Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tipe dan Perbedaan Karakter Debt Collector: Dari Saya yang Jalani Profesi Ini

Diat Rian Anugrah oleh Diat Rian Anugrah
24 Februari 2021
A A
Tipe dan Perbedaan Karakter Debt Collector: Dari Saya yang Jalani Profesi Ini terminal mojok.co

Tipe dan Perbedaan Karakter Debt Collector: Dari Saya yang Jalani Profesi Ini terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kita sering memberi stigma terhadap banyak hal. Orang Jawa itu cocok jadi kuli, orang Sumatra itu ilmu hitamnya kuat, guru matematika itu mematikan, dan masih banyak stigma lain yang kita sematkan pada berbagai hal. Namun, harus kita sepakati bahwa stigma-stigma tersebut muncul pada berbagai hal karena kita tidak mengenalnya dengan baik. Kalau kata pepatah, “Tak kenal maka tak sayang”, sekarang kalimatnya bisa menjadi, “Tak kenal maka muncul stigma”. Hal ini terjadi juga pada pandangan masyarakat umum mengenai profesi saya, yaitu debt collector.

Stigma galak, kasar, tidak punya belas kasihan, hingga merebut paksa harta orang sering disematkan kepada kami. Memang ada, sih yang seperti itu, tapi kan nggak semuanya. Masih banyak debt collector yang baik hati seperti diri saya ini.

Supaya stigma buruk ini tidak disematkan lagi pada kami para tukang tagih yang mengetuk pintu rumah Anda dengan sopan, mari saya ajak berkenalan dengan macam-macam debt collector yang eksis di dunia penagihan.

Profesi ini dapat dibedakan jenisnya berdasarkan beberapa hal. Hal yang paling mudah adalah dari perusahaan tempat mereka bekerja. Dalam hal ini, mereka dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu internal dan eksternal.

Satu, debt collector internal. Mereka adalah juru tagih yang bekerja langsung pada perusahaan atau lembaga yang memiliki piutang. Sebagai contoh, apabila Anda memiliki tagihan kredit motor di leasing A, lalu ada karyawan leasing A yang menagih Anda, ia adalah debt collector internal.

Dua, debt collector eksternal. Mereka tidak bekerja langsung pada pemilik piutang, biasanya mereka bekerja pada perusahaan outsourcing yang menyediakan jasa penagihan. Atau bisa jadi mereka adalah pekerja lepas yang tidak terikat kontrak dengan perusahaan manapun. Pokoknya selama dia tahu data utang-piutang, dia bisa jadi debt collector.

Apakah perbedaan antara internal dan eksternal hanya terletak pada perusahaan mereka ? Tentu tidak. Bagi orang yang biasa berinteraksi dengan kami, pasti dapat dengan mudah membedakannya.

Debt collector internal cenderung lebih tenang dan santun dibanding yang eksternal. Perbedaan ini tentu tidak muncul begitu saja, melainkan dibentuk oleh pola kerja dan cara mendapatkan uang.

Baca Juga:

Pengalaman Buruk Saya Dikejar Debt Collector di Jogja, Bikin Trauma dan Overthinking Saat Berkendara

Jogja Darurat Mata Elang alias Debt Collector: Sering Bikin Onar dan Meneror Pengendara padahal Salah Sasaran, Bikin Waswas Saat Berkendara!

Sebagai karyawan resmi sebuah perusahaan yang memiliki piutang, debt collector internal lebih mapan secara finansial dikarenakan kami mendapat gaji pokok yang sudah pasti kami dapat tiap bulannya. Jadi, meskipun selama sebulan tidak mendapat setoran, kami masih ada pemasukan. Itu kalau siap disemprot sama atasan: masa tukang tagih nggak dapet setoran!

Oleh sebab itu, debt collector internal biasanya masih akan memberi tenggat waktu bagi nasabah untuk melunasi. Namun, sebagai karyawan, orang internal memiliki tanggung jawab dan aturan dari perusahaan seperti target yang harus dicapai, absen pagi dan sore, hingga jenis pakaian yang dikenakan.

Lalu bagaimana dengan debt collector eksternal? Mereka tidak mendapat gaji pokok. Pendapatan mereka hanya dari komisi penagihan baik itu setoran maupun agunan yang berhasil mereka tarik.

