Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Sosok Penghuni Asrama Mahasiswa yang Sebenarnya

Siti Halwah oleh Siti Halwah
11 Oktober 2019
A A
asrama mahasiswa

asrama mahasiswa

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sebenarnya jarang percaya mengenai hantu dan sejenisnya. Bagi saya, hal-hal semacam itu hanya ada di televisi, film juga buku fiksi saja. Bukan di dunia nyata. Tapi, pandangan saya berubah seketika ketika sudah memasuki dunia kuliah. Tepatnya ketika pindah dan menetap di asrama mahasiswa.

Ketika kuliah, jarak yang jauh antara kampus dan rumah membuat saya memutuskan untuk tinggal di sekitar kampus saja. Saat itu, bersama beberapa teman, kami memutuskan untuk tinggal di asrama saja. Selain fasilitas yang bagus, lokasi yang berada di dalam area kampus juga harga yang terjamin, keamanannya juga oke. Peraturan di sana juga lumayan ketat sehingga jarang terjadi kecolongan. Kegiatannya pun sejalan dengan keinginan saya dan yang paling penting, tiap kamar memiliki satu orang senior sebagai penanggung jawab.

ADVERTISEMENT

Namun, citra asrama mahasiswa yang baik tersebut berubah buruk di mata saya juga teman-teman yang lain. Pasalnya, sudah bukan rahasia umum, asrama mahasiswa tentu punya banyak penghuni—selain dari mahasiswa itu sendiri.

Peristiwa itu terjadi ketika di masa-masa ospek. Saat itu adalah masa-masa paling sibuk sebagai mahasiswa baru. Ada banyak tugas—baik kelompok maupun individu—sebagai syarat mengikuti ospek. Menulis beragam review serta menghafal beberapa lagu. Tentu saja, semuanya dikerjakan di malam hari karena waktu siang sudah habis terpakai untuk kegiatan ospek.

Saat itu, asrama mahasiswa tempat saya bernaung memiliki peraturan: di atas pukul 10 malam, semua mahasiswa sudah harus ada di asrama. Jika terlambat dan pintu gerbang sudah ditutup, mahasiswa yang terlambat tidak diizinkan masuk. Maka, sebagai maba yang patuh, saya memilih mengerjakan tugas-tugas saya di kamar, teman saya yang lain mengerjakannya di ruang terbuka asrama.

Sekitar dini hari, ketika sebagian besar anggota asrama sudah terlelap, saya baru saja menyelesaikan tugas ospek individu. Teman saya yang lain tampaknya masih asik di luar. Ketika saya berniat akan tidur, dia tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar dengan napas ngos-ngosan—seperti habis berlari. Melihat saya masih terbangun, dia sontak bercerita: ‘Tadi ada yang memperhatikan saya di kaca sebelah ruang terbuka asrama.’ Haduh, saya jadi susah tidur malam itu.

Setelah peristiwa tersebut, berturut-turut kami sering diganggu. Mulai dari pintu yang diketuk-ketuk pelan di malam hari (khususnya dini hari) hingga suara ketukan halus di bawah meja duduk yang sedang kami duduki. Ya ampun, kami otomatis lari terbirit-terbirit.

Saya dan teman-teman kemudian berinisiatif curhat pada senior penanggung jawab kamar kami. Bertanya dengan halus tanpa ada niat menyinggung, apakah benar di asrama ada hantunya?

Baca Juga:

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Senior tersebut hanya tertawa. Dia mengangguk dan bertanya dengan enteng, ‘apakah kami sudah diganggu?’ Tentu saja kami sontak mengangguk. Si senior kemudian berkata, hal itu sudah biasa terjadi. Anggap saja sebagai sarana awal ospek mahasiswa di asrama ini. Bedanya, yang ngospekin mahasiswa bukan kakak panitia ospek, melainkan penghuni asrama yang sebenarnya, alias hantu. Si senior itu juga berkata kalau hal ini nggak akan lama. Kalau si hantu sudah kenal, lama-lama akan berhenti sendiri. Ya ampuuuun.

