Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Trotoar Sepanjang Jalan Cikini Raya Harusnya Jadi Standar Seluruh Trotoar di Jakarta agar Berpihak kepada Pejalan Kaki

Mohammad Rafatta Umar oleh Mohammad Rafatta Umar
9 Desember 2025
A A
Trotoar Sepanjang Jalan Cikini Raya Harusnya Jadi Standar Seluruh Trotoar di Jakarta agar Berpihak kepada Pejalan Kaki

Trotoar Sepanjang Jalan Cikini Raya Harusnya Jadi Standar Seluruh Trotoar di Jakarta agar Berpihak kepada Pejalan Kaki (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jalan kaki di Jalan Cikini Raya Jakarta sungguh menyenangkan.

Saya termasuk orang yang suka jalan kaki kalau berpergian. Namun, Jakarta tidak selalu berpihak pada orang-orang seperti saya. Banyak sekali trotoar yang tidak enak bagi pejalan kaki. Misalnya, trotoar yang sempit dan ukurannya tidak konsisten. Ditambah lagi pengendara motor yang suka memakai trotoar untuk menghindari macet.

Akan tetapi pada suatu malam saya menemukan trotoar yang sangat saya nikmati. Malam itu saya berniat untuk menonton konser tunggal Efek Rumah Kaca di Taman Ismail Marzuki. Saya berangkat dari rumah dengan naik KRL dari Stasiun Pasar Minggu hingga Stasiun Cikini. 

Kemudian saya memilih berjalan kaki dari stasiun tersebut hingga tempat tujuan. Perjalanan itu saya tempuh selama kurang lebih 12 menit. Di perjalanan itulah saya menemukan trotoar paling nikmat di Jakarta pada sepanjang Jalan Cikini Raya.

Berikut saya jelaskan kenapa berjalan di trotoar tersebut indah buat saya sebagai pejalan kaki dan harus jadi standar untuk seluruh trotoar di Jakarta. 

Trotoar di Jalan Cikini Raya lebar

Seperti yang saya jelaskan di awal, banyak sekali trotoar di Jakarta yang sempit dan ukurannya tidak konsisten. Namun trotoar Jalan Cikini Raya begitu rapi, lebar, dan konsisten ukurannya. Jadinya saya tidak perlu berhati-hati dengan selalu melihat ke bawah. Tinggal biarkan kaki berjalan sambil melihat dan menikmati apa yang ada di sekitar.

Kalau ada pejalan kaki lain dari arah yang berlawanan, kita tidak perlu khawatir bertabrakan. Tinggal ambil sisi kiri di trotoar itu.

Tertib dari pedagang kaki lima

Biasanya ketika waktu sudah malam, trotoar di pinggir jalan Jakarta akan dipenuhi pedagang kaki lima. Pedagang ini biasanya memakai trotoar untuk tempat mereka berjualan sehingga menghalau jalan bagi pejalan kaki. 

Baca Juga:

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

Namun tidak di trotoar sepanjang Jalan Cikini Raya, trotoar itu kosong dan nyaman untuk pejalan kaki. Ada sih satu yang cukup menghalangi jalan, yaitu di depan Perpustakaan Cikini. Namun itu saya maklumi karena berdekatan dengan Taman Ismail Marzuki sebagai tempat wisata.

Pepohonan yang bikin teduh

Jakarta dikenal dengan panasnya yang bikin baju basah, bahkan kadang bikin perih kulit. Namun, panas tersebut akan sedikit terhalang bila berjalan di trotoar Jalan Cikini Raya. Hal ini dikarenakan ada pepohonan yang menemani langkah kaki kita di sana. Meskipun, berjalan pada malam hari, saya yakin pepohonan ini akan memberikan keteduhan itu di siang hari.

Pepohonan ini juga tertata rapi. Membuat Jalan Cikini Raya estetis untuk dilalui.

Lampu merah untuk pejalan kaki

Di Jalan Cikini Raya kalian akan menemukan lampu merah untuk pejalan kaki di beberapa titik. Nggak semua trotoar di Jakarta punya ini. Biasanya di Jakarta hanya menyediakan zebra cross untuk membantu pejalan kaki menyeberang.

