Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

Semakin Dewasa, Saya Sadar Bahwa Makan Sambil Nonton Upin Ipin Itu adalah Terapi Paling Manjur karena Bikin Kita Lupa Diri Terhadap Berbagai Masalah Hidup

Krisdian Tata Syamwalid oleh Krisdian Tata Syamwalid
17 April 2026
A A
Upin Ipin, Serial Misterius yang Bikin Orang Lupa Diri (Wikimedia Commons)

Upin Ipin, Serial Misterius yang Bikin Orang Lupa Diri (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang dewasa yang lelah dengan segala hal, saya sering sampai di titik di mana hidup terasa seperti lelucon yang kurang lucu. Di titik itulah, biasanya saya akan pulang, membungkus nasi atau bikin mie instan, lalu membuka YouTube untuk mencari satu-satunya serial yang tidak akan pernah menanyakan “kenapa hidupmu berantakan”, yakni Upin Ipin.

Awalnya, saya merasa ini aneh. Sebagai seseorang yang seharusnya memikirkan hal-hal yang serius, menonton kartun anak-anak Malaysia saat makan siang terasa seperti kemunduran intelektual. Namun, setelah melakukannya berulang kali, saya sadar inilah puncak kedewasaan yang sebenarnya.

BACA JUGA: 5 Karakter “Upin Ipin” yang Terkenal Green Flag, tapi Aslinya Red Flag Banget

Berkat Upin Ipin, ritual makan jadi lebih asyik

Saat kita kecil, kita menonton Upin Ipin karena memang tidak ada tontonan lain. Kita tertawa karena melihat Mail jualan ayam goreng atau melihat Fizi yang sering ceplas-ceplos. 

Namun, saat dewasa, motifnya berubah. Kita menonton mereka bukan lagi untuk mencari tahu siapa yang memenangkan permainan layang-layang, tapi untuk mencari “ruang hampa”.

Dunia orang dewasa itu berisik sekali. Notifikasi grup WhatsApp kantor tidak pernah berhenti, tagihan pay later selalu datang tepat waktu, skripsi yang nggak kunjung selesai dan ekspektasi keluarga soal “kapan nikah” serta kerja mapan yang selalu membayangi. Di tengah kekacauan itu, Kampung Durian Runtuh menawarkan satu hal yang tidak dimiliki dunia nyata, Kepastian.

Di Kampung Durian Runtuh, masalah terbesar hanya seputar Upin Ipin bikin kesal Kak Ros atau kehidupan di Tadika Mesra. Tidak ada inflasi, politik kantor yang toksik, dan yang paling penting, tidak ada beban untuk menjadi sukses. Makan nasi bungkus sambil melihat Upin Ipin yang sedang asyik bermain adalah bentuk self-healing paling murah dan paling efektif bagi saya.

Opah, satu-satunya figur otoritas yang tidak menyebalkan

Salah satu alasan kenapa serial Upin Ipin ini begitu nikmat ditonton sambil makan adalah karena adanya sosok Opah. Saat kita makan di rumah, mungkin kita sering mendengar ceramah orang tua atau keluhan tetangga. Tapi di layar hape kita, Opah selalu hadir dengan kelembutan yang tidak menghakimi.

Baca Juga:

Upin Ipin Serial TV yang Tampak Aman untuk Anak-Anak, tapi Aslinya Bisa Merusak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa

Cerita Upin dan Ipin “Sahabat Baik Abah” Paling Menyayat Hati Dibanding Semua Episode Sedih yang Pernah Tayang

Kata-kata “Ingat pesan Opah…” bagi kita orang dewasa adalah semacam mantra penenang. Kita tahu, di dunia nyata, “pesan orang tua” seringkali terdengar seperti tuntutan. Tapi di dunia Kampung Durian Runtuh, pesan Opah kepada Upin Ipin terasa seperti pelukan hangat.

Ada kenyamanan tersendiri saat melihat interaksi mereka. Kita tidak perlu ikut berpikir, tidak perlu ikut berdebat, cukup duduk diam, mengunyah nasi, dan membiarkan suara-suara latar di Kampung Durian Runtuh mengisi kesunyian rumah kita yang sering terasa terlalu sepi atau terlalu penuh dengan beban kerja.

Mengendurkan syaraf

Banyak orang bilang, “Ngapain, sih, masih nonton kartun?” Mereka tidak mengerti. Upin Ipin itu sebenarnya bukan tontonan anak-anak. Ini adalah tontonan untuk orang dewasa yang sedang lelah dengan dunia.

Kalau kita menonton drama Korea atau film thriller, otak kita tetap bekerja keras memikirkan plot twist atau emosi karakter. Tapi Upin Ipin? Tidak. 

Serial ini menawarkan kenyamanan yang datar. Tidak ada plot twist yang mengejutkan, tidak ada penghianatan cinta yang menyakitkan. Semuanya berjalan sebagaimana mestinya.

