Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Tombol Penyeberangan UIN Jakarta: Fitur Uji Nyali yang Bikin Mahasiswa Merasa Berdosa

Najla Salsabila Muthi oleh Najla Salsabila Muthi
16 Desember 2025
A A
Tombol Penyeberangan UIN Jakarta: Fitur Uji Nyali yang Bikin Mahasiswa Merasa Berdosa

Tombol Penyeberangan UIN Jakarta: Fitur Uji Nyali yang Bikin Mahasiswa Merasa Berdosa

Share on FacebookShare on Twitter

Kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu melatih banyak hal. Di sini, mahasiswa tidak hanya ditempa secara intelektual dan spiritual, tetapi juga dilatih memiliki mental baja serta kemampuan bertahan hidup di alam liar bernama Jalan Raya Ciputat.

Izinkan saya memperkenalkan diri. Saya bukan “Anak Kampus 1” UIN Jakarta yang gedung-gedungnya megah itu. Saya adalah “Anak Kampus 2” (salam warga Psikologi dan FISIP!). Sebagai aktivis yang sering wara-wiri rapat di Kampus 1, saya punya rutinitas harian yang jauh lebih menakutkan daripada menghadapi dosen killer: menyeberang jalan di depan Kampus 1.

Tombol ‘pelican crossing’ atau tombol pemicu dosa?

Mari bicara jujur soal fasilitas umum kita. Di depan gerbang megah UIN 1, tidak ada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Fasilitas yang tersedia hanyalah sebuah tiang dengan tombol penyeberangan (pelican crossing). Secara teori, alat ini canggih. Lampu merah menyala, kendaraan berhenti, pejalan kaki melenggang aman. Tapi di Ciputat, teori itu batal demi hukum. Memencet tombol itu di jam sibuk adalah tindakan bunuh diri sosial.

Kita tahu pengendara motor di Ciputat punya sumbu sabar setipis tisu dibagi dua. Begitu tombol dipencet dan lampu berubah merah, seketika itu juga ratusan pasang mata pengendara menatap kami. Tatapan itu setajam silet, seolah berteriak: “Woy, mahasiswa UIN Jakarta! Udah tau macet, malah bikin tambah macet! Buruan nyebrang atau gue gilas sekalian!”

Di titik itulah nyali saya ciut. Ada rasa bersalah yang menyelinap. Rasanya saya menjadi antagonis utama yang menghambat perputaran roda ekonomi warga Tangsel. Padahal, saya cuma mau kuliah atau rapat UKM, bukan mau memblokade jalan.

JPO yang jauhnya tak masuk akal dari Kampus 1 UIN Jakarta

Pasti ada netizen budiman yang nyeletuk: “Lho, kan ada JPO di sana, yang dekat Mie Gacoan? Kenapa nggak lewat situ? Manja amat!”

Wahai Bapak/Ibu yang budiman, mari berhitung logika jarak. JPO yang Anda maksud itu jaraknya sekitar 200 meter dari gerbang Kampus 1 UIN Jakarta.

Bayangkan skenarionya: Kami harus jalan 200 meter ke arah Gacoan, naik tangga JPO yang tinggi, turun tangga, lalu jalan balik lagi 200 meter ke gerbang kampus. Itu bukan menyeberang, itu pemanasan half marathon sebelum kuliah.

Baca Juga:

Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Sampai di kelas, bukannya siap diskusi, kami malah sibuk kipas-kipas karena mandi keringat. Makeup luntur, ketiak basah, dan mood belajar sudah hancur lebur dimakan debu jalanan Juanda. Masa iya, mau menuntut ilmu di kampus Islam terkemuka syaratnya harus hiking dulu?

Data yang bikin merinding

Buat yang bilang keluhan soal fasum ini berlebihan, mari kita bedah datanya biar kelihatan intelek ala mahasiswa. Melirik data PDDIKTI, UIN Jakarta menampung populasi sekitar 30.000 hingga 40.000 mahasiswa. Sebagian besar mobilitasnya terkonsentrasi di poros Kampus 1 dan 2. Masa iya, populasi sebesar satu kecamatan ini dipaksa menyeberang jalan nasional tanpa JPO yang layak tepat di titik keramaian?

