Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Untuk Deddy Corbuzier dan Orang-Orang yang Tidak Bangga Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar

Taufik oleh Taufik
22 November 2019
A A
Untuk Deddy Corbuzier dan Orang-Orang yang Tidak Bangga Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar
Share on FacebookShare on Twitter

Saya sangat sering menonton video di chanel Youtube Deddy Corbuzier. Beberapa bahkan menjadi bahan sorotan saya terkait dengan isinya yang saya pikir sangat relevan dengan yang terjadi kepada saya atau yang terjadi dalam masyarakat kita saat ini. Saya bahkan beberapa kali menyarankan teman-teman saya untuk mengintip juga video-video di chanel ini. Ya walau tidak terlalu intens, paling tidak untuk sekadar nambahin adsense buat si Master Mentalist lah.

Sayangnya, beberapa waktu lalu saya dibikin naik pitam oleh konten si pesulap pensiun ini. Adalah konten podcast, yang juga jadi konten Youtube-nya. Ia mengundang dan mewawancarai seorang artis yang cantik jelita, Sophia Latjuba. Ada yang tidak sependapat dengan saya soal kekesalan saya? Jangan salah paham dulu, mari ngopi sambil saya jelaskan sedikit.

ADVERTISEMENT

Mari kita membahas soal minimnnya bahasa Indonesia yang digunakan saat wawancara berlangsung. Saya bahkan sudah mengakui sebelumnya bahwa saya (walau bukan penggemar Deddy Corbuzier) sering sekali mengikuti konten yang disajikan. Dan dari sekian banyak konten wawancara yang diunggah ke chanel Youtube itu, saya bisa tahu banyak hal, terutama bahasa yang digunakan Deddy Corbuzier kepada para tamunya ataupun sebaliknya. Hampir rerata konten pembicaraan berbahasa Inggris selalu lebih sedikit porsinya dibandingkan dengan pembicaraan yang berbahasa Indonesia. Walau saya tidak tahu bagaimana sebenarnya konten itu sebelum akhirnya masuk ruang editor lantas diunggah ke Youtube.

Lalu muncullah konten Deddy bersama Sophia Latjuba itu. Sebuah konten yang sedari awal sudah penuh dengan Bahasa Inggris. Bahkan mungkin jika saya bisa kasih perbandingan, konten wawancara itu menyajikan sekira 80-90% dalam bahasa Inggris.

Lah kok koe ngamuk? Mereka yang bisa bahasa Inggris ini? Jangan-jangan kamu iri dengan kemampuan yang mereka miliki yang bisa menguasai begitu banyak bahasa, dan salah satunya bahasa Inggris itu?

Jujur, saya kataan TIDAK! Mau bisa berapa banyak bahasa pun, bahkan bahasa semut sekalipun, tetap saja untuk sesama (katanya) warga negara Indonesia yang baik, kita dianjurkan untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Perhatikan kalimat saya diatas, bahasa Indonesia yang baik dan benar. Saya rasa Om Deddy Corbuzier dan Sophia Latjuba juga paham bahwa mereka (setelah videonya diunggah ke internet) sudah berada di ruang publik. Dan tentu, aturan mengenai penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik sudah ada dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Walau Perpres tentang aturan berbahasa baru beberapa waktu lalu ditandatangani, seharusnya ini tetap saja bisa menjadi konsen kita semuanya, termasuk publik figur macam kedua orang yang jadi sorotan saya ini.

Kalau kita mengetahui saat ini banyak orang yang lebih senang menggunakan bahasa asing dibandingkan dengan bahasa Indonesia dalam percakapan bahkan wawancaranya, kita bisa menilik kembali jauh ke belakang perihal apa yang pernah berusaha diperjuangkan oleh para pemuda-pemuda pada masa perjuangan kemerdekaan. Mereka yang mengangkat satu topik “Bahasa Indonesia” sebagai sebuah hal yang harus diperjuangkan untuk mencapai kemerdekaan. Mungkin lebih tepatnya bisa kita namai sekarang sebagai kemerdekaan dalam berbahasa Indonesia.