Makan sambil menonton Upin Ipin membuat saraf-saraf kita yang tegang karena dikejar deadline kerjaan dan apapun itu. Rasanya seperti melepaskan sepatu yang kesempitan setelah seharian berjalan di aspal panas Sidoarjo, lega!

BACA JUGA: Kak Ros: Sosok Galak nan Manis yang Menjadi Tulang Punggung Serial Upin Ipin

Jadi, terima kasih Upin Ipin

Kepada Upin Ipin yang tidak pernah naik kelas selama belasan tahun, saya harus berterima kasih. Kalian mungkin tidak tahu, tapi di dunia nyata, kalian adalah penyelamat bagi ribuan orang dewasa yang sedang berjuang keras menjaga kewarasan. 

Setiap merasa dunia ini sudah terlalu brengsek, saya akan membuka episode lama, memesan nasi bungkus, dan membiarkan diri saya kembali menjadi anak kecil selama 20 menit. Tidak ada ambisi, tidak ada beban, hanya saya, makanan, dan Upin Ipin.

Toh, menjadi dewasa memang melelahkan, dan kalau ada cara untuk membuatnya sedikit lebih ringan lewat tontonan kartun, kenapa harus mempersulit diri dengan pura-pura jadi orang dewasa yang sok serius setiap saat?

Melihat Upin Ipin ketika makan memang tidak menyelesaikan masalah yang ada, tapi setidaknya, itu membuat saya bisa melewati hari esok dengan sedikit lebih waras. Dan itu sudah lebih dari cukup. Upin Ipin adalah terapi paling manjur.

Penulis: Krisdian Tata Syamwalid

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 4 Hal yang Jarang Orang Bicarakan tentang Serial TV Upin Ipin

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 April 2026 oleh

Tags: Kak RosKak ros upin ipinKampung Durian Runtuhopah upin ipinserial Upin Ipinupin-ipin
Krisdian Tata Syamwalid

Krisdian Tata Syamwalid

Sarjana yang sedang menggeluti rutinitas mencari kesibukan pura-pura produktif di depan laptop dan sangat mengagumi mie instan di pukul tiga pagi.

ArtikelTerkait

3 Alasan Abang Lim Upin Ipin Nggak Pernah Mengunjungi Kampung Durian Runtuh Lagi

3 Alasan Abang Lim Upin Ipin Nggak Pernah Mengunjungi Kampung Durian Runtuh Lagi

9 November 2024
10 Kuliner Khas Kampung Durian Runtuh dalam Serial Kartun Upin dan Ipin, Food Vlogger Harus Cobain!

10 Kuliner Khas Kampung Durian Runtuh dalam Serial Kartun Upin Ipin, Food Vlogger Harus Cobain!

17 Februari 2024
Tok Dalang di Kartun Upin Ipin Adalah Simbah Idaman para Cucu terminal mojok.co

Tok Dalang di Kartun Upin Ipin Adalah Simbah Idaman para Cucu

18 November 2020
Menebak Jabatan Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra kalau Ikut OSIS SMA Mojok.co

Menebak Jabatan Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra kalau Ikut OSIS SMA

2 Juni 2024
Susanti Upin Ipin Jangan Mudik, Indonesia Cuma Bikin Kecewa (lescopaque.com)

6 Alasan Susanti di Serial Upin Ipin Nggak Perlu Pulang Kampung karena Indonesia Cuma Bikin Kecewa

3 Februari 2024
Mengenal Azzarudin bin Saharudin Daddy Ehsan, Orang Terkaya di Kampung Durian Runtuh Upin Ipin yang Pernah Disangka Terlibat Korupsi

Mengenal Azzarudin bin Saharudin “Daddy Ehsan”, Orang Terkaya di Kampung Durian Runtuh Upin Ipin yang Pernah Disangka Terlibat Korupsi

31 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kota Minyak, Julukan yang Kini Jadi Derita Warga Balikpapan (Unsplash)

Kota Minyak, Julukan yang Tidak Bisa Lagi Dibanggakan Warga Balikpapan

14 Juni 2026
5 Realitas Hidup Semarang yang Tidak Muncul di Brosur Wisata maupun Konten Perjalanan Mojok.co

5 Realitas Pahit Hidup di Semarang yang Tidak Muncul dalam Brosur

13 Juni 2026
Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma Mojok.co

Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma

14 Juni 2026
Upin Ipin Serial TV yang Merusak Anak-Anak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa Mojok.co

Upin Ipin Serial TV yang Tampak Aman untuk Anak-Anak, tapi Aslinya Bisa Merusak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa

19 Juni 2026
Soal Budaya Makan, Jawa Miskin Mengenaskan di Depan Sumatra (Unsplash)

Sebagai Orang Jawa, Saya Merasa Miskin saat Tahu Orang Sumatra Tak Bisa Makan tanpa Lauk Ikan

13 Juni 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar

Jogja Kota Pelajar Bukan Cuma Soal UGM, tapi Soal Standar Pendidikan dari SD yang Sudah Kompetitif

17 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.