Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi

Mega Mulianisa oleh Mega Mulianisa
6 Juni 2025
A A
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi (Darmas BS via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Secara administratif, Jatiwaringin punya batas yang jelas kalau ditarik dari arah Mall Pondok Gede, maka hanya sampai Jalan Binalontar. Lewat dari sana kita sudah masuk ke wilayah Jati Cempaka. Tapi kenyataannya, warga Jati Cempaka pun sering kali lebih nyaman menyebut rumahnya berada di Jatiwaringin Bekasi.

Mungkin karena nama jalannya tetap Jalan Raya Jatiwaringin atau bisa jadi karena kedekatan historis, karena Jati Cempaka memang dulunya merupakan pemekaran dari Jatiwaringin. Dua wilayah ini seperti saudara kandung yang tak pernah benar-benar berpisah.

ADVERTISEMENT

Antara Bekasi dan Jakarta, letak Jatiwaringin membingungkan

Jatiwaringin secara geografis adalah wilayah unik yang lebih dekat ke Jakarta daripada ke pusat Kota Bekasi. Jika ingin menuju Jakarta, akses paling efisien adalah melalui daerah Pangkalan Jati. Namun jika ingin ke Bekasi Selatan atau pusat kotanya, jaraknya justru lebih jauh. Ya mungkin ini wajah khas daerah perbatasan yang kadang lebih dekat dengan tetangga kota dibanding induknya sendiri.

Warga Jatiwaringin paham betul bagaimana identitas geografis ini kadang membingungkan. Satu sisi Bekasi, sisi lain Jakarta. Maka tak heran jika banyak aktivitas dan kebutuhan masyarakatnya justru bergantung pada fasilitas yang ada di perbatasan, seperti kawasan perempatan Mall Pondok Gede yang menjadi simpul kegiatan harian: mulai dari pusat perbelanjaan, pasar, rumah sakit, sekolah, hingga lapangan olahraga.

Akan tetapi di titik vital seperti perempatan Pondok Gede inilah, sering terjadi kemacetan yang tidak main-main. Salah satu penyebab utamanya adalah galian jalan yang seperti tak pernah benar-benar selesai.

Galian jalan yang tak pernah tamat di Jatiwaringin Bekasi

Satu hal yang nyaris menjadi ciri khas Jalan Raya Jatiwaringin setidaknya dalam satu tahun terakhir adalah keberadaan galian yang seolah bergantian muncul dari waktu ke waktu. Tidak hanya satu titik, tapi bisa muncul di beberapa lokasi sekaligus. Kadang baru ditutup, tidak lama dibuka kembali. Lalu ditutup lagi, lalu dibuka lagi.

Tidak pernah ada keterangan pasti dari mana proyek itu berasal. Apakah untuk pipa air bersih? Kabel optik? Atau proyek instansi berbeda yang kebetulan saling bersilangan? Yang jelas, pengguna jalan hanya tahu satu hal: macetnya luar biasa.

Saat cuaca panas, debu dari galian itu bisa sangat mengganggu. Masker dan kacamata jadi perlengkapan yang rasanya wajib. Tapi saat hujan turun, kondisi berubah: tanah basah menjadi licin dan berisiko. Warga Jatiwaringin Bekasi serta para pengendara yang melintasinya tiap hari layak disebut sebagai barisan orang paling sabar.

Baca Juga:

Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

Sisi Gelap Budak Korporat di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta: Ketika Pekerja Menggadai Kewarasan demi Terlihat Elite

Nama jalan yang puitis, kuliner yang ramai, dan transportasi publik yang ramah

Ada satu aspek menarik dari Jatiwaringin Bekasi yang kerap luput dari perhatian yaitu nama-nama jalannya. Mulai dari Jalan Bahagia, Jalan Damai, Jalan Setia, hingga Jalan Sejahtera, semuanya seolah membawa pesan positif dan harapan baik. Sayangnya, kondisi fisik jalan yang masih sering rusak atau terganggu galian, tak selalu sejalan dengan makna namanya. Seolah memberi sindiran lembut: harapan belum tentu sama dengan kenyataan.

Meski begitu, geliat ekonomi dan kuliner di Jatiwaringin tidak bisa diabaikan. Kini di sepanjang Jalan Raya Jatiwaringin, berbagai tempat makan dan resto kekinian tumbuh subur. Mulai dari makanan rumahan hingga kuliner modern, semuanya tersedia.

