Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Underpass Bundaran Taman Pelangi Surabaya, Bukti Pemkot Surabaya Nggak Pernah Belajar dari Kasus Kemacetan yang Ada

Tiara Uci oleh Tiara Uci
16 Desember 2023
A A
Underpass Bunderan Taman Pelangi Surabaya, Bukti Pemkot Surabaya Nggak Pernah Belajar dari Kasus Kemacetan yang Ada (Pixabay.com)

Underpass Bunderan Taman Pelangi Surabaya, Bukti Pemkot Surabaya Nggak Pernah Belajar dari Kasus Kemacetan yang Ada (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Kota Surabaya berencana membangun underpass untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Jalan Ahmad Yani Surabaya, lebih tepatnya di sekitar Bundaran Taman Pelangi Surabaya. Proyek underpass ini rencananya akan mulai dikerjakan pada Mei 2024.

Mengutip pernyataan Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono, underpass dinilai akan mengurai kemacetan sebanyak 75 persen. Bagi yang belum tahu, underpass adalah jalur lalu lintas yang berbentuk terowongan yang dibangun di bawah tanah. Biasanya jalur ini dibangun di bawah perlintasan kereta api dengan tujuan mengurangi kepadatan lalu lintas saat kereta api lewat.

Sebagai orang yang setiap hari melewati Bundaran Taman Pelangi saat berangkat dan pulang kerja, saya sepakat jika jalan ini memang macet sekali, apalagi saat ada kereta api lewat. Semua kendaraan tidak ada yang mau mengalah. Mobil dan motor yang dari depan Bulog menuju ke Jalan Jemursari sering kali menumpuk, menunggu kereta api lewat sehingga menyebabkan kemacetan yang luar biasa panjang di sepanjang Jalan Ahmad Yani yang arah lurus menuju Sidoarjo.

Sebenarnya meskipun tidak ada kereta api lewat tetap macet sih. Apalagi kalau kita melewatinya menggunakan mobil di jam kerja. Dari depan Kampus IAIN menuju Perum Bulog bisa memakan waktu satu jam sendiri. Saya sering sekali mengalami kemacetan seperti itu dan tidak akan melakukan penyangkalan apa pun tentang kemacetan di Bundaran Taman Pelangi. Namun, membangun underpass bukanlah solusi jangka panjang. Satu-satunya solusi kemacetan di Surabaya adalah transportasi umum yang terkoneksi dan memadai.

Rencana underpass Bunderan Taman Pelangi ra mashok

Bukannya mau sotoy, tapi saya adalah satu dari sekian banyak orang yang mengikuti perkembangan Jalan Ahmad Yani. Mulai dari masih empat jalur, hingga sekarang menjadi delapan jalur (belum lagi kita menghitung dua jalur di frontage road Ahmad Yani). Dulu, Pemkot Surabaya juga menggunakan kemacetan sebagai alasan pelebaran jalan (penambahan jalur). Awalnya, dari empat jalur menjadi enam jalur, lalu delapan jalur. Lalu di tahun 2010-an, pelebaran jalan tidak lagi bisa membendung lalu lintas kendaraan dan dibuatlah frontage road Ahmad Yani yang menggusur banyak pemukiman.

Sekarang, 2023, Pemkot merasa perlu membangun underpass, sekali lagi, untuk mengurai kemacetan. Lho, sek tah lah, memangnya pengalaman berkali-kali melebarkan jalan tersebut kurang banyak? Sampai kapan masih berpikir kalau solusi kemacetan adalah melebarkan jalan dan membuat jalan baru? Entah di atas (flyover) atau di bawah (underpass). Selama jumlah kendaraan bermotor terus meningkat, selama itu pula pelebaran dan penambahan jalan bukan jalan keluar atasi kemacetan.

Misalnya nih, setelah dibangun underpass di Bundaran Taman Pelangi ternyata lima tahun ke depan macet lagi, apa pemkot akan membangun flyover sebanyak tiga lapis? Lama-lama jalan di Beijing China kalah ruwetnya dengan Jalan Kota Surabaya.

Transportasi umum adalah solusi Kota Pahlawan

Sejujurnya saya sudah lelah sambat di Terminal Mojok tentang pentingnya transportasi umum di Kota Pahlawan. Sebelum nulis tentang kemacetan Bundaran Taman Pelangi, keraguan bahkan sempat terbesit.

Baca Juga:

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

Sebabm nggak jarang, warga Surabaya emosi dan DM di Instagram saya sambil misuh-misuh setelah saya mengomentari buruknya transportasi umum dan jalan di Surabaya. Mereka biasanya berkata, “Kan sudah ada Suroboyo Bus, Trans Semanggi, Feeder, dan Damri? jangan rewel”. Jujur saya sering sedih kalau di DM sepertu itu, tapi lama-lama nggak tak gubris.

Memang, Rek, Surabaya memiliki bus umum, tapi layanannya terbatas, tidak mengcover semua area di Surabaya. Malah hanya melewati tempat-tempat wisata saja. Yo sampai kiamat kurang dua hari, tidak akan ada perubahan apa pun kalau transportasi umumnya seperti itu.

Jika Pemkot dan oknum warga Surabaya tidak percaya kalau transportasi umum di Surabaya itu ampas banget, silakan menulis kalimat “Suroboyo Bus, Trans Semanggi, Feeder, atau Trans Jatim” di laman pencarian Terminal Mojok. Akan ada banyak sekali penulis lain yang pernah sambat dengan mode transportasi umum tersebut. Bukan hanya saya kok yang beranggapan Surabaya itu membutuhkan transportasi umum yang terintegrasi.