Kalau mereka nggak dapat tarikan, ya mereka nggak dapat uang. Oleh karena itu, mereka pasti akan memaksa bagaimanapun caranya agar orang yang ditagihnya membayar atau mengembalikan barang agunannya.

Memang nominal komisi yang didapat debt collector eksternal saat mendapat tarikan cukup banyak. Jika mendapat uang, leasing atau bank biasanya akan memberi komisi hingga 40% dari jumlah yang tertagih. Sedangkan jika mendapat barang, contohnya sepeda motor, komisi yang didapat sekitar Rp1 hingga Rp1,2 juta rupiah. Cukup menggiurkan bukan? Masalahnya adalah mendapat tarikan ibarat mencari jarum ditumpukan jerami. Belum tentu sebulan bisa ketemu nasabah, makanya begitu ketemu langsung paksa bayar.

Selain dari perusahaan tempat bekerja, orang yang berprofesi ini juga dibedakan dari bucket yang ditugaskan. Bucket atau buku beban adalah daftar tagihan yang dikelompokkan berdasarkan lama keterlambatan pembayaran, mulai dari bucket 1-30, 31-60, 61-90, dan seterusnya. Sebagai contoh, bucket 1-30 berisi tagihan yang lewat 1-30 hari dari jatuh tempo.

Ada pula perusahaan yang mengelompokkan bucket bukan berdasar hari melainkan bulan atau tahun, tergantung kebijakan perusahaan dan nominal yang ditagihkan. Berdasarkan bucket yang dipegang, karakter orang yang berprofesi ini lebih mudah dibedakan. Umumnya, semakin lama keterlambatan, semakin keras mereka dalam menagih. Akan tetapi, tenang, debt collector paling keras pun akan melunak jika kita membayar tagihannya. Makanya, bayar!

Sekiranya demikian pembagian debt collector secara sederhana. Jika ingin lebih jelas dan rinci, ayo bergabung bersama kami. Mari kita ramaikan khasanah penagihan di negeri ini.

BACA JUGA Duka Menjadi Debt Collector yang Tidak Sangar dan tulisan Diat Rian Anugrah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2021 oleh

Tags: debt collector
Diat Rian Anugrah

Diat Rian Anugrah

Debt collector yang baik hati.

ArtikelTerkait

Apa Salahnya Lulusan Sarjana Jadi Debt Collector? Pekerjaan Ini Legal dan Punya Etika kok Mojok.co

Apa Salahnya Lulusan Sarjana Jadi Debt Collector? Pekerjaan Ini Legal dan Menghasilkan kok

2 Januari 2024
Konten “Pinjam Dulu Seratus” Nggak Bikin Tukang Ngutang Minggat, Malah Bikin Kasus Pinjol Meningkat

Dear Orang-orang Mahasuci, Tak Semua Korban Pinjol Adalah Penjudi Slot, Banyak dari Mereka yang Dihantam Keadaan, Terhimpit Nasib

6 Oktober 2023
Jogja Darurat Mata Elang alias Debt Collector: Sering Bikin Onar dan Meneror Pengendara padahal Salah Sasaran, Bikin Waswas Saat Berkendara! matel

Pengalaman Buruk Saya Dikejar Debt Collector di Jogja, Bikin Trauma dan Overthinking Saat Berkendara

16 Agustus 2025
Punya Usaha Kontrakan Ternyata Nggak Seindah yang Dibayangkan, Sering Terpaksa Cosplay Jadi Debt Collector

Punya Usaha Kontrakan Ternyata Nggak Seindah yang Dibayangkan, Sering Terpaksa Cosplay Jadi Debt Collector

10 Januari 2024
bpjs kesehatan negara debt collector tenggelam Nagih-Nagih Sampai Ngancam Denda 30 Juta, Negara dan BPJS Udah Kayak Debt Collector aja

Nagih-Nagih Sampai Ngancam Denda 30 Juta, Negara dan BPJS Udah Kayak Debt Collector aja

31 Mei 2020
3 Alasan Pejabat Sebaiknya Nyoba Magang Jadi Debt Collector

3 Alasan Pejabat Sebaiknya Nyoba Magang Jadi Debt Collector

28 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial Mojok.co

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

16 Maret 2026
5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026
Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya Mojok.co

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

20 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.