Soal transportasi publik, Jatiwaringin sebenarnya cukup ramah. Ada Transjakarta, angkot K22A, K22, hingga M18 yang siap mengantarkan warga ke berbagai arah. Namun karena volume kendaraan dan kondisi jalan yang tak selalu ideal apalagi dengan adanya galian-galian ini, perjalanan bisa terasa panjang bahkan untuk jarak yang tak seberapa.

Ketabahan di tengah galian

Harapan saya untuk Jatiwaringin Bekasi tentu sederhana, semoga ada koordinasi yang lebih baik soal infrastruktur dan proyek-proyek yang berlangsung bisa benar-benar selesai dengan rapi.

Semoga warga Jatiwaringin, beserta para pengendara yang setiap hari melewati jalan ini, senantiasa diberi kesabaran yang cukup atau kalau bisa, lebih. Karena terkadang, sabar satu level saja belum tentu cukup menghadapi galian yang datang silih berganti tanpa aba-aba. Dan sebisa mungkin tetap ingat jalur alternatif, kalau-kalau galian tambah banyak minggu depan.

Penulis: Mega Mulianisa
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Babelan, Sisi Lain Bekasi yang Jarang Terungkap: Masih Banyak Rawa dan Sawah, Nggak Ada Mie Ayam yang Nggak Enak di Sini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Juni 2025 oleh

Tags: bekasiJatiwaringin Bekasi
Mega Mulianisa

Mega Mulianisa

Karyawan biasa, suka warna pink, dan selalu cari alasan untuk senyum.

ArtikelTerkait

Tambun, Daerah Salah Urus Korban Pemerintah Kabupaten Bekasi Nggak Serius

Tambun, Daerah Salah Urus Korban Pemerintah Kabupaten Bekasi Nggak Serius

7 Februari 2024
Bekasi Justru Daerah Paling Nggak Cocok Ditinggali di Sekitaran Jakarta, Banyak Pungli dan Banjir di Mana-mana

Bekasi: Planet Lain yang Indah, yang Akan Membuatmu Betah

13 Januari 2026
Alasan Orang Bekasi Lebih Ngefans Persija Jakarta daripada Persipasi dan Persikasi Mojok.co

Maaf Saja, Solo Belum Layak dapat Gelar Daerah Istimewa karena Bekasi yang Menjadi Gerbang Utama Jakarta Lebih Layak

7 Mei 2025
Jalan Raya Narogong, Gerbang Neraka di Timur Bekasi: Pagi Kena Macet Truk Sampah, kalau Malam Dikuasai Kontainer

Jalan Raya Narogong, Gerbang Neraka di Timur Bekasi: Pagi Kena Macet Truk Sampah, Malam Dikuasai Kontainer

5 Mei 2026
Angkot Bekasi Bikin Kapok, Udah Bener Naik Motor Aja (Unsplash)

Sekali Naik Angkot Bekasi, Saya Paham Kenapa Orang Jakarta Lebih Pilih Motor

12 Juni 2026
Jakarta Timur Aneh, Malah Rasanya Kayak Lagi Ada di Bekasi (Unsplash)

Jakarta Timur, Daerah yang Aneh dan Bikin Heran: Ketika Kantor Walikota Malah Terasa Seperti Milik Bekasi

9 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

QRIS Dianggap sebagai Puncak Peradaban Kaum Mager, tapi Sukses Bikin Pedagang Kecil Bingung

Membayangkan Indonesia masa kini tanpa QRIS, transaksi akan benar-benar ribet

29 Juli 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

In this economy, cuma Point Coffee yang masih masuk akal untuk dibeli karena promonya bejibun

26 Juli 2026
Tempe mendol yang endul gusur bakso Malang dari hati saya (Wikimedia Commons)

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

26 Juli 2026
Suka knalpot brong indikasi sadisme, psikopat, dan narsisme (Wikimedoia Commons)

Kenapa sih kita gampang banget emosi lalu ngamuk kalau ada orang blayer-blayer knalpot brong?

29 Juli 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

28 Juli 2026
Sisi Gelap Pangalengan Bandung yang Katanya Indah bak Surga Dunia

Label wisata elit Pangalengan itu bualan, selama transportasi umumnya masih jalan di tempat

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.