Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Tinggal di Bekasi yang Isinya Cuma Masalah

Raihan Muhammad oleh Raihan Muhammad
14 Mei 2025
A A
4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Tinggal di Bekasi yang Isinya Cuma Masalah Mojok.co

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Tinggal di Bekasi yang Isinya Cuma Masalah (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Kota Patriot dihuni orang-orang yang dirindukan. Mereka yang mengeluh jauh mungkin hanya malas berjuang” kalimat itu terpajang di flyover yang menjadi akses keluar masuk Bekasi. Sekilas, terdengar kalimat itu terdengar biasa saja, tapi kalau direnungkan lagi, kalimat itu jadi semacam peringatan bagi siapa saja yang hendak memasuki Bekasi. 

Sudah jadi rahasia umum, daerah dengan sebutan Kota Patriot itu memang daerahnya para pejuang, entah di masa lalu maupun masa sekarang. Asal tahu saja, julukan Kota Patriot tidak muncul begitu saja. Daerah ini pernah jadi lumbung pejuang kemerdekaan, kini dihuni oleh para pejuang KRL yang tiap hari melawan keramaian dan waktu. Jadi, jangan heran kalau kota ini penuh dengan orang gigih dan mental baja.

ADVERTISEMENT

Itu mengapa, tidak semua orang sepertinya bakal cocok tinggal di Bekasi. Bukan soal energi orang-orangnya yang penuh mental baja dan gigih, tempat ini punya banyak masalah yang dijamin nggak semua orang mau tinggal di sini. 

#1 Orang yang tahan kemacetan mending jangan tinggal di Bekasi

Saya rasa macet adalah persoalan orang yang tinggal di Jakarta dan daerah-daerah penyangga lainnya, tidak terkecuali bekasi. Ibarat kata, macet sudah jadi rutinitas pelatihan kesabaran paling keras setelah urusan birokrasi. Bahkan, aplikasi navigasi kadang bingung sendiri—memberi estimasi 25 menit, tapi kenyataannya kamu baru sampai pas Magrib.

Bukan cuma jam pulang kantor, bahkan jam-jam absurd pun kadang bisa stuck. Ada pawai sekolah? Macet. Ada perbaikan jalan? Macet. Ada truk mogok? Macet. Ada angkot ngetem atau berhenti sembarangan? Ya jelas macet dong. Di Planet Bekasi, kamu bisa kenal semua jenis kendaraan dari segala ukuran—dari motor bocor knalpot sampai truk kontainer isi galon.

Tapi anehnya, warga Bekasi tetap bisa senyum-senyum. Mungkin karena mereka sudah berdamai dengan nasib. Mereka tahu, satu-satunya cara agar selamat mental di kota ini adalah menerima bahwa jalan lancar itu mitos yang hanya berlaku saat libur Lebaran jam 2 pagi. Jadi kalau kamu belum siap mental untuk melihat motor nyalip dari segala arah sambil diselingi klakson bersaut-sautan, mohon pertimbangkan ulang rencana migrasi ke Planet Bekasi.

#2 Orang trauma terhadap banjir

Kalian yang takut banjir atau genangan air lebih baik pikir ulang kalau mau tinggal di Bekasi. Memang, tidak seluruh daerah di Bekasi langsung dilanda banjir tiap kali hujan mengguyur. Hanya saja, tidak bisa dimungkiri, peluang terjadi banjir begitu besar. Terlebih sistem drainase di daerah ini begitu buruk dan musim hujan yang sulit diprediksi. 

Kombinasi di atas jelas bukan pertanda baik untuk mereka yang trauma banjir atau genangan air. Apalagi, warga bekasi tampaknya melihat persoalan banjir bukan hal yang urgen dan berbahaya. Mungkin karena mereka sudah terlalu terbiasa dengan genangan air ya. Banjir semata kaki misal, mereka tetap bisa melakukan aktivitas sehari-hari. 

Baca Juga:

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

#3 Orang yang nggak betah panas

Ada dua kata yang bisa menggambarkan Bekasi dengan tepat, panas dan panas banget. Saya yakin siapa saja yang pernah mampir ke daerah ini akan relate. Sebab, panasnya Bekasi memang nggak main-main, seolah ada dua matahari di daerah itu. Itu mengapa, kalian yang terbiasa hidup di kaki pegunungan yang sejuk dengan angin sepoi-sepoi, bersiaplah untuk menderita di Bekasi. 

#4 Orang yang nggak kuat menghadapi berbagai stigma Bekasi

Kalian pasti pernah mendengar julukan Planet Bekasi. Julukan ini viral di dunia maya karena Bekasi dianggap daerah yang berbeda. Saking anehnya, daerah ini seolah-olah planet yang lain, bukan bagian dari bumi. Julukan ini biasanya diikuti dengan komentar-komentar seperti ke Bekasi harus pakai visa atau perlu tabung oksigen ketika mampir ke sana. Lucu memang, tapi kadang ada sedikit rasa sakit di hati ini. Sebab, mereka yang berkomentar mungkin belum pernah tinggal atau bahkan mampir ke bekasi. Mereka tahu apa? 