Tentunya fasilitas ini akan sangat berguna bagi keamanan pejalan kaki yang ingin menyeberang. Setidaknya mengurangi risiko ditabrak pengendara transportasi yang selalu ngebut, entah apa yang dikejar.

Tinggal pencet tombol yang ada di tiang lampu merah itu. Tunggu sampai lampu untuk pejalan kaki berwarna hijau serta motor dan mobil yang lewat benar-benar berhenti. Abis itu tinggal menyeberang dengan aman, deh.

Bangku untuk pejalan kaki di Jalan Cikini Raya

Bangku ini termasuk hal langka yang untuk ditemukan pada berbagai trotoar di Jakarta. Setiap beberapa meter sekali kalian akan menemukan bangku ini di Jalan Cikini Raya. Bukan bangku mewah atau empuk, tapi bangku kayu yang hanya muat untuk 2-3 orang. 

Namun, ini sangat berguna bagi pejalan kaki kalau capek dan ingin istirahat sebentar. Berguna juga bagi warga Jakarta yang selalu didesaki pekerjaan dan suka ditelpon bos kantornya dadakan. Tinggal berhenti sejenak, duduk di kursi yang ditemui, dan hadapi bos secara tenang. 

Demikian beberapa alasan mengapa trotoar sepanjang Jalan Cikini Raya begitu menyenangkan bagi saya yang suka jalan kaki. Mungkin pada beberapa tempat di kota lain hal ini terlihat sepele. Namun sebagai warga Jakarta sulit menemukan hal-hal tersebut secara bersamaan pada suatu trotoar. Semoga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa menerapkan hal-hal tersebut pada trotoar lainnya di Jakarta.

Penulis: Mohammad Rafatta Umar
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jalanan Jakarta Saja Sudah Menyebalkan, Ditambah Musim Hujan Makin Mengesalkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Desember 2025 oleh

Tags: Jakartajakarta pusatjalan cikini rayatrotoartrotoar jakartatrotoar jalan
Mohammad Rafatta Umar

Mohammad Rafatta Umar

Mahasiswa Ilmu Politik di Jaksel yang pesimis sama negara.

ArtikelTerkait

Sebelum Jakarta Tenggelam, Inilah 5 Tanda Semarang Bakal Kelelep Duluan di Laut Jawa

Sebelum Jakarta Tenggelam, Inilah 5 Tanda Semarang Bakal Kelelep Duluan di Laut Jawa

24 Juli 2024
11 Kuliner Legendaris di Jakarta yang Wajib Dicicipi Terminal Mojok

11 Kuliner Legendaris di Jakarta yang Wajib Dicicipi

25 Januari 2022
Fresh Graduate Solo Culture Shock Kerja di Jakarta, Cukup Jadi Pengalaman Sekali Seumur Hidup Aja Mojok.co

Fresh Graduate Solo Culture Shock Kerja di Jakarta, Cukup Jadi Pengalaman Sekali Seumur Hidup Aja

30 Maret 2024
magrib di jakarta

Begitu Cepatnya Bedug Magrib Berbunyi di Jakarta

23 Mei 2019
KA Progo, Sahabat Kaum Mendang-mending yang Merantau dari Jogja ke Jakarta, Punggung Pegel Nggak Masalah, Penting Murah!

KA Progo, Sahabat Kaum Mendang-mending yang Merantau dari Jogja ke Jakarta, Punggung Pegel Nggak Masalah, Penting Murah!

14 Juli 2024
Bukannya Malas, Orang Jakarta Memang “Dipaksa” Nggak Suka Naik Transportasi Umum Mojok.co

Bukan karena Gengsi, Orang Jakarta Memang “Dipaksa” Nggak Suka Naik Transportasi Umum 

10 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-puja Orang

8 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Ciri Khas 3 Sate Ayam Ponorogo Dilihat dari Daerah Produksinya sate ayam madura

Sate Ponorogo, Sate Terbaik yang Pernah Ada. Sate Madura dan Sate Padang Minggir Dulu Sana ke Pojokan

9 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.