Vespa Primavera Sean Wotherspoon: Digoreng Makelar padahal Biasa Saja – Terminal Mojok

Vespa Primavera Sean Wotherspoon: Digoreng Makelar padahal Biasa Saja

Artikel

Tiada hari tanpa berita aneh bin ajaib di dunia maya Indonesia. Beberapa hari ini, di lini masa media sosial saya banyak berkeliaran berita Vespa Primavera edisi terbatas hasil kolaborasi dengan Sean Wotherspoon yang digoreng harganya habis-habisan oleh makelar. Motor yang awalnya dijual 85 juta rupiah di dealer resmi Vespa akhirnya naik sampai tembus 150 juta rupiah di tangan makelar.

Vespa yang terkenal sebagai motor urban kesukaan anak muda berkolaborasi dengan Sean Wotherspoon yang terkenal sebagai desainer pakaian dan sepatu dengan desain unik , yang menurut saya adalah kolaborasi paling ambisius di pembuka dekade ini.

Setelah rilis, motor ini langsung diserbu oleh makelar dan dijual lagi untuk mendapatkan keuntungan lebih. Vespa Indonesia mengatakan kalau kuota Vespa Primavera Sean Wotherspoon hanya satu persen dari penjualan Vespa regular.

Sean Wotherspoon bahkan mengunggah foto Justin Bieber mengendarai motor ini, lalu Isyana Sarasvati juga ikut mengunggah foto motor ini di akun Instagram pribadinya, dan tak lupa para YouTubers berlomba-lomba membuat konten tentang motor ini.

Tak lupa juga terima kasih kepada internet, semenjak influencer banyak bermunculan di dunia ini, memengaruhi orang banyak itu tidak susah lagi. Dan menggandeng influencer adalah salah satu metode paling ampuh untuk pemasaran.

Kalau Anda cek di google, spesifikasi mesin motor tersebut sebenarnya tidak berbeda dengan Vespa Primavera biasa, sama-sama memakai mesin 150cc injeksi yang menghasilkan 11 daya kuda. Memang dengan tenaga segitu cukup powerful untuk motor seukuran Vespa. Tapi, rasanya juga bakal nggak ada beda sama naik Vespa biasa sih.

Hal yang berbeda dari motor seri ini hanyalah di bagian eksterior. Cat nyentrik bernuansa tahun ’80-an didesain oleh Sean Wotherspoon, sticker Vespa yang cukup besar di fender kiri serta enam sticker Primavera di sisi kanan, beberapa aksesoris di emblem, jok dengan desain berbeda, dan pemilihan desain velg yang berbeda dengan Primavera biasa. Jadi secara estetika motor ini lebih spesial dari Primavera biasa. Sayangnya, knalpotnya masih berwarna hitam, jadi terasa mencolok dengan cat bodi yang cukup meriah.

Biarpun begitu, teman saya pernah berseloroh kalau pemilihan cat tersebut seperti ikut-ikutan dengan style modifikasi motor matic ala Thailand.

Dilihat dari pemilihan catnya, kira-kira di STNK bakalan ditulis warna apa ya? Di bagian samping motor ini berwarna kuning, di spakbor depan berwarna hijau, dan di footstep berwarna merah.

Tapi, menurut saya ada hal yang bikin motor ini kurang nyentrik dan spesial. Vespa edisi Sean Wotherspoon ini memiliki corak sama, sebagian besar warna bodinya kuning, spakbor depan hijau, dan footstep merah. Sebenarnya warna ini mengingatkan saya kepada VW Harlequin. Kalau Vespa berani lebih nyentrik seperti VW edisi Harlequin yang dari pabriknya punya banyak kombinasi warna, pastilah motor tersebut lebih spesial.

Kalau saya lihat dari foto sih, kita bisa aja modif Vespa biasa jadi mirip kayak Vespa Sean Wotherspoon. Tinggal beli bagian bodi tambahan, dipasang, lalu dicat, kelar.

Tradisi mengubah kendaraan dari versi biasa ke edisi spesial adalah hal yang wajar, sebagai contoh pecinta Mitsubishi Lancer Evolution saja rela membangun Lancer Evo dengan basis Lancer pasar lokal indonesia dan memakai mechanical parts Lancer Evo asli, kenapa? Ya karena Lancer Evo asli adalah barang yang sangat langka.

Dengan harga di makelar yang sudah mencapai 150 juta rupiah, membuat replika Vespa edisi Sean Wotherspoon adalah alternatif yang masuk akal. Sepertinya Vespa edisi Sean Wotherspoon tidak ada plakat identifikasi edisi terbatas juga. Jadi aman saja untuk membuat tiruannya.

Sumber gambar: Akun Twitter @NaikMotor_ID

BACA JUGA Anime yang Akan Tayang di Indonesia vs Sensor di TV Indonesia dan tulisan Rakhmat Darmawan lainnya.

Baca Juga:  4 Cara Mengatasi Tangki Bensin Sepeda Motor Bocor

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.