Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tips Merawat Katup Ban yang Diisi Angin Nitrogen dari Tukang Tambal Ban

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
5 Oktober 2020
A A
Ketahui Cara Baca Ukuran Ban Berikut, biar Nggak Kena Tipu Saat Beli terminal mojok otomotif otomojok nitrogen

Ketahui Cara Baca Ukuran Ban Berikut, biar Nggak Kena Tipu Saat Beli terminal mojok otomotif otomojok nitrogen

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu yang lewat, ketika saya pergi ke minimarket untuk membeli kebutuhan pangan menggunakan motor, saya merasa ban motor saya kurang angin. Kempesnya lumayan mengkhawatirkan. Maklum, sudah hampir dua bulan nggak diisi angin. Faktor utamanya, selama pandemi, saya sudah jarang sekali menggunakan motor untuk bepergian. Hanya sesekali saja saya nyalakan, itu pun agar mesin tetap terawat.

Agar berkendara semakin nyaman dan ban tidak mengalami kerusakan, setelah menyelesaikan urusan di minimarket, saya langsung ke pom bensin terdekat. Sebab, jenis angin yang biasa saya gunakan untuk ban motor adalah nitrogen. Maklum, pengisian angin ban berjenis nitrogen biasanya memang banyak dan mudah ditemui di pom bensin terdekat. Sudah menjadi satu kesatuan dari sananya.

ADVERTISEMENT

Setibanya di tempat pengisian angin nitrogen, katup ban langsung dibuka oleh bapak petugas pengisi angin ban agar bisa segera diisi angin nitrogen. Setelah diotak-atik oleh beliau, ban saya tak kunjung terisi oleh angin nitrogen.

“Wah, nggak bisa ini, Mas. Lubang katupnya tertutup. Ini Mas pakai cairan gitu, ya?” tanya si bapak petugas pengisi angin nitrogen.

“Betul, Pak. Terakhir, memang diisi cairan. Kenapa ya, Pak?” Jawab saya, sekaligus balik tertanya.

“Ini lubang katupnya ketutup, Mas. Kalau udah begini, nggak bisa diisi angin. Harus ganti pentil ban dulu ini.” Jawab si bapak cukup informatif.

“Waduh. Ganti di sini sekalian bisa, Pak? Kalaupun bisa, biasanya berapaan, Pak?”

“Saya nggak bisa, Mas. Kalau Mas mau, paling ke tukang tambal ban. Biasanya Rp15.000-an, sih, Mas. Kalau mau, ganti pentil dulu aja, terus semisal Mas tetap pengin isi nitrogen, nanti balik lagi aja.” Jawab si bapak dengan cukup sabar dan tetap informatif.

Baca Juga:

Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan

4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau

“Kalau cairan kering gini tuh, penyebabnya apa ya, Pak? Saya baru kali ini soalnya ngalamin begini.” Tanya saya dengan rasa keingintahuan yang tinggi.

“Sebetulnya pakai cairan pelindung ban gini nggak apa-apa, sih, Mas. Tapi, ada tapinya, nih. Kalau ban motor Mas diisi angin nitrogen, usahakan cek kondisi angin dalam ban paling cepat dua minggu sekali, paling lama sebulan sekali, Mas. Terkadang, saya ngasih tahu begini dikira pelanggan sekalian cari untung. Padahal buat perawatan ban juga, Mas.” Jawab si bapak.

Saya langsung teringat bahwa, memang sudah dua bulan saya tidak melakukan pengecekan angin pada ban. Jadi, wajar saja jika bapak petugas nitrogen langsung bisa mengetahui penyebab angin nitrogen tidak bisa diisi ke dalam ban motor saya.

“Oalah, gitu, Pak. Pantas aja. Memang sudah dua bulan saya nggak isi angin nitrogennya, Pak.” Jawab saya seakan mendapat insight.

Saya tidak menunggu waktu lama untuk segera pergi ke tukang tambal ban yang berjarak kurang lebih tiga kilometer dan menceritakan kronologi kenapa ban saya tidak bisa diisi angin. Ternyata, penjelasan bapak tambal ban dan bapak petugas nitrogen sama persis. Tentang angin ban yang harus diisi paling lama sebulan sekali dan cairan pelindung ban yang harus hati-hati betul saat digunakan. Jika tidak, mau tidak mau harus rajin mengganti pentil ban. Dari sisi pengeluaran, malah lebih mahal.

Akhirnya, pentil ban saya selesai diganti dan biaya yang harus saya keluarkan memang betul, sebesar Rp15.000. Tidak kurang, tidak lebih. Betul-betul sesuai perkiraan bapak petugas angin nitrogen yang kali pertama saya temui.

Setelah memahami persoalan tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk rutin dalam melakukan pengecekan angin ban. Paling lama sebulan sekali, lah. Sesuai dengan saran dari dua orang yang memahami hal ini. Kalau ada yang murah dan mudah, kenapa juga harus yang lebih mahal dan rumit.

Saya jadi semakin memahami bahwa, perawatan ban motor secara berkala itu penting. Sebab, jika ban motor tidak pada kondisi yang baik, malah bisa menimbulkan kerusakan yang lebih parah. Mulai dari velg yang penyok atau pecah ban. Ujung-ujungnya, jika mengabaikan perawatan berkala, malah bisa celaka. Dan ini yang harus kita semua antisipasi.

Sebelum saya menutup tulisan ini, izinkan saya untuk mengucapkan terima kasih kepada bapak tukang tambal ban dan bapak petugas nitrogen, karena sudah memberi pengetahuan dan informasi yang sangat bermanfaat.

 BACA JUGA 3 Kartun Tanpa Dialog yang Sukses Memecah Tawa di Balik Teknik Slapstick dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2020 oleh

Tags: banMotornitrogenrusak
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Menebak Lokasi Parkir Anak SMP yang Naik Motor ke Sekolah Terminal Mojok

Menebak Lokasi Parkir Anak SMP yang Naik Motor ke Sekolah

4 November 2022
Perjalanan 1232 Kilometer Bersama Honda Beat, Motor Terbaik untuk Mengais Rezeki

Perjalanan 1232 Kilometer Bersama Honda Beat, Motor Terbaik untuk Mengais Rezeki

23 Juli 2023
Perhatikan Hal-hal Berikut Saat Jadi Tutor Belajar Kendaraan terminal mojok

Perhatikan Hal-hal Berikut Saat Jadi Tutor Belajar Kendaraan

18 Juli 2021
Ngiris Tempe_ Cara Belok Model Pengecut yang Bikin Emosi dan Membahayakan terminal mojok

Ngiris Tempe: Cara Belok Model Pengecut yang Bikin Emosi dan Membahayakan

26 Juli 2021
Punya Printer di Rumah Adalah Bentuk Kemubaziran terminal mojok

Punya Printer di Rumah Adalah Bentuk Kemubaziran

12 Juni 2021
Yamaha NMAX Itu Motor Overrated dan Nggak Spesial Sama Sekali, kok Bisa Penggunanya Arogan di Jalan? kendaraan dinas kades yamaha all new nmax 155 honda vario

Yamaha NMAX Itu Motor Overrated dan Nggak Spesial Sama Sekali, kok Bisa Penggunanya Arogan di Jalan?

9 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.