Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

Ini yang Akan Terjadi kalau Serial Upin Ipin Tidak Pernah Ada

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
24 Februari 2025
A A
Ini yang Akan Terjadi kalau Serial Upin Ipin Tidak Pernah Ada

Ini yang Akan Terjadi kalau Serial Upin Ipin Tidak Pernah Ada (website Les' Copaque)

Share on FacebookShare on Twitter

Tahun ini, serial Upin Ipin berumur 18 tahun. Jumlah episodenya sudah lebih dari 600 episode. Meskipun demikian, serial ini masih tetap seru untuk dinikmati. Salut untuk tim kreatif Les’ Copaque Productions yang idenya nggak pernah kering. Mirip seperti tagline-nya Mr. DIY: Ada aja idenya~

Siapa pun yang dengan setia mengikuti serial Upin Ipin, pasti setuju bahwa serial ini penuh dengan warna. Ada episode yang bikin haru, ada yang menegangkan, namun ada pula yang bikin kesel hingga cukup ditonton sekali saja. Serunya lagi, tak jarang episodenya memicu geger gaden. Gongnya adalah ketika Fizi meledek Upin Ipin dengan sebutan ‘yatim’. Rumah produksi Upin Ipin sampai-sampai membuat video Fizi klarifikasi. Serial lain? Mana bisa.

Melihat bagaimana serial dari Negeri Jiran ini begitu populer, saya jadi tergelitik membayangkan apa yang akan terjadi andai serial Upin Ipin tidak pernah diproduksi.

Jika serial Upin Ipin nggak pernah ada, bahasa Malaysia tidak akan populer

Andai Les’ Copaque Productions tidak menciptakan karakter Upin dan Ipin, hal yang sangat mungkin terjadi adalah bahasa Malaysia tidak akan populer di Indonesia. Bocil-bocil tidak akan dengan mudahnya bilang “tau tak pe”, “korang”, “budak”, “macem mana pulak”, dan ungkapan lain yang sering kali muncul di serial ini.

Ingat nggak ketika awal-awal serial ini booming di Indonesia? Mendadak banyak sekali orang yang menyelipkan bahasa Malaysia di kehidupan sehari-hari, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Nggak akan ada pernak-pernik bergambar si kembar

Seperti yang kita tahu, tiap kali ada karakter yang banyak disukai, karakter tersebut akan muncul di berbagai macam pritilan. Mulai dari kaos, tas anak, topi, dll.

Bayangkan kalau serial Upin Ipin tidak pernah diproduksi. Nggak ada lagi bocil yang seneng banget dibelikan kaos gambar dua bocah kembar itu untuk lebaran. Nggak ada pula buku-buku dengan sampul anak-anak Kampung Durian Runtuh. Sepi. Kang percetakannya sampai bingung mau bikin desain dengan karakter apa lagi.

Jika serial Upin Ipin nggak pernah ada, nggak ada yang nonton MNCTV

Pahit, tapi mau bagaimana lagi. Dalam bayangan saya, andai serial Upin Ipin ini tidak pernah diproduksi, MNCTV selaku pemegang hak siar akan kehilangan banyak sekali penonton. Jujur saja, TV di rumah kalian nyetel MNCTV cuma buat nonton si botak, kan? Botak yang ini, maksudnya. Bukan botak yang onoh.

Baca Juga:

Upin Ipin Serial TV yang Tampak Aman untuk Anak-Anak, tapi Aslinya Bisa Merusak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa

Semakin Dewasa, Saya Sadar Bahwa Makan Sambil Nonton Upin Ipin Itu adalah Terapi Paling Manjur karena Bikin Kita Lupa Diri Terhadap Berbagai Masalah Hidup

Maka dengan tidak adanya serial dari Malaysia ini, bisa dipastikan TV di rumah lebih sering menayangkan acara dari stasiun TV lain, bahkan… mati.

Nggak ada tulisan tentang Upin Ipin di Terminal Mojok

Terakhir, jika serial Upin Ipin tidak pernah ada, hal yang pasti akan terjadi adalah tidak ada tulisan tentang si kembar botak ini di Terminal Mojok. Padahal tulisan yang mengulas tentang serial ini cukup sering kita temukan di Terminal Mojok. Mulai dari tulisan yang biasa-biasa saja seperti daftar episode terbaik, hingga tulisan-tulisan nyeleneh, seperti menghitung kekayaan Tok Dalang, termasuk membayangkan andai si kembar dan kawan-kawan masuk ke Kabinet Merah Putih.

Gilak!!! Antimainstream banget nggak sih tulisan-tulisan itu? Media lain mana ada tulisan-tulisan kocak seperti itu. Dan, yah, harus diakui itulah yang membuat Terminal Mojok terasa Istimewa. Di sini, tulisan-tulisan yang terbit ada gila-gilanya.

Itulah beberapa hal yang mungkin terjadi andai serial Upin Ipin tidak pernah diproduksi. Akhir kata, semoga Upin dan Ipin panjang episode, sehingga lebih banyak lagi keceriaan yang bisa dibagikan. Jangan cepet gede ya Upin, Ipin~

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Alasan Abang Iz Lebih Cocok dengan Kak Ros di Upin Ipin.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2025 oleh

Tags: serial Upin IpinUpin dan Ipinupin-ipin
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Menerka Kegiatan Abang Iz Upin Ipin di Kampus yang Membuatnya Berkepribadian Lembut dan Sopan

Menerka Kegiatan Abang Iz “Upin Ipin” di Kampus yang Membuatnya Jadi Idola Kampung Durian Runtuh

5 Desember 2023
Bukan Mail, Ternyata Karakter Paling Dewasa dalam Serial Upin Ipin Adalah Susanti susanti upin ipin wn malaysia

Bukan Mail, Ternyata Karakter Paling Dewasa dalam Serial Upin Ipin Adalah Susanti

24 Oktober 2024
Sudah Benar Orang Tua Susanti “Upin Ipin” Memilih Jadi Insinyur di Malaysia yang Lebih Menjanjikan daripada Kerja di Indonesia Mojok

Wajar kalau Ortu Susanti Ipin Ipin Kabur Aja Dulu karena Gaji Insinyur di Malaysia Capai 385 Juta, Beda Jauh dari Indonesia

17 Juni 2025
Menebak Motor yang Dikendarai Upin Ipin dan Anak-anak Kampung Durian Runtuh ketika Dewasa Mojok.co

Menebak Motor yang Dikendarai Upin Ipin dan Anak-anak Kampung Durian Runtuh ketika Dewasa

26 Juni 2024
Membayangkan Upin Ipin dan Anak-anak Kampung Durian Runtuh Jadi Tukang Parkir Liar

Membayangkan jika Upin Ipin dan Anak-anak Kampung Durian Runtuh Jadi Tukang Parkir Liar

4 Februari 2024
Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

19 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.