oleh partai. Begitulah gambaran sederhana dari cara pandang pengagum teori konspirasi, mempercayai bahwa di balik vaksin yang ditawarkan Bill Gates kepada dunia, ada microchip yang akan digunakan untuk mengontrol penduduk dunia.

Ada pula yang beranggapan kalau ada upaya segelintir elit untuk mengurangi populasi penduduk dunia, dengan sengaja menyebarkan virus kepada masyarakat. Seperti obsesi tokoh antagonis dalam film the inferno yang dengan sengaja menuangkan superweapon virus ke dalam aliran mata air penduduk kota.

Yah meskipun dalam sejarah, pembantaian massal dengan menyebar penyakit pernah terjadi. Jared Diamond dalam bukunya Guns, Germs and Steel mengisahkan pembantaian yang dilakukan Kulit Putih Amerika kepada para pembangkang Suku Asli Indian, dengan memberikan selimut-selimut yang telah dipakai pasien cacar pada mereka.

Ataukah di Hindia Belanda saat wabah cacar juga menghantam sebagian besar daerah di Jawa, seperti yang dikisahkan Pram dalam Anak Semua Bangsa, Pemerintah Hindia-Belanda dengan sengaja telah membunuh satu perkampungan di Sidoarjo saat wabah cacar menghajar kampung tersebut, para penduduk kampung sengaja dikarantina dengan harapan para penduduk akan mati dengan sendirinya.

Di balik argumentasi kritis para pengagum teori konspirasi, ada satu hal yang kiranya perlu disepakati, bahwa kehadiran pandemi ini dapat dibawah ke arah politis. Yah betapa tidak, di saat sedang gembor-gembornya himbauan untuk berdamai dengan covid-19, para pengampu kebijakan justru mengesahkan peraturan yang mendukung investasi pertambangan di Indonesia. Coba dicerna baik-baik, kira-kira di mana ketergoresan antara pandemi covid dengan urusan tambang?

Baca Juga:

Gaji Guru 25 Juta per Bulan Itu (Baru) Masuk Akal, Kualitas Baru Bisa Ditingkatkan kalau Sudah Sejahtera!

RUU TNI Disahkan, dan Kita Harus Lebih Kuat, Makin Kuat, karena Kita Tak Punya Siapa-siapa untuk Dipercaya

Baru-baru ini, pada 12 Mei lalu, DPR-RI mengesahkan revisi UU Mineral dan Batubara (Minerba) melalui ketukan palu sidang yang di sepakati hampir semua fraksi di DPR. Dengan begitu, satu lagi peraturan yang mempermudah aktivitas tambang disahkan. Padahal sebelumnya, setelah dihajar demonstrasi besar-besaran pada bulan september lalu, presiden Jokowi menyarankan untuk menunda pembahasan ini, menunda yah bukan merevisi. Lantas kenapa terburu-buru?

Salah satu alasan utama para legislator di balik ini adalah karena Prolegnas. UU Minerba masuk dalam salah satu program legislasi prioritas nasional 2020-2021. Tapi tunggu dulu, dari begitu banyak draft undang-undang yang di prioritaskan, kenapa sih UU Minerba dan UU Cipta Kerja yang menjadi topik perbincangan hangat di gedung perlemen?

Apa kabar RUU penghapusan kekerasan seksual, RUU masyarakat adat, RUU perlindungan pekerja rumah tangga, RUU energi terbarukan dan lain sebagainya?

Baik UU mineral dan batu-bara dengan RUU Cilaka memiliki hubungan yang erat, bisa di bilang saudara tak sedarah. Keduanya menjadi salah satu pra syarat untuk memperbaiki iklim industri pertambangan yang selama ini dinilai sedang tak baik-baik saja. Untuk itu, segala yang menghambat aktivitas pertambangan akan diberikan sanksi pidana dan denda Rp.100.000.000, seperti itu kira-kira bunyi Pasal 162 dan 164 UU Minerba, nasib buruk bagi masyarakat setempat.

Mau yang lebih kontrovesial lagi? Di UU minerba yang baru, Pasal yang mengatur sanksi bagi pejabat yang korup, seperti yang tercantum dalam UU Minerba yang lama telah dihapuskan. Sebuah peluang yang besar bagi elit yang nakal. Untuk urusan perizinan tambang juga akan dilimpahkan ke pemerintah pusat, jadi bukan lagi wewenang pemerintah daerah. Bersyukurlah bagi perusahaan yang di daerahnya ketat persoalan izin.

Hal-hal di atas seharusnya menjadi fokus perhatian pengampu kebijakan. Karena dengan begini, seolah terlihat UU ini sangat sarat akan kepentingan oligarki tambang batu-bara. Dengan memanfaatkan momen warga yang sedang PSBB, anggota dewannya malah mengeluarkan peraturan yang tak sesuai dengan kebutuhan orang banyak. Bukan hanya itu, momen ini kiranya bukan waktu yang tepat untuk menyelesaikan revisi UU ini. Sekali lagi, harus dilihat dimana ketergoresan antara tambang batu bara dengan pandemi covid ini.

Mestinya kecurigaan kita tertuju pada sikap yang diambil para wakil rakyat. Jangan-jangan momen tertahannya aktivitas fisik warga di ruang publik menjadi waktu yang tepat untuk melancarkan keputusan konstroversi, jangan-jangan ini semua konspirasi elit oligarki. Wallahua’lam, yang pasti di saat-saat seperti ini, tetap awasi kebijakan yang diambil legislatormu. Sebab dengan begitu, kita telah berkontribusi dalam perbaikan kehidupan bersama.

BACA JUGA RUU KKS Diajukan Secara Diam-diam, Lalu Dibahas Super Kilat Oleh DPR dan tulisan Azwar Radhif lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Mei 2020 oleh

Tags: dprelit globalteori konspirasiuu minerba
Azwar Radhif

Azwar Radhif

Penikmat kartun yang kadang-kadang sering menulis

ArtikelTerkait

Wahai DPR, Ingat, Vox Populi, Vox Dei, Bukan Vox Rex/Regina, Vox Dei

Wahai DPR, Ingat, Vox Populi, Vox Dei, Bukan Vox Rex/Regina, Vox Dei

3 April 2023
ngabuburit

Mengkaji Asal Muasal Istilah Ngabuburit Berdasarkan 3 Pendekatan

11 Mei 2020
Siapa Otak di Balik Konspirasi Klitih di Jogja Terminal Mojok

Siapa Otak di Balik Konspirasi Klitih di Jogja?

2 Januari 2022
Dajjal pun Minder di Hadapan Fitnah Ambulans Kosong dan Campaign Anti Info Covid-19 terminal mojok.co sopir jenazah mobil jenazah

Dajjal pun Minder di Hadapan Fitnah Ambulans Kosong dan Campaign Anti Info Covid-19

17 Juli 2021
Teruntuk Kaum Penggemar Teori Konspirasi Upin & Ipin, Kalian Kenapa? terminal mojok.co

Teruntuk Kaum Penggemar Teori Konspirasi Upin & Ipin, Kalian Kenapa?

19 Januari 2022
Siapa Harun Yahya dan Popularitasnya di Kalangan Anak Rohis 2000-an terminal mojok.co

Siapa Harun Yahya dan Bagaimana Popularitasnya di Kalangan Anak Rohis?

15 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.