Selang beberapa lama, perkataan si senior benar adanya. Sosok hantu penghuni asrama sudah berhenti mengganggu. Saya dan teman-teman sekamar sudah kembali beraktivitas normal. Sibuk mengikuti banyak kegiatan, mengerjakan tugas hingga beradaptasi dengan dunia perkuliahan yang sangat berbeda dengan dunia SMA.

Hingga suatu hari, saya dan satu orang teman lainnya mengalami hal aneh lagi. Saat itu, saya terpaksa harus bergadang saking banyaknya tugas yang harus dikerjakan. Entah hingga pukul berapa, saya lupa. Yang jelas hingga dini hari, pun juga dengan teman saya. Saat iru, karena keterbatasan kursi, teman saya mengerjakan di luar, soalnya dia juga lumayan pemberani, saya mengerjakan di kamar.

Ketika sudah selesai, saya memutuskan naik ke kasur. Saat itulah, saya mendengar bunyi pintu dibuka dan ditutup, disusul keran air di luar yang menyala lalu berhenti. Awalnya, tentu saja saya mengira itu teman saya yang ada di luar, masuk ke kamar berniat tidur. Saya neyeletuk, ‘Tugasnya udah?’ lalu memutuskan memejamkan mata. Pertanyaan itu sebenarnya cuma basa-basi saja, hanya sebagai salam sapa sebelum tidur.

Namun, karena tak kunjung dijawab, saya memutuskan untuk membuka mata. Menoleh ke kasur teman saya dan ternyata kosong. Saat itulah, bulu kuduk saya langsung berdiri. Keringat tiba-tiba saja mengalir. Hayoloh, lalu siapa yang tadi membuka pintu dan menyalakan keran air?

Selang beberapa lama, teman saya masuk ke kamar. Dia bingung melihat saya menatap pintu, lalu bertanya:

“Ada apa?”

“Kamu tadi masuk ke kamar?”

“Nggak”

Teman saya menjawab yakin. Saya cuma bisa melengos, lalu memutuskan kembali merebahkan diri di kasur, mencoba memejamkan mata. Saat itulah, teman saya berkata lirih.

“Tapi, tadi saya memang lihat ada yang keluar dari kamar ini.”

Hish, berarti saat mengerjakan tugas, saya sedang ditemani sama makhluk halus. Halah, tau gitu saya minta tolong saja untuk dikerjakan tugasnya. Jadinya nggak perlu capek apalagi sampai bergadang. (*)

BACA JUGA Diganggu Suara Gaib Saat Bernyanyi di Kamar Mandi atau tulisan Siti Halwah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Oktober 2019 oleh

Tags: cerita hororhantukosah hantuMahasiswapenghuni asrama
Siti Halwah

Siti Halwah

menulis untuk eksis

ArtikelTerkait

Membayangkan Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra Ikut Kampus Mengajar Mojok.co

Membayangkan Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra Ikut Kampus Mengajar

10 Juni 2024
cara motret hantu komunitas fotografer hantu indonesia mojok.co

Nanya Cara Motret Hantu ke Komunitas Fotografi Hantu Indonesia

10 Agustus 2020
8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut sebagai Jurusan Paling Green Flag Mojok.co

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

27 Januari 2026
satpol PP, polisi

Anak Lelaki Perwira Polisi

26 September 2019
IPB romantis

IPB, Kampus Paling Romantis se-Indonesia

8 April 2020
Salah Kaprah Soal Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB): Dituduh Klenik Sampai Diplesetin Jadi Fakultas Ilmu Berpesta mahasiswa FIB

Salah Kaprah Soal Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB): Dituduh Klenik Sampai Diplesetin Jadi Fakultas Ilmu Berpesta

1 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan Mojok.co

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

3 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Nakes vs pasien BPJS sama-sama korban sistem kesehatan (Unsplash)

Nakes vs pasien BPJS terjadi karena sistem kesehatan yang busuk

9 Agustus 2026
5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

10 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.