Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

Menelusuri dari Mana Uncle Muthu “Upin dan Ipin” Belajar Masak Makanan yang Enak

Iqbal AR oleh Iqbal AR
5 Juni 2023
A A
Menelusuri dari Mana Uncle Muthu "Upin dan Ipin" Belajar Masak Makanan yang Enak

Menelusuri dari Mana Uncle Muthu "Upin dan Ipin" Belajar Masak Makanan yang Enak (Upin Ipin Fandom)

Share on FacebookShare on Twitter

“Nasi lemak, nasi goreng, mi goreng, roti ikan, roti telur, teh tarik, es ABCD, semua ada.” Selama ini kita hanya mendengar ucapan daftar menu makanan ini dari serial kartun Upin dan Ipin. Kalimat ini sering diucapkan oleh salah satu tokoh yang bernama Uncle Muthu (Mutho) yang berperan sebagai penjual makanan sekaligus pemilik Kedai Uncle Muthu yang berada di Kampung Durian Runtuh.

Dalam Upin dan Ipin, karakter Uncle Muthu bisa dibilang merupakan karakter yang cukup spesial. Meski hanya menjadi karakter pendukung, blio memiliki peran penting dalam keberlangsungan hidup warga Kampung Durian Runtuh. Sebab, uncle satu ini menjadi satu-satunya orang yang punya kedai makanan di kampung itu. Bayangkan, ke mana lagi warga Kampung Durian Runtuh—yang nggak masak di rumah—mencari makan kalau bukan di kedai milik Uncle Muthu?

Coba saja lihat beberapa tokoh dalam serial Upin dan Ipin seperti Tok Dalang atau Ah Tong yang kerap nongkrong atau makan di kedai Uncle Muthu. Selain itu, si kembar Upin Ipin dan kawan-kawannya juga beberapa kali terlihat makan di kedai tersebut (biasanya ditraktir Tok Dalang). Dan meskipun hanya kedai kecil dengan meja yang tak lebih dari lima buah, kedai ini cukup bertahan, apalagi melihat pangsa pasarnya yang hanya sekitaran Kampung Durian Runtuh.

Makanan buatan Uncle Muthu juga ternyata enak. Mungkin kita sebagai penonton nggak pernah merasakannya. Tapi melihat bagaimana orang-orang Kampung Durian Runtuh sangat menyukai makanan di kedai tersebut sudah cukup menyimpulkan bahwa makanan di sana enak-enak. Bahkan hanya dengan melihat tampilan menu mi gorengnya, kita sudah bisa menilai bahwa itu enak.

Kok Uncle Muthu bisa masak seenak itu?

Kita kemudian mungkin bertanya-tanya, kok bisa Uncle Muthu masak seenak itu? Kok bisa nggak ada orang lain di Kampung Durian Runtuh yang protes sama rasa masakan blio padahal kalau blio masak cuma pakai singlet putih dan sarung. Itu pun masaknya kadang sambil nyanyi-nyanyi lagu India alias nggak kelihatan serius-serius amat.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus memahami terlebih dulu dari mana uncle satu ini berasal. Nggak perlu banyak menggali latar belakang blio. Cukup melihat fisiknya, kita sebenarnya sudah tahu bahwa blio seorang keturunan India, lebih tepatnya India Tamil. Bagaimana Uncle Muthu nyaris selalu menyanyikan lagu-lagu India ketika memasak, atau ketika dia merayakan Diwali (Deepavali), kita sudah tahu bahwa dia adalah orang India.

Sehingga bisa kita simpulkan bahwa uncle satu ini adalah satu dari sekian banyak orang keturunan India yang menetap di Malaysia. Bisa jadi, leluhurnya adalah orang India pertama yang datang ke daratan Malaysia entah berapa abad yang lalu. Perlu diketahui juga, ada 5,7 persen India Tamil yang menetap di Malaysia. Dan sebagaimana orang keturunan India yang menetap di belahan dunia lain selain India, ada khazanah kuliner yang juga ikut mereka bawa. Uncle Muthu adalah salah satu yang meneruskan warisan tersebut.

Kuliner ciri khas orang India Tamil

Di beberapa negara, termasuk Malaysia, orang India Tamil ini punya satu kekhasan, yaitu kuliner. Iya, sebagaimana masyarakat Minang yang merantau dengan usaha rumah makan Padangnya, orang India Tamil juga banyak yang bergulat di bidang kuliner. Mereka membuka usaha mulai dari rumah makan dan restoran yang fancy hingga kaki lima yang tersebar di pinggir-pinggir jalan. Nah, di sinilah Uncle Muthu berada, dengan kedai kaki limanya di Kampung Durian Runtuh.

