Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Trotoar Lebar di Jakarta, Cita-cita Ahok yang Sekarang Malah Dinyinyirin Pendukungnya Sendiri

sadad oleh sadad
28 November 2019
A A
Trotoar Lebar di Jakarta, Cita-cita Ahok yang Sekarang Malah Dinyinyirin Pendukungnya Sendiri
Share on FacebookShare on Twitter

Renovasi trotoar secara masif kini banyak dilakukan di Jakarta. Hampir di setiap kawasan di Jakarta kini bisa dengan mudah menemukan proyek renovasi trotoar. Dari sekian banyak proyek trotoar yang sedang berjalan, ada beberapa yang disertai pelebaran yang dampaknya ke penyempitan luas jalan. Pelebaran trotoar disertai penyempitan jalan menimbulkan kemarahan untuk sebagian warga. Sumpah serapah langsung diarahkan pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sebenarnya tak sulit untuk mengidentifikasi kalangan yang marah alias nyinyir terhadap trotoar lebar ini. Tanpa perlu mendata lewat lembaga survei, biasanya mereka adalah pendukung fanatik dari gubernur sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok alias Anies Haters.

Banyak Ahokers yang marah dengan cara pelebaran trotoar yang disertai dengan pengurangan lebar jalan ini. Tanpa mengetahui kejadian yang sebenarnya. Jika mau sedikit repot Googling tentang rencana pelebaran ini di Jakarta, tentu disertai tambahan kata “Ahok” dan kata “Eropa”, maka sebenarnya kita dapat dengan mudah menemukan begitu banyak pemberitaan bahwa trotoar lebar adalah suatu yang sebenarnya dicita-citakan oleh Ahok.

Dalam berita berjudul “Ahok Ingin Lebarkan Trotoar Ketimbang Perluas Jalan di Jakarta”, Ahok sempat mengatakan bahwa pihaknya memutuskan untuk lebih memperlebar trotoar ketimbang menambah rasio jalan. Karena jika terus menambah rasio jalan tanpa memperbaiki transportasi umum, maka tidak akan berpengaruh. Mengingat pertumbuhan kendaraan pribadi juga cukup banyak.

Sebaliknya, kalau trotoar lebar, maka akan membuat orang nyaman untuk berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum. Tujuannya tentu mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian kendaraan pribadi. Saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI, Ahok bahkan sempat mengatakan semua trotoar di Ibu Kota setidaknya harus memiliki ruas 1,5 hingga 5 meter.

“Makanya Eropa justru rasio jalan dikurangi. Mereka mulai melebarkan trotoar, jadi yang kami utamak‎an adalah rasio untuk pejalan kaki,” kata Ahok seperti dikutip dari berita yang tayang di Merdeka.com pada 23 September 2016.

Dalam berita lain berjudul “Mimpi Ahok Jadikan Sudirman-Thamrin Layaknya Jalanan di Eropa”, Ahok sempat angkat bicara mengenai pelebaran trotoar di Sudirman-Thamrin yang disertai penghilangan ruas untuk jalur lambat. Ahok menilai penghilangan satu jalur bukan hal yang patut dipermasalahkan. Ia kemudian mencontohkan jalanan di kota-kota Eropa yang hanya memiliki satu jalur, tapi memiliki jalan bagi pejalan kaki yang lebar.

Menurut Ahok, semua ide dari rencananya itu berawal dari kunjungannya ke Belanda. Saat itu, ia mengamati jalan-jalan utama di Belanda tidak terlalu lebar, namun memiliki trotoar luas. Di sepanjang trotoar itu, terdapat kafe-kafe kecil untuk tempat hangout warga.

