Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Saya Tidak Menyesal Masuk UIN Jakarta meski Dianggap Kampus Buangan

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
2 Oktober 2025
A A
Saya Tidak Menyesal Masuk UIN Jakarta meski Dianggap Kampus Buangan UIN Syarif Hidayatullah

Saya Tidak Menyesal Masuk UIN Jakarta meski Dianggap Kampus Buangan (Wikikancil via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Jika ditanya apakah masuk UIN Jakarta merupakan impian saya, jawabannya “tidak”. Sejak masih duduk di bangku sekolah, bisa kuliah di UI adalah impian saya. Tidak berlebihan jika disebut sebagai salah satu harapan saya. Sejak dulu, saya selalu terkesima dengan nama besar UI.

Saya sampai ikut berbagai tes masuk agar diterima UI. Mulai dari SNMPTN, SBMPTN, sampai SIMAK UI. Semua saya coba agar diterima oleh kampus berlogo makara berwarna kuning itu. Sayangnya, usaha saya tidak membuahkan hasil. Saya justru berjodoh dengan UIN Jakarta. 

Tetapi apakah saya menyesal masuk UIN Jakarta? Jawabannya “tidak sama sekali”. Saya justru bersyukur bisa masuk kampus ini karena saya mendapatkan pengalaman dan hal-hal lain yang belum tentu bisa saya dapatkan di kampus lain. Mau tahu alasan saya?

#1 Uang semesteran UIN Jakarta murah dan terjangkau

Hal pertama paling realistis dan membuat saya tidak menyesal kuliah di UIN Jakarta. Kuliah di sini murah! Waktu saya masuk di tahun 2015, bayaran semester untuk jurusan saya hanya di angka 1 juta lebih sedikit. Untuk kampus negeri di Jakarta, ini sungguh keterlaluan murahnya. Kampus negeri lain rata-rata bisa lebih dari 2 juta per semester.

Kalau saja saya diterima di UI, bisa jadi saya akan menjadi mahasiswa yang super miskin. Masuk UIN saja saya hidup pas-pasan, apalagi masuk UI?

Orang tua saya sampai bersyukur karena hal ini. Mereka sampai bilang, kalau saya masuk UI, bisa jadi mereka akan sangat kelelahan untuk mengusahakan uang semesteran saya. Alhamdulillah, saya bisa kuliah dan tidak membebani orang tua saya.

Tetapi itu uang kuliah waktu saya baru masuk, ya. Sekarang sih UKT UIN Jakarta lumayan, apa lagi kalau dapat UKT golongan 2 ke atas.

#2 Akses dan biaya hidup yang murah dan bebas dari hidup hedon

Alasan lain saya tidak menyesal kuliah di UIN Jakarta karena akses dan biaya hidup masih terjangkau. Mau kos di sekitaran kampus? Banyak kok kamar kos murah yang harganya di bawah 500 ribu per bulan. Ditambah lagi banyak warung makan sekitaran kampus yang menyediakan menu di bawah 10 ribu. Kurang apa coba?

Baca Juga:

Mengenal ITERA, Kampus Teknologi Negeri Satu-satunya di Sumatra yang Sering Disebut Adik ITB

Tombol Penyeberangan UIN Jakarta: Fitur Uji Nyali yang Bikin Mahasiswa Merasa Berdosa

Mau pulang-pergi? Bisa juga. Akses transportasi menuju kampus mudah. Ada KRL dan Transjakarta yang tarifnya tahu sendiri terjangkau. Karena hal itulah saya bisa fokus kuliah tanpa perlu memikirkan biaya hidup.

Ditambah lagi dengan lingkungan kampus yang tidak hedon membuat saya semakin bersyukur. Kenapa saya bisa bilang begini? Karena di waktu yang bersamaan, saya melihat teman-teman sebaya yang masuk UI, gaya hidupnya berubah drastis. Banyak yang awalnya hidup sederhana, maksain hidup hedon.

#3 Keilmuan yang mumpuni dan penuh oleh pakar

Saya kira masuk UIN Jakarta hanya akan seperti pesantren tapi bentuknya universitas. Ternyata tidak sama sekali. Saya justru benar-benar merasakan suasana akademik yang sangat mumpuni dan dipenuhi oleh kegiatan intelektual di setiap sisi. Dunia yang sangat berbeda dari bangku sekolah.

Masuk ke jurusan Sejarah dan Peradaban Islam di UIN Jakarta membuat saya puas. Saya bertemu dengan dosen-dosen yang ahli dalam bidangnya. Salah satunya adalah almarhum Azyumardi Azra, seorang sejarawan nasional yang dikenal di Indonesia. Saya beruntung masih punya kesempatan diajar oleh beliau. Belum lagi nama-nama lain yang kalau saya sebutkan isinya malah kayak puja-puji dosen.

#4 Jaringan alumni UIN Jakarta luas

Sampai saat ini saya bisa bekerja, semata-mata terbantu karena jaringan yang saya bangun selama di kampus. Alumni UIN Jakarta ini unik. Tak seperti kampus lain yang biasanya menumpuk di satu sektor, UIN Jakarta nggak begitu.

Mulai dari sektor teknologi, kuliner, jasa, pendidikan sampai agama, hampir semuanya ada alumni UIN Jakarta. Sering kali saya menemukan kesempatan karena alumni yang tersebar ini. Pekerjaan saya sekarang di bidang filantropi saja karena jaringan UIN Jakarta. Tapi, kembali ke masing-masing orang yang bisa memanfaatkan