Belum lagi soal lawannya. Berdasarkan riset tetangga sebelah—tepatnya dalam skripsi Mas Prasetyo Satrio dari PNJ yang menganalisis Jalan Ir. H. Juanda—volume kendaraan di jam sibuk bisa tembus 11.086 kendaraan per jam.

Bayangkan, Cuy. 30.000 nyawa akademik UIN Jakarta disuruh bertarung melawan 11.000 mesin besi per jam cuma bermodalkan tombol lampu merah dan doa restu orang tua. Ini bukan lagi manajemen lalu lintas, ini sudah masuk kategori uji nyali kearifan lokal.

Jadi, tolonglah. Buat Pemkot Tangsel, KemenPUPR, atau pihak Kampus, dengarkanlah jeritan hati kami. Kami ini mahasiswa, katanya agent of change. Tapi bagaimana mau bikin perubahan kalau mau nyebrang jalan saja rasanya kayak jadi public enemy nomor satu?

Solusinya sederhana: kasih kami JPO depan Kampus 1 UIN Jakarta yang layak.

Biarkan pengendara motor ngebut dengan tenang tanpa terhalang lampu merah dadakan, dan biarkan kami masuk kampus tanpa rasa bersalah. Sampai JPO itu berdiri, mohon maaf ya warga Ciputat, tombol lampu merah itu akan terus kami pencet dengan hati yang berdebar-debar.

Penulis: Najla Salsabila Muthi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA UIN Jakarta, Kampus Islam yang Hobi Melahirkan Orang Terkenal. Kampus Lain Mana Bisa?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Desember 2025 oleh

Tags: ciputatJPOlalu lintas Ciputatpelican crossingUIN Jakarta
Najla Salsabila Muthi

Najla Salsabila Muthi

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

ArtikelTerkait

4 Hal Jadi Mahasiswa UIN Jakarta Itu Nggak Enak terminal mojok.co

4 Hal Jadi Mahasiswa UIN Jakarta Itu Nggak Enak

16 Desember 2021
JPO Depan PGC Cililitan Justru Menjadi Bukti Pejalan Kaki Harus Selalu Mengalah ringroad jogja

JPO Depan PGC Cililitan Justru Menjadi Bukti Pejalan Kaki Harus Selalu Mengalah

11 September 2024
5 Alasan yang Membuat SPs UIN Jakarta Berbeda dengan Program Pascasarjana Kampus Lain Mojok.co

5 Alasan yang Membuat SPs UIN Jakarta Berbeda dengan Program Pascasarjana Kampus Lain

1 Desember 2025
Sudah Saatnya Bekasi Mengganti JPO dengan Pelican Crossing, Lalu Lintas Jadi Lebih Lancar dan Kotanya Jadi Lebih Modern!

Sudah Saatnya Bekasi Mengganti JPO dengan Pelican Crossing, Lalu Lintas Jadi Lebih Lancar dan Kotanya Jadi Lebih Modern!

3 Agustus 2024
Semanggi, Daerah Sempit yang (Sedikit) Istimewa di UIN Jakarta

Semanggi, Daerah Sempit yang (Sedikit) Istimewa di UIN Jakarta

18 April 2023
5 Salah Kaprah tentang UIN Jakarta yang Terlanjur Diyakini Banyak Orang, Termasuk Calon Mahasiswanya Mojok.co

5 Salah Kaprah tentang UIN Jakarta yang Terlanjur Dipercaya Banyak Orang, Termasuk Calon Mahasiswanya

27 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos Mojok.co

Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos

28 Juli 2026
5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak cuma di situ-situ aja mojok

5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak di situ-situ aja

27 Juli 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

28 Juli 2026
Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat Mojok.co

Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat

27 Juli 2026
Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

1 Agustus 2026
Saya pikir, publikasi jurnal saat kuliah pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, ternyata lebih banyak menguji mental Mojok.co

Saya pikir publikasi jurnal saat pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, nyatanya lebih banyak menguji mental

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.