Baca Juga:

Ketika Prabowo Bikin Rakyat Bertepuk Sebelah Tangan di Hari Valentine

7 Rekomendasi Channel YouTube untuk Belajar Materi SKD CPNS secara Gratis

Lalu, kalau banyak dari kita yang justru lebih percaya diri ketika berbahas asing, di mana letak kemerdekaan kita dalam berbahasa? Semangat sumpah pemuda yang beberapa waktu lalu baru saja kita rayakan belum sepenuhnya kita capai saat ini. Kita sudah berbangsa satu dan bertanah air satu tapi belum sepenuhnya berbahasa satu. Mungkin karena masih dikekang oleh idealisme kapitalis atau bisa juga gengsi yang lumayan besar dari pandangan masyarakat umum mengenai penggunaan bahasa.

Atau justru kita memang belum atau tidak sama sekali menemukan sebuah kebanggaan ketika yang keluar dari mulut kita adalah kata macam alamiah dan bukan nature. Atau kebanggaan lain ketika menyebutkan kata sulap dan bukan magic.

Kembali kepada para pesohor yang saya sudah sebutkan di atas, atau siapa pun yang oleh masyarakat luas bisa dianggap sebagai pesohor, mbok ya bisa berkontribusi melestarikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Karena jujur saja, banyak hal yang awalnya dianggap sebagai sebuah hal biasa dalam berbahasa dan lama kelamaan justru menjadi kebenaran. Kita bisa mengambil contoh dari kata “mengubah” atau “diubah” yang sekarang justru bertransformasi menjadi “merubah” dan “dirubah”. Saya berpikir, itu justru berasal dari sebuah kesalahan yang dibiasakan. Pada akhirnya justru menjadi sebuah hal yang biasa dalam konteks berbahasa kita saat ini.

Walau agak mustahil terjadi dalam “gengsi” peggunaan bahasa Indonesia dibandingakan bahasa asing, saya hanya tidak ingin, kebiasaan yang kita bangun dengan menomorduakan bahasa Indonesia ini menjadi hal biasa seterusnya. Semoga kita masih punya semangat untuk menggunakan ahasa Indonesia yang baik dan benar, ke depannya.

BACA JUGA Ketika Menggunakan Bahasa Indonesia dengan Baik dan Benar Malah Ditertawakan atau tulisan Taufik lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 November 2019 oleh

Tags: Deddy CorbuzierSophia LatjubaYoutube
Taufik

Taufik

Ide adalah ledakan!

ArtikelTerkait

Fitur YouTube Music yang Sia-sia dan Sebaiknya Dihapus Saja

Fitur YouTube Music yang Sia-sia dan Sebaiknya Dihapus Saja

17 Desember 2023
Dear Ferdian Paleka, YouTuber yang Udah Ngerjain Transpuan terminal mojok.co

Santai, Tak Harus Pakai Facecam untuk Jadi YouTuber Terkenal, Kok!

3 Maret 2020
Rekomendasi 4 Kanal YouTube buat Belajar British Accent

Rekomendasi 4 Kanal YouTube buat Belajar British Accent

10 Juni 2023
pemain underrated program olahraga fans klub sepak bola youtube net soccer eropa sepak bola indonesia pemain muda mojok

Membandingkan 5 Kanal YouTube Liga Top di Eropa, Mana yang Paling Menarik?

16 Desember 2020
asmr

Mau Jadi YouTuber Tapi Nggak Punya Modal? Bikin Konten ASMR Aja

17 Oktober 2019
Deddy Corbuzier, Vans, Ventela: Tentang ATM dan Mimikri demi Konten terminal mojok.co

Deddy Corbuzier, Vans, Ventela: Tentang ATM dan Mimikri demi Konten

29 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Udara Bersih, Hak Asasi yang Cuma Bisa Dirasakan Warga Depok Sebulan Sekali

28 Juni 2026
Alasan Desa Karanganom Layak Jadi Tempat Tinggal Paling Ideal di Klaten Mojok.co

Alasan Desa Karanganom Layak Jadi Tempat Tinggal Paling Ideal di Klaten

30 Juni 2026
5 UMKM Klaten yang Sukses Berdampak dan Menginspirasi Anak Muda

5 UMKM Klaten yang Sukses Berdampak dan Menginspirasi Anak Muda

24 Juni 2026
Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah di Luar Kota Demi Kejar Gengsi Mojok.co

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

27 Juni 2026
Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

24 Juni 2026
4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau Mojok.co

4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau

25 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.