Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

‘Tuselak’, Hantu Asal Lombok yang Hampir Punah

Boga Metri Zain oleh Boga Metri Zain
23 Juli 2020
A A
lingsir wengi ponggol setan hantu tuselak mojok

ponggol setan hantu tuselak mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Bila salah seorang dari rakyatnya Pak Jokowi diminta untuk menulis daftar nama-nama hantu di Indonesia, saya yakin Tuselak tidak akan masuk daftar. Eksistensi tuselak memang tidak segemilang pocong yang bahkan sampai sempat heboh hingga ke negeri K-Pop sana. Kuyang, kuntilanak, dan sepupu-sepupunya yang lain berhasil menenggelamkan eksistensi tuselak. Tuselak tidak pernah turut hadir menghiasi kancah perhantuan Indonesia, malang nian nasibnya.

Saya yakin bahwa jarang sekali orang luar Lombok yang tahu tentang apa itu tuselak karena ya emang cuma ada di Lombok. Saya sedang berpikir bagaimana memberikan definisi tuselak yang tidak ada di KBBI ini, pasalnya tuselak bukanlah hantu sepenuhnya juga bukanlah manusia seutuhnya, memang sangat pantas bila diberikan nama lain yaitu “hantu jadi-jadian”.

Baik, saya akan mencoba mendefinisikan, tuselak adalah manusia yang tidak sadar bahwa dirinya tuselak. Saya yakin Anda tidak paham, maafkeun. Baik saya akan coba lagi. Tuselak adalah hantu jadi-jadian yang menjadi manusia saat siang dan menjadi hantu saat malam, masih njilmet? Baik saya tidak peduli lagi. Akan tetapi intinya, tuselak secara biologis adalah manusia, sama seperti mantanku, mantanmu, dan selingkuhannya.

Sebagai gadis Lombok yang sangat ahli memasak Indomi, saya sama sekali belum pernah melihat tuselak. Perkenalan saya dengan tuselak berlangsung melalui cerita. Persis seperti cara klenik dan folklore mempertahankan diri dari kepunahan, yaitu dengan cara cerita dari mulut ke mulut. Perawi ceritanya juga biasanya sangat panjang, melebihi tol Cipularang. Tidak jarang teman saya memulai ceritanya tentang tuselak dengan mukadimah seperti ini “Menurut Ibu saya, yang diceritakan oleh nenek saya, yang mendapat cerita dari tetangganya, berdasarkan cerita dari istri keduanya,…”. Meski demikian, tidak tidak sedikit juga cerita tuselak yang saya dapatkan dari saksi mata langsung.

Kakak saya dan saya terpaut usia sangat jauh. Usianya yang tujuh belas tahun lebih tua membuatnya menjadi saksi mata kehadiran tuselak di desa saya. Semestinya belio patut berbangga atas pencapaian ini karena tuselak di desa saya sudah punah. Kehadiran tuselak seiring waktu memang semakin sedikit, mungkin karena pengaruh jaman. Tapi apa hubungannya ya dengan jaman? Entahlah, kan cuma dugaan.

Kurang afdol bila memulai sesuatu tanpa perkenalan. Menurut salah satu narasumber yang pernah mempelajari tentang seluk beluk tuselak, yaitu kakak saya sendiri alias saksi mata, tuselak tercipta dari manusia yang salah berguru mantra. Dahulu kala saat skincare belum banyak dijual di pasaran. Para wanita melakukan berbagai cara untuk menjadi cantik. Salah satunya dengan pergi ke dukun untuk berguru mantra kecantikan.

Akan tetapi, bukannya jadi cantik, para gadis tersebut malah mendapatkan mantra untuk menjadi tuselak. Biasanya para gadis ini diminta untuk mandi tepat pada pukul 12 malam. Sebelum mandi mereka membaca mantra yang sudah diberikan oleh dukun. Dan tadaaa.. setelah itu mereka resmi menjadi tuselak.

Iya secepat itu gaes, mirip bim salabimnya Pak Tarno.

Baca Juga:

Live Berburu Hantu di TikTok Sangat Tidak Pantas, para Kreator Sudah Keterlaluan!

Ingin Renovasi Rumah Angker dan Horor? Ini Estimasi Volume dan Biayanya

Kasus salah mantra yang didapatkan dari dukun tidak hanya menimpa kaum hawa, tetapi juga kaum adam.

Ada yang menarik dari kehidupan para tuselak. Tuselak memiliki sesuatu seperti virus di dalam tubuhnya. Mari kita sebut saja dengan “virus tuselak”. Virus tuselak bisa menular dari inang yang satu ke inang yang lain melalui perkawinan. Seseorang yang menikahi tuselak akan berubah menjadi tuselak. Setelah menghasilkan keturunan, rantai penurunan virus tuselak tetap berlangsung. Semua keturunan yang terlahir dari tuselak akan ikut menjadi tuselak, mengerikan bukan?

