Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Tujuan P5 Adalah Penanaman Nilai Pancasila, Bukan Bikin Pentas!

Sugeng Riyanto oleh Sugeng Riyanto
28 November 2023
A A
Tujuan P5 Adalah Penanaman Nilai Pancasila, Bukan Bikin Pentas!

Tujuan P5 Adalah Penanaman Nilai Pancasila, Bukan Bikin Pentas! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir semester pelajaran tiba ditandai dengan ramainya P5. Buat kalian yang belum tahu, P5 adalah Projek Pengamalan Profil Pelajar Pancasila. P5 ini wajib diadakan minimal satu kali dalam satu tahun pelajaran. Begitu kurang lebih hal yang disampaikan oleh kepala sekolah saya saat menjelaskan kegiatan P5.

Sebagai salah satu guru yang belum mendapatkan apa-apa dari kurikulum merdeka karena mengajar kelas 6, saya awalnya iya-iya saja. Beberapa guru yang mendapatkan pelatihan pun manggut-manggut saja.

Betul, kita semua sama-sama bingung. Kata Bang Aldi Taher mah, nanti di surga baru nggak bingung.

Entah bermula dari siapa dan bagaimana, semua guru menganggap P5 adalah sebuah pesta besar untuk peserta didik tiap akhir tahun. Ya lumrahnya pesta SD lah. Pentas tari, musik, drama, dan seterusnya.

Beberapa sekolah di lingkungan tempat saya mengajar akhirnya berlomba untuk menunjukan dirinya. Mulai dari flyer desain dari Canva, spanduk pengumuman, hingga panggung bahkan tenda yang disewa khusus untuk terselenggaranya acara P5. Semua berlomba dalam status WhatsApp, dan bahkan tidak jarang share ke grup WhatsApp yang sedang sepi.

Guru salah paham, orang tua nggak mau ribet

Nah, tentu guru-guru di sekolah tempat saya mengajar pun tak mau kalah. Dan saat itu kepala sekolah menugaskan saya sebagai ketua pelaksana. Karena saya juga belum mendapatkan konsep dan gagasan yang utuh tentang P5 adalah apa, akhirnya saya buat acara semeriah mungkin.

Beberapa konsep diramu menjadi satu. Ada kelas yang menjadi petugas market day. Barang-barang yang dijual adalah makanan khas daerah Betawi. Ada kelas yang difokuskan pada tampilan bernyanyi, menari, bahkan palang pintu.

Untuk menyiapkan tampilan-tampilan itu, tentu guru menyisihkan waktu belajar agar penampilan anak-anak muridnya bagus, atau minimal nggak buat malu gurunya. Waktu belajar akhirnya terganggu dengan jadwal P5.

Baca Juga:

Fakta tentang Guru yang Terjadi di Lapangan, tapi Tak Pernah Dibahas oleh Fakultas Pendidikan

Guru Agama Katolik, Pekerjaan dengan Peluang Menjanjikan yang Masih Kurang Dilirik Orang

Di internal guru pun secara tidak langsung akhirnya terjadi persaingan. Hingga yang terjadi bukan saling dukung, tetapi saling kritik. Masalah yang timbul sekecil apa pun harus dicari siapa yang salah dan ditujukan kesalahannya di depan yang lain.

Dari sisi orang tua sebenernya mereka setengah-setengah, ya mau ya nggak. Menurut beberapa orang tua yang mengeluh ke saya, mengapa harus ada P5 dan mengapa harus ini dan itu. Poin utama mereka adalah keberatan untuk mengeluarkan uang. Karena harga sewa kostum tari saja sudah lumayan, masih ditambah make up. Sementara pendapatan mereka sedang kurang lancar.

Mereka juga nggak mau ribet. Banyak orang tua yang ogah berkontribusi. Misalnya bantu mengawasi murid saat berlangsung market day, atau menyediakan makanan tradisional untuk bahan dagangan anaknya.