Wes ta lah, Pemkot Surabaya. Jangan menutup kedua telinga saat rakyatnya sambat dan memberi saran.

Kalau tidak mau sabar jangan jadi pejabat, jadi pengangguran saja biar bisa rebahan

Rencana underpass Bundaran Taman Pelangi Surabaya sebenarnya terlihat masuk akal. Terlihat lho ya. Saya paham, underpass dan pelebaran jalan hasilnya lebih cepat terlihat. Sementara transportasi umum adalah program yang membutuhkan waktu, manfaatnya tidak bisa langsung tampak. Tapi, transportasi umum adalah solusi jangka panjang dan paling masuk akal. Selain dapat mengurai kemacetan, transportasi umum juga lebih ramah lingkungan lantaran satu kendaraan mampu menampung banyak orang.

Memang, transportasi umum tidak akan langsung laris. Sebab, kita harus mengubah kebiasaan orang Surabaya yang sudah sejak zaman nenek moyang terbiasa dengan motor dan mobil. Akan tetapi, justru di sanalah peran pemerintah. Di negara maju sekalipun, warganya tidak ujug-ujug tertarik naik transportasi umum, tapi butuh dibiasakan, dan pemerintah harus sabar dengan hal seperti itu. Kalau tidak mau sabar dan maunya hanya mencekoki warganya dengan yang instan saja, mending tidak usah jadi pejabat, rebahan saja di rumah sambil main remi.

Underpass Bunderan Taman Pelangi bukan solusi

Nggak usah jauh-jauh kunjungan kerja ke Singapura, Tokyo, dan negara-negara maju lainnya di Uni Eropa. Coba deh, Pemkot Surabaya mencontoh Jakarta dalam membangun transportasi umumnya. Dulu, sekitar 2006, saat awal-awal Trans Jakarta hadir, penumpangnya juga sepi. Tapi sekarang di 2023, hampir semua orang pernah naik transportasi umum. Ini soal kebiasaan dan kesadaran saja. Kalaupun pada akhirnya warga Jakarta masih ada yang memilih naik mobil atau motor pribadi, itu soal lain. Setidaknya Pemerintahnya menyediakan alternatif pilihan trasnportasi umum yang baik.

Bandingkan dengan Surabaya, kalau tidak memiliki mobil dan motor, kita tidak bisa ke mana-mana kalau tidak memesan ojol. Sekali lagi, underpass Bundaran Taman Pelangi Surabaya bukan solusi yang baik. Meskipun setiap hari saya melewati Bundaran Taman Pelangi dan tidak jarang misuh-misuh sendiri saat menghadapi kemacetan yang ruwet sekali, saya tetap tidak akan menganggap underpass itu solusi.

Tolonglah, Pemkot Surabaya, jangan ndablek sekali, saya sudah sangat ingin berangkat dan pulang kerja dari Kebonsari ke Ngangel menggunakan transportasi umum. Dan saya yakin orang-orang seperti saya ini jumlahnya tidak sedikit. Masih ada kok, warga Surabaya yang tidak berpikiran car sentris, kami butuh difasilitasi.

Penulis: Tiara Uci
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Suroboyo Bus dan Trans Semanggi Lebih Cocok Disebut Bus Wisata, Nggak Cocok buat Sobat Sat Set!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Desember 2023 oleh

Tags: bunderan taman pelangi surabayaKemacetanpemkot surabayaSurabaya
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

5 Tanda Lebaran Sudah Dekat di Cikarang Terminal Mojok

Cikarang, Kota yang Tidak Ramah Pejalan Kaki

9 Maret 2023
Naik Kereta Dhoho Penataran dari Surabaya ke Kediri: Mata Dimanjakan, tapi Punggung Tersiksa

Naik Kereta Dhoho Penataran dari Surabaya ke Kediri: Mata Dimanjakan, tapi Punggung Tersiksa

9 Agustus 2025
Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

10 Januari 2026
Alasan Saya Kecewa dengan Kondisi Stasiun Malang (Unsplash)

Alasan Saya Kecewa dengan Kondisi Stasiun Malang, Stasiun Terbesar di Malang Raya

4 Juli 2023
Nyatanya, Malang Benar-benar Indah tangerang UM

Enak Mana, Tinggal di Tangerang atau Malang? Ya Jelas Malang, lah! (Syarat dan Ketentuan Berlaku)

18 Desember 2023
Surabaya Lebih Jago Memanfaatkan Jembatan Suramadu daripada Bangkalan Madura Mojok.co

Surabaya Lebih Jago Memanfaatkan Jembatan Suramadu daripada Bangkalan Madura

14 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

19 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
7 Menu Toko Roti GO Purwokerto Paling Underrated (Unsplash)

7 Menu Toko Roti GO Purwokerto Paling Underrated: Kombinasi Rasa yang Memanjakan Lidah dan Semua Cocok Jadi Buah Tangan

21 Maret 2026
Kebumen Aneh, Maksa Merantau tapi Bikin Pengin Pulang (Wikimedia Commons)

Kebumen Itu Memang Aneh: Suka Memaksa Anak Muda untuk Segera Merantau, sekaligus Mengajak Kami untuk Segera Pulang

21 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.