Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Nabati

Tips Beli Tanaman Hias di Grup Jual Beli Facebook biar Kamu Nggak Ketipu

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
22 September 2020
A A
Tips Beli Tanaman Hias di Grup Jual Beli Facebook biar Kamu Nggak Ketipu terminal mojok.co

Tips Beli Tanaman Hias di Grup Jual Beli Facebook biar Kamu Nggak Ketipu terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Makin hari rasanya tanaman hias makin seksi saja di mata saya. Dari yang awalnya aglaonema, sekarang mulai mencoba mencari dan memburu tanaman-tanaman yang sedang naik seperti monstera hingga philodendron. Faktanya, hobi baru saya ini muncul manakala tanaman hias kembali naik pascakehancuran generasi gelombang cinta. Pada era itu, tanaman hijau sangat diminati, terutama lekuk dan bentuk dari daun. Sementara di era sekarang, warna daun sangat mendominasi.

Hobi ini muncul bertepatan dengan masa pandemi dan swakarantina. Rumah, tempat kita menumpahkan perasaan saat swakarantina, memberikan dorongan tersendiri untuk memunculkan hobi merawat tanaman hias. Sialnya, hobi ini beriringan dengan kembang kempis isi dompet karena penghasilan saat pandemi tidak selancar pada masa-masa sebelumnya.

Saya menyusun strategi khusus untuk berburu tanaman hias dengan meminimalkan keluar rumah dan merogoh kocek terlalu dalam. Saya nggak bisa memilih membeli di platform jual beli online dengan jarak yang jauh karena khawatir saat pengirimannya. Bukannya menyepelekan jasa antar barang, masalahnya ini tanaman, bukan baju atau celana. Jika ada cara yang lebih simpel, kenapa harus milih cara yang berisiko?

Maka, jawaban dari kegelisahan saya ini adalah grup jual beli Facebook. Ya, sama-sama berbasis online, tapi online-nya hanya sebatas tataran memilih. Setidaknya saya bisa menghemat sedikit waktu, bensin, tenaga, dan rupiah. Kok bisa? Begini caranya.

Pertama, masuk grupnya dulu. Lha iya, toh? Grupnya sesuai di mana daerahmu berasal. Misalkan di Solo, tinggal cari saja “Jual Beli Tanaman Solo”, maka akan muncul banyak. Setelah itu, baca dan patuhi aturan grup terkait. Ini jadi penting manakala kita akan melangkah lebih jauh ke tips berikutnya. Pokoknya, jangan toxic sekalipun di grup jual beli tanaman. Pasalnya di sini, orang-orang sedang mengais rezekinya dengan cara yang baik.

Kedua, tentukan metode. Ada dua metode. Satu, untuk yang baru mulai dan nggak hafal jenis tanaman, bisa pantau saja lini masa grup. Banyak postingan memperjualbelikan tanaman dengan keterangan nama, lokasi, dan harga. Lalu, sesuaikan dengan kebutuhan, selera, dan tentunya isi kantong. Tapi ya nganu, rawan gelap mata jika menggunakan metode yang ini. Kalau kamu memutuskan menggunakan metode ini, silakan lanjut ke poin nomor tiga.

Dua, metode tebang pilih. Metode ini terjadi dengan syarat kamu sudah tahu tanaman apa yang sedang kamu cari. Misalkan aglaonema Big Roy, kamu bisa langsung posting dengan membubuhkan keterangan budget maksimal yang kamu miliki dan lokasi terdekat dengan rumahmu. Contoh seperti ini, “Lagi nyari aglaonema Big Roy, Lur. Range budget Rp30 ribu sampai Rp70 ribu, lokasi Banguntapan. Monggo tawarkan, barangkali jodoh, mau langsung saya pinang.”

Ketiga, negosiasi. Tips dari saya, tawar secukupnya saja. Alasannya beragam, biasanya di grup jual beli tanaman, harga yang diberikan seller itu sudah harga pasaran. Jika mujur, bahkan bisa lebih murah lagi. Negosiasi terjadi harus dengan kepala dingin dan bisa dilakukan via DM, chat WhatsApp, atau bahkan di komentar postinganmu itu langsung.