Baca Juga:

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

Trotoar Sepanjang Jalan Cikini Raya Harusnya Jadi Standar Seluruh Trotoar di Jakarta agar Berpihak kepada Pejalan Kaki

Ahok tidak khawatir pengurangan lajur akan menyebabkan kemacetan. Karena ia meyakini mengatasi kemacetan di Ibu Kota haruslah dengan memperbaiki dan membangun transportasi massal. Bukan dengan terus menerus menambah rasio jalan. Jalan Sudirman-Thamrin adalah salah satu kawasan yang dilewati layanan transportasi publik Mass Rapid Transit (MRT). Saat ini di kawasan tersebut juga sudah terdapat layanan bus transjakarta koridor 1.

“Kami sudah putuskan untuk mengatasi transportasi umum di Jakarta bukan menambah rasio jalan. Kami juga mau mengurangi jalur-jalur jalan,” Ahok dalam berita yang tayang di Kompas.com pada 17 Oktober 2016.

Pada masa lalu, Jakarta adalah kota yang sangat berorientasi dan sangat mendewakan pengguna kendaraan pribadi. Untuk mengatasi macet, maka jalannya yang dilebarin, trotoarnya kecil bodo amat. Jadi nggak heran makin lama Jakarta makin macet.

Pada masa lalu juga, trotoar Jakarta dibikin nggak mempedulikan keberadaan orang tuna netra ataupun pengguna kursi roda. Akibatnya sering kan lihat ada pohon atau tiang listrik di tengah trotoar. Bayangin, gimana caranya pengguna kursi roda lewat di trotoar yang ada pohon di tengahnya? Masa iya harus turun ke jalan dulu?

Kondisi itulah yang sekarang mau diubah. Apalagi sekarang pemerintah lagi giat-giatnya menyediakan transportasi umum yang bagus. Nah, keberadaan transportasi umum yang bagus ini sangat berkaitan erat dengan trotoar yang nyaman. Karena gimana caranya kamu turun dari kereta atau bus yang bagus, tapi trotoarnya nggak nyaman buat dipakai jalan kaki?

Jadi terlepas dari apa pun pilihan politik kamu di Pilkada DKI 2017, tidak seharusnya kamu jadi haters yang nyinyirin apa pun yang dilakukan pejabat yang bukan pilihan kamu, termasuk kebijakan baik kayak pelebaran trotoar ini.

Jadi ya sudah lah. Jangan menjadi pendukung yang fanatik buta sampai akhirnya benar-benar buta dalam melihat kebenaran. Bergabungnya Jokowi dan Prabowo setelah Pilpres 2019 harusnya menjadi pelajaran bagi kita agar jangan terlalu fanatik buta. Karena bisa jadi politisi yang kita dukung ataupun benci nantinya malah jadi temenan.

BACA JUGA Gugatan Seorang Pedestrian Kepada Pengendara Motor yang Sembrono atau tulisan Sadad lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 November 2019 oleh

Tags: Jokowipejalan kakiPilpres 2019Prabowotrotoar
sadad

sadad

ArtikelTerkait

Burgerkill

Bangga Menjadi Fan Burgerkill di Tengah Aksi Mahasiswa

3 Oktober 2019
Pak Jokowi Lupa Menyapa, dan Kita Memang Hampir Melupakan Ma'ruf Amin maruf amin kyai wakil presiden indonesia terminal mojok.co

Pak Jokowi Lupa Menyapa dan Kita Memang Hampir Melupakan Ma’ruf Amin

18 September 2020
Ironi Mahasiswa Jurusan Pendidikan: Buangan dan Tidak Ingin Menjadi Guru Mojok.co

Kalau Guru Adalah Penentu Peradaban, Lha yang Lain Ngapain?

26 November 2023
pedestrian

Sayang, Indonesia Tidak Ramah Pedestrian

5 Juli 2019
jan ethes

Jan Ethes Pakai Sepatu Gucci dan Kaitannya dengan Kemerdekaan

20 Agustus 2019
Mencoba Berdialog dengan Para Pengusung Khilafah

Mencoba Berdialog dengan Para Pengusung Khilafah

8 Desember 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.