Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Untuk Orang yang Suka Nanya ‘yang Ranking 1 Pas SD Sekarang Gimana Kabarnya?’, Sini, Si Ranking 1 Menjawab

Esti Vita Ningtias oleh Esti Vita Ningtias
4 Agustus 2021
A A
ranking 1 terminalmojok

ranking 1 terminalmojok

Share on FacebookShare on Twitter

Jagat internet beberapa waktu yang lalu dijamuri oleh sebuah pertanyaan “yang dulu ranking 1, sekarang ke mana?” atau pertanyaan lain “yang menang cerdas cermat dulu jadi apa sekarang?”. Pertanyaan sejenis ini ramai khususnya di sosial media TikTok dan Twitter. Tentu saja maksud dari pertanyaan ini bukanlah bersifat positif, bukan untuk bertegur sapa, bukan juga sebagai bentuk silaturahmi. Pertanyaan ini adalah sindiran, untuk mematahkan mitos bahwa yang juara zaman sekolah belum tentu berhasil di dunia nyata.

Jujur saja, sejak pertama kali saya membaca komentar ini saya ke-trigger. Saya sebagai siswa yang dulu ranking 1 merasa terpojokkan. Sejak kapan meraih prestasi akademik menjadi hal yang negatif? Saya gatal ingin menjawab. Bukan menjawab dengan penjelasan panjang lebar tentang raihan yang telah didapat. Apabila saya menjawab dengan membual kesuksesan yang bersifat materiil, lalu apa bedanya saya dengan para penanya itu? Saya tidak sefrustrasi itu untuk berjumawa. Saya ingin menjawab dari perspektif yang berbeda. Berikut jawabannya:

ADVERTISEMENT

Sebagai “si ranking 1” saya tidak memiliki tanggungjawab untuk mengatasi masalah Anda

Bagi saya, pertanyaan-pertanyaan tersebut timbul dikarenakan dendam tak terbalaskan di masa lalu oleh mereka yang belum mempunyai kesempatan menempati rangking 1 atau prestasi akademik lainya. Komentar tersebut menunjukkan rasa tidak enak yang tidak tuntas di masa lalu. Di sisi lain, keberhasilan atau kegagalan saya tidak bisa membuktikan keberhasilan atau kegagalan Anda di masa lalu maupun saat ini. Keberhasilan dan kegagalan saya tidak berkaitan dengan keberhasilan dan kegagalan Anda.

Saya tidak memiliki tanggungjawab untuk membuktikan bahwa Anda yang tidak ranking 1 bisa lebih sukses di masa kini. Saya juga tidak memiliki kewajiban untuk membandingkan kondisi diri saya sekarang dengan kondisi Anda, baik berhasil maupun gagal. Apa yang Anda dapatkan saat ini adalah buah dari proses Anda sendiri. Apabila ternyata dengan tidak ranking 1 di masa lalu menjadi motivasi Anda untuk meraih kesuksesan, maka saya ikut senang dan bersyukur.

Beda definisi kesuksesan

Saya sedang tidak defensif. Menjelaskan bahwa ukuran keberhasilan seseorang itu berbeda bukan alasan yang dibuat-buat untuk menutupi kegagalan saya. Definisi kesuksesan tiap orang berbeda. Kesuksesan yang saya bayangkan bukanlah bergelimang harta, menjadi pejabat, hidup kaya raya atau raihan yang bersifat materiil lainya. Apa arti kesuksesan saja bahkan sampai saat ini saya tidak bisa mengerti.

Saya menganggap kesuksesan adalah sesuatu yang cair. Definisinya bisa berubah di setiap waktu. Kemarin saya menganggap bahwa sukses itu menjadi PNS, namun hari ini ternyata sukses bagi saya adalah menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang lain. Begitu pun dengan Anda sekalian. Saya yakin bentuk keberhasilan Anda akan jauh berbeda dengan definisi yang saya miliki. Bisa juga sama definisinya. Jadi apabila ukuranya saja berbeda, akan rancu apabila kita mau membandingkannya bukan?

Kecerdasan itu banyak jenisnya

Mungkin saja orang-orang yang berkomentar tentang “si ranking 1” ini adalah orang-orang yang masih dendam karena di masa lalu mendapatkan perlakuan tidak adil baik secara langsung maupun tidak langsung oleh “si ranking 1”. Mungkin juga karena oknum “si ranking 1” ini melakukan tindakan yang menyakiti si penanya? Bisa saja.