Baca Juga:

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin: Sosok Lansia Produktif dan Berdaya yang Patut Kita Tiru

Pengaruh budaya India (termasuk India Tamil) terhadap kuliner masyarakat Melayu (Malaysia dan sekitarnya) juga cukup kental. Ini bisa dilihat dari bagaimana dominasi rempah-rempah khas India yang ada di makanan Malaysia. Mulai dari kuah kari yang pekat, aroma harum rempah, hingga fusion antara makanan Malaysia dan India. Kita lihat saja menu-menu yang dijual oleh Uncle Muthu di kedainya.

Hampir semua menu di kedai milik uncle satu ini punya sentuhan India. Sebut saja nasi lemak, mi goreng, chapati (roti pipih khas India), roti canai, hingga teh tarik. Itu semua adalah kuliner yang juga ada di India, yang terbawa pengaruhnya ke Malaysia. Dan Uncle Muthu tentunya sudah ahli dan tahu betul bagaimana membuat makanan ini enak dan bisa dinikmati oleh warga Kampung Durian Runtuh.

Dari fakta ini sebenarnya sudah terjawab tentang mengapa Uncle Muthu bisa memasak. Uncle satu ini bisa memasak ya karena dia adalah orang Malaysia keturunan India Tamil yang terjun ke dunia kuliner. Blio sama saja dengan orang-orang India-Malaysia lainnya yang membuka warung makan (kedai), dan menjual makanan-makanan khas India.

Dari mana resep makanan yang enak?

Lalu dari mana Uncle Muthu ini dapat resep makanan yang enak dan belajar memasak? Bisa jadi dia mendapatkan resep dari orang tuanya. Orang India Tamil seperti Uncle Muthu dan leluhurnya pasti nggak merantau—datang ke Malaysia—dengan tangan kosong, dong? Bisa jadi mereka ingin makanan yang hanya dinikmati di rumah, bisa dinikmati juga oleh orang lain di kampungnya dengan cara menjualnya.

Bukan tak mungkin juga Uncle Muthu belajar masak dari orang tuanya. Sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah jika anak belajar memasak kepada orang tuanya. Apalagi jika benar uncle satu ini mendapatkan resep makanan ini dari kedua orang tuanya. Seiring berjalannya waktu, blio juga mengembangkan skill memasaknya dengan berbagai macam eksperimen yang dia lakukan secara otodidak.

Saya juga yakin bahwa genetika India Tamil yang mengalir di dalam darah Uncle Muthu juga memengaruhi kehebatannya dalam memasak. Bayangkan saja, blio bisa masak sambil mendengarkan lagu, berjoget-joget, dan tetap bisa membuat masakan yang enak, lho. Selain itu, dia pasti sudah punya pengalaman memasak yang lama. Kedainya pasti sudah ada sejak lama, kan?

Jadi, terjawab sudah alasan mengapa Uncle Muthu bisa memasak makanan yang enak dan dari mana dia belajar masak. Sekarang tinggal gimana caranya kita semua bisa turut mencicipi masakan uncle yang muncul pakai sarung dan singletan itu. Itu yang masih kita cari tahu caranya.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Orang Paling Berpengaruh di Kampung Durian Runtuh Upin dan Ipin.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Juni 2023 oleh

Tags: belajar masakMasakUncle MuthuUpin dan Ipin
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

4 Alasan Kehilangan Jarjit Adalah Kerugian Besar bagi Serial Upin Ipin

4 Alasan Kehilangan Jarjit Adalah Kerugian Besar bagi Serial Upin Ipin

12 Mei 2025
masakan jawa pintar masak perempuan jago masak menikah suami ibu rumah tangga jago masak mojok.co

Perempuan yang Nggak Pintar Masak Jangan Minder, saat Butuh Skill Ini, Kalian Bakal Bisa kok

28 April 2020
Ini yang Akan Terjadi kalau Serial Upin Ipin Tidak Pernah Ada

Ini yang Akan Terjadi kalau Serial Upin Ipin Tidak Pernah Ada

24 Februari 2025
4 Episode Paling Menegangkan dalam Serial Upin dan Ipin

4 Episode Paling Menegangkan dalam Serial Upin dan Ipin

8 Juni 2023
5 Penderitaan Upin Ipin dan Warga Selama Tinggal di Kampung Durian Runtuh

5 Penderitaan Upin Ipin dan Warga Selama Tinggal di Kampung Durian Runtuh

6 Juli 2025
7 Bisnis Kak Ros yang Lebih Unggul dan Bikin Mail Ketar-ketir dalam Serial Upin Ipin

7 Bisnis Kak Ros yang Lebih Unggul dan Bikin Mail Ketar-ketir dalam Serial Upin Ipin

29 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

23 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

28 April 2026
Cepu, Kecamatan di Blora yang Paling Pantas Dikasihani Mojok.co

Satu Dekade Merantau, Transportasi Umum di Blora Masih Gaib dan Jalanannya Bikin Cepat Menghadap Tuhan

24 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.