Saya tidak bisa memungkiri, Bekasi memang daerah yang menyimpan banyak masalah. Tapi, sebenarnya, Kota Patriot tidak seburuk itu. Salah satu tulisan di Terminal Mojok pernah menuliskannya dengan apik, Sisi Terang Bekasi yang Tak Disadari Banyak Orang, Saya Tulis biar Bekasi Nggak Dibully Terus.

Itu mengapa, buat kalian yang hendak tinggal di Bekasi, kalian tidak hanya perlu bersabar dengan masalah-masalah Bekasi yang seolah tidak ada ujungnya. Kalian juga perlu bersabar dengan komentar-komentar negatif orang yang bahkan belum pernah menginjakkan kaki di Kota Patriot ini. Mungkin ini terdengar sepele, tapi percayalah, dicela terkait tempat tinggal kita lama-lama bisa bikin muak juga. 

Buat kalian yang hendak tinggal atau sekadar mampir ke Kota Patriot, semoga poin-poin di atas bisa jadi renungan. Bekasi mungkin bukan tempat paling ideal untuk tinggal di muka bumi ini, tapi banyak juga sisi terangnya kok, seperti tempat belajar jadi pribadi lebih sabar dan tangguh. 

Penulis: Raihan Muhammad
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Nganjuk Kota Angin Adalah Julukan Paling Sia-sia, Mending Dihapus Aja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2025 oleh

Tags: bekasijabodetabekJakartaplanet bekasi
Raihan Muhammad

Raihan Muhammad

Manusia biasa yang senantiasa menjadi pemulung ilmu dan pengepul pengetahuan. Pemerhati politik dan hukum. Doyan nulis secara satire/sarkas agar tetap waras. Aku menulis, maka aku ada.

ArtikelTerkait

7 Hal Normal di Jakarta tapi Dianggap Aneh di Daerah Lain Terminal Mojok

7 Hal Normal di Jakarta tapi Dianggap Tak Biasa di Daerah Lain

21 Agustus 2022
Johar Baru, Kecamatan Paling Mengenaskan di Jakarta Pusat: Paling Padat, Paling Kumuh, Paling Gagal Dikelola

Johar Baru, Kecamatan Paling Mengenaskan di Jakarta Pusat: Paling Padat, Paling Kumuh, Paling Gagal Kelola

18 April 2025
Pertamina Temukan Cadangan Minyak Bumi di Bekasi, Warga Bekasi Jangan Terlalu Senang Dulu

Pertamina Temukan Cadangan Minyak Bumi di Bekasi, Warga Bekasi Jangan Terlalu Senang Dulu

26 Desember 2023
5 Hal yang Bikin Orang Bekasi Culture Shock Saat Merantau ke Solo

5 Hal yang Bikin Orang Bekasi Culture Shock Saat Merantau ke Solo

31 Oktober 2024
3 Privilese Warga Bantargebang yang Nggak Dimiliki Warga Daerah Lain

3 Privilese Warga Bantargebang yang Nggak Dimiliki Warga Daerah Lain

18 Agustus 2023
Rasanya Hidup Nyaman Setelah Berani Minggat dari Jakarta (Unsplash)

Minggat dari Jakarta dan Memutuskan Hidup di Padang Adalah Keputusan Terbaik Meski Harus Melawan Arus

2 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham Mojok.co

Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham

21 Juni 2026
Hidup di Desa Nggak Seindah Bayangan, Banyak Iuran yang Harus Dibayarkan kalau Nggak Mau Jadi Bahan Omongan

Hidup di Desa Itu Murah, yang Mahal Adalah Ongkos Sosialnya, dan Ini Rinciannya

21 Juni 2026
Menelusuri Dosa-Dosa Orde Baru pada Alam Indonesia Lewat Buku “32 Tahun Menjarah Alam” Mojok.co

Menelusuri Dosa-Dosa Orde Baru pada Alam Indonesia Lewat Buku 32 Tahun Menjarah Alam

25 Juni 2026
Cara Licik Mahasiswa Mengerjakan Skripsi Full Pakai ChatGPT, Dosen Pembimbing Wajib Tahu Ciri-cirinya biar Nggak Sampai Dibohongi!

Skripsi Memang Nggak Layak Jadi Satu-satunya Syarat Lulus untuk S1

22 Juni 2026
Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Cerita Mereka yang Masih Tetap Membeli Pertamax: Jualan Pertamax Eceran Makin Nggak Laku hingga Seorang Kurir yang Terpaksa Menekan Pengeluaran

21 Juni 2026
Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

23 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.