Mewakili siswa ranking 1 tersebut, saya memohon maaf. Izinkan saya sebagai wakil mereka menjelaskan:

Baca Juga:

Resolusi 2023 Kalian Gagal? Nggak Apa-apa, Resolusi 2024 Juga Bakal Gagal kok, Tenang Saja

Kenapa Kalian Begitu Benci dengan si Ranking Satu? Kalian Masih Cemburu?

Kami tidak menganggap kalian yang tidak ranking merupakan orang-orang bodoh yang akan gagal dalam hidupnya, setidaknya itu yang saya rasakan.

Berdasarkan hasil penelitian dari Howard Gardner dan Elisabeth Hobbs, ada 9 macam kecerdasan yakni kecerdasan verbal-linguistik, kecerdasan logika-matematika, kecerdasan spasial, kecerdasan gerak-kinestetik, kecerdasan musikal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan naturalis, dan kecerdasan eksistensial.

Nah dari berbagai macam kecerdasan tersebut, silahkan dianalisis kecerdasan mana yang kalian miliki. Ranking 1 hanyalah sebuah bentuk dari salah satu jenis kecerdasan. Teman-teman yang tidak ranking bisa saja memiliki kecerdasan musikal, kecerdasan intrapersonal, atau kecerdasan lainya. Yakinlah bahwa kalian-kalian ini adalah orang-orang yang cerdas. Namun, apabila kalian merasa tidak mendapatkan cukup apresiasi atas kecerdasan Anda miliki maka maklumlah, sistem pendidikan kita masih belum menganggap serius prestasi non-akademik.

Nah itulah jawaban yang bisa saya sampaikan. Semoga dengan penjelasan di atas, pertanyaan-pertanyaan bernada ngece ini bisa berhenti. Kalau tidak bisa berhenti maka itu hanya akan menunjukkan keminderan Anda saja. Good luck.

BACA JUGA Begini Rasanya Jadi Murid yang Selalu Juara Kelas kayak Dekisugi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: kegagalankesuksesanNasibpendidikan terminalprestasi akademikranking satu
Esti Vita Ningtias

Esti Vita Ningtias

Seorang karyawan swasta yang menulis untuk menghibur diri.

ArtikelTerkait

Program Linear Materi Matematika Njelimet yang Bisa Dipakai untuk Memaksimalkan Keuntungan dan Meminimalkan Modal terminal mojok

Program Linear: Materi Matematika Njelimet yang Bisa Dipakai untuk Memaksimalkan Keuntungan dan Meminimalkan Modal

14 Agustus 2021
Seharusnya Anak Miskin yang Bisa Kuliah Tak Perlu Diromantisasi terminal mojok.co

Seharusnya Anak Miskin yang Bisa Kuliah Tak Perlu Diromantisasi

28 Juni 2021
Barang-barang Generasi 2000-an yang Bikin Kamu Terlihat Keren Saat Sekolah Dasar terminal mojok.co

Barang-barang Generasi 2000-an yang Bikin Kamu Terlihat Keren Saat Sekolah Dasar

1 Juli 2021
ereveld makam korban perang belanda jogja sulitnya cari makam kuburan mojok

Mengenal Ereveld, Area Pemakaman Orang Belanda yang Jadi Korban Perang di Indonesia

29 Mei 2021
Menggugat Penggunaan Ngawur Motivator dalam Kalimat_ Lahir Miskin Adalah Nasib, Mati Miskin Itu Pilihan terminal mojok

Menggugat Penggunaan Ngawur Kalimat: Lahir Miskin Adalah Nasib, Mati Miskin Itu Pilihan

4 Oktober 2021
Skill yang Harus Dimiliki Orang Indonesia Sebelum Usia 25 terminal mojok.co

Sebagai Warga Desa, Saya Justru Repot Ngadepin Mahasiswa yang KKN Online

30 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

28 Juli 2026
Penderitaan orang Serang yang kerja di luar kota: pakai KRL susah, kereta lokal pun nggak membantu

Penderitaan orang Serang yang kerja di luar kota: pakai KRL susah, kereta lokal pun nggak membantu

22 Juli 2026
Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Saya akhirnya mengakui keunggulan Indomaret karena 3 barang ini

28 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang banjir di semarang

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

27 Juli 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

28 Juli 2026
Tips membeli mobil bekas dari saya yang pernah jadi korban (Unsplash)

WAJIB IKUTI tips membeli mobil bekas ini biar kamu nggak jadi mangsa empuk para penipu

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.