Bahkan kegiatan bersama pun mereka ogah-ogahan. Sebenarnya saya sedih sih, untuk menyisihkan sedikit waktu mengapresiasi anak-anak saja susah.

Tujuan utama P5 simpel banget

Sebenarnya jika mau berdiskusi lebih panjang, membaca lebih banyak, dan mendengar lebih lama tentang konsep kurikulum merdeka. Tujuan dari pelaksanaan P5 adalah penanaman enam profil pelajar Pancasila. Sesimpel itu.

Menurut diskusi dengan teman saya yang juga guru sekolah penggerak angkatan pertama. Bahwa untuk melaksanakan P5 guru tidak perlu seheboh itu. Sebab P5 bukan acara puncak. Sekali lagi, P5 adalah penanaman enam profil Pancasila. Sesimpel itu.

Guru harus cermat untuk melihat masalah yang dihadapi murid, misalnya masalah lingkungan. Berangkat dari masalah tersebut guru merancang kegiatan bersama-sama murid untuk memberikan solusi yang mungkin dampaknya kecil atau bahkan tidak ada. Namun yang dinilai adalah upaya memberikan solusi dan menyelesaikan masalahnya sesuai dengan enam profil pelajar Pancasila.

Semoga artikel ini bisa memacu kita untuk memahami lebih dalam tentang tujuan pelaksanaan P5. Jangan malah fokus ke acaranya. Bukan itu, bukan.

Penulis: Sugeng Riyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kurikulum Merdeka: Kurikulum yang Membuat Guru Merasa Merdeka, tapi Malah Menjajah para Siswa

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 November 2023 oleh

Tags: guruKemendikbudP5 adalahpentasSekolah
Sugeng Riyanto

Sugeng Riyanto

Seorang guru di salah satu SDN di Jakarta. Suka membaca buku, ngopi, nonto resume film di youtube, dan gorengan yang tak terlalu panas. Penulis buku “Pendidikan Tanpa Sekolah”.

ArtikelTerkait

Menjawab Pertanyaan Alumni Kenapa Sekolah Jadi Bagus setelah Kita Lulus Terminal Mojok

Menjawab Pertanyaan Alumni: Kenapa Sekolah Jadi Bagus setelah Kita Lulus?

16 Agustus 2022
tata usaha

Misteri Pegawai Tata Usaha Sekolah yang Seringkali Judes

29 Agustus 2019
Guru dan Siswa Nggak Sempat Baca Buku: Guru Diburu Berkas, Siswa Diburu Tugas

Guru dan Siswa Nggak Sempat Baca Buku: Guru Diburu Berkas, Siswa Diburu Tugas, Literasi Kandas

16 April 2024
PPG

Nasib Sarjana PPG yang Katanya Nggak Pintar-pintar Amat Saat Mengajar

17 April 2020
seleksi pppk pns guru honorer birokrasi amburadul mojok.co

Sebenarnya Guru pada Kangen Ngajar, tapi…

11 Juli 2020
grup whatsapp sekolah grup wa anggota nyebelin cara mute cara keluar stiker meme jualan online mojok

Menebak Motif Munculnya Grup WhatsApp SMP padahal Sebelumnya Nggak Pernah Ada

21 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Trio Senator AS Roma: Mancini, Pellegrini, Cristante

Trio Senator AS Roma

23 Februari 2026
Jika Mall Berdiri di Purworejo, Akankah Kota yang Terlelap Selepas Isya Ini Terjaga dan Jadi Ramai?

Jika Mall Berdiri di Purworejo, Akankah Kota yang Terlelap Selepas Isya Ini Terjaga dan Jadi Ramai?

27 Februari 2026
7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

24 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor Mojok.co

Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor

23 Februari 2026
Wuling Confero 2019: Mobil Keluarga Terjangkau, Enak, tapi Harga Bekasnya Jatuh Bebas

Wuling Confero 2019: Mobil Keluarga Terjangkau, Enak, tapi Harga Bekasnya Jatuh Bebas

1 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.