Baca Juga:

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

Pengalaman Saya Menjalani KKN Gaib, Sendirian Ngerjain Proker, Tau-tau Selesai

Namun, komentar di postingan langsung itu, menurut aturan—beberapa—FJB Game di Facebook, cara ini nggak baik. Selama negosiasi, tentu seller akan memotret objek tanaman yang kamu pilih lebih banyak. Hal ini menjadi rawan lantaran bisa saja foto tersebut disalahgunakan orang lain untuk menipu. Nggak semua lho ya, kan hanya meminimalisasi penyalahgunaan foto tersebut.

Keempat, pertemuan. Nah, inilah masa-masa yang paling membuat deg-degan. Di tahap inilah mengapa mencantumkan lokasi terdekat, sangat bermanfaat. Pertemuan bisa dilakukan secara COD, kamu datang ke tempat seller atau bahkan seller yang antar tanaman hias tersebut ke rumahmu langsung. Melalui sebuah pertemuan, kita bisa mengawasi kualitas tanaman yang sudah kita pilih tersebut. Kan biar nggak seperti beli kucing dalam karung.

Saran saya, ada baiknya seller yang datang langsung ke lokasi. Ya, nambah-nambah lima sampai sepuluh ribu untuk menambah jasa pengiriman tanaman tersebut. Saya sering memilih cara ini karena efisien dan nggak terlalu mahal, seller bisa lebih cekatan dalam membawa tanaman yang akan ia jual. Soalnya, pernah saya beli bugenvil, di tengah jalan bunganya protol semua karena kebawa angin.

Meski begitu, datang langsung ke tempat seller nggak ada salahnya. Apalagi seller yang punya toko tanaman hias tersendiri. Dua kali saya menggunakan cara ini, dua kali pula saya diajak ngopi oleh si pemilik toko, lalu diberikan tips dan trik merawat tanaman hias. Uniknya, saya diberi wejangan yang super wangun agar hobi ini nggak berlangsung hanya musiman. Katanya, anggap tanaman hias seperti anak. Bagaimanapun nakalnya, si anak harus tetap dirawat dan disayang.

BACA JUGA Geliat Aglaonema Sebagai Tren dan Bisnis Akibat Pandemi dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Agustus 2021 oleh

Tags: aglaonemapandemitanaman
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Kombo Menyebalkan Fans Rachel Vennya yang Bilang: Buna Berhak Bahagia

15 Oktober 2021
vaksinasi vaksin berbayar covid-19 Hoaks Vaksin Mengandung Virus Itu Wagunya Sampai Ubun-ubun terminal mojok.co

Pihak yang Jelas-jelas Bahagia atas Vaksin Berbayar Adalah Orang-orang yang Nggak Percaya Covid-19

12 Juli 2021
bioskop karia mojok.co

5 Alasan Menahan Diri ke Bioskop Saat Resmi Buka

11 Juli 2020
tanaman teh-tehan mojok.co

Tanaman Teh-tehan: Pagar Rumah khas Masyarakat Pedesaan yang Kian Terpinggirkan

25 Maret 2022
Ospek Marah-marah Nggak Jelas ke Mahasiswa Baru Itu Udah Nggak Zaman terminal mojok

Ospek Marah-marah Nggak Jelas ke Mahasiswa Baru Itu Udah Nggak Zaman

15 September 2020
Tak Harus Cakap untuk Jadi Pemimpin di Negara Demokrasi? terminal mojok.co

Tak Harus Cakap untuk Jadi Pemimpin di Negara Demokrasi?

2 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

2 Juni 2026
Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang Mojok,co

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang

5 Juni 2026
5 Ekspektasi Orang Saat Pindah ke Solo yang Ujung-ujungnya Salah Total Mojok.co

5 Ekspektasi Orang Saat Pindah ke Solo yang Ujung-ujungnya Salah Total

3 Juni 2026
6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026
5 Kuliner Malang yang Jarang Disantap Warga Lokal, bahkan Dihindari Mojok.co

Malang Dingin Itu Seharusnya Wajar, tapi Kini Justru Jadi Anomali

3 Juni 2026
5 Rahasia yang Perlu Diketahui sebelum Membuka Warung Madura, Eksklusif dari Juragannya Langsung

Warung Madura Terlalu Percaya Diri, padahal Warung Tetangga Bisa Menggulingkannya Kapan Saja

6 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.