Hal ini seperti sebuah kutukan. Pasalnya obat penawar untuk berhenti menjadi tuselak belum ditemukan hingga kini. Jadi kalau sudah menjadi tuselak, silakan menertawakan nasib saja. Tuselak sebenarnya tidak sadar kalau mereka adalah tuselak. Karena saat malam hari berubah menjadi tuselak, mereka kehilangan kesadaran sebagai manusia.

Tidak seperti kunti yang hahahihi di atas pohon, tuselak termasuk jenis hantu jadi-jadian yang cukup kalem tapi tidak pemalu. Tuselak tidak mengeluarkan suara hahahihi, hanya diam namun menakutkan.

Sebagaimana tabiat hantu pada umumnya, tuselak juga tidak bisa ketinggalan dalam hal menakut-nakuti orang. Biasanya tuselak akan terbang dengan mata yang menyala untuk menakut-nakuti orang. Kakak saya dan Ibu saya pernah ditakuti-takuti tuselak, tapi itu terjadi dulu sekali. Penampakan tuselak sesuai dengan wujud manusia yang menjadi tuselak. Bila ia adalah manusia berparas cantik, maka saat malam hari ketika menjadi tuselak, ia juga akan berparas cantik. Hanya saja yang membedakan adalah matanya menyala dan bisa terbang.

Kelakuan di luar nalar yang dilakukan tuselak sekaligus hal yang sangat menjijikan ada;aj memakan tinja segar. Konon ceritanya, bagi tuselak aroma tinja mirip dengan aroma nangka yang sudah matang.

Tak tanggung-tanggung, tuselak biasanya berburu tinja hingga ke empang. Tuselak menelusuri empang berbau busuk di malam hari lalu menjilatinya. Maklum saja orang jaman dulu di Lombok kan emang suka buang hajat di empang. Tuselak modern saat ini mungkin sudah tidak ada lagi yang memakan tinja. Bisa jadi gaya hidup tuselak modern telah berevolusi.

Tuselak juga sangat suka terhadap bayi yang baru lahir. Tuselak akan menghisap darah bayi baru lahir. Bagi mereka kesegaran darah bayi baru lahir seperti minuman koktail virgin mojito di pinggir jalan saat siang hari. Tuselak ada kasta-kastanya, kasta ternoob tidak akan mampu membuat takut orang sampai tidak bisa bergerak. Hal sebaliknya berlaku untuk tuselak pro yang sudah senior. Kehadirannya mampu membuat orang tidak dapat bergerak sedikit pun bahkan sampai kencing berdiri.

Tidak berlebihan bila menggelari tuselak sebagai hantu yang mengerikan sekaligus menjijikkan. Jumlahnya yang terus menurun di Pulau Lombok patut disyukuri.

BACA JUGA 4 Tipe Akhi yang Wajib Ukhti Ketahui dan tulisan Boga Metri Zain lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Juli 2020 oleh

Tags: hantuLomboktuselak
Boga Metri Zain

Boga Metri Zain

Pemilik Aura Biru dan Punya Seribu Niat Baca Buku.

ArtikelTerkait

Meluruskan Salah Kaprah Terkait IAHN Gde Pudja Mataram, Satu-satunya Kampus Hindu Negeri yang Ada di Lombok

Meluruskan Salah Kaprah Terkait IAHN Gde Pudja Mataram, Satu-satunya Kampus Hindu Negeri yang Ada di Lombok

4 Agustus 2023
Nggak Cuma Kalimantan, Banten, atau Banyuwangi, Lombok Juga Punya Sihir Antik

Nggak Cuma Kalimantan, Banten, atau Banyuwangi, Lombok Juga Punya Sihir Antik

18 April 2020
Rekomendasi 7 Film Horor Hantu-hantuan dari Korea Selatan terminal mojok

Rekomendasi 7 Film Horor dari Korea Selatan yang Sesuai dengan Ekspektasi Penonton Indonesia

15 Oktober 2021
Restoran Ayam Taliwang Pak Udin Lombok: Populer di Kalangan Wisatwan, Jarang Disambangi Warga Lokal

Restoran Ayam Taliwang Pak Udin Lombok: Populer di Kalangan Wisatawan, Jarang Disambangi Warga Lokal

12 November 2023
cara motret hantu komunitas fotografer hantu indonesia mojok.co

Nanya Cara Motret Hantu ke Komunitas Fotografi Hantu Indonesia

10 Agustus 2020
di bawah pohon mangga

Pria Misterius Berkacamata di Bawah Pohon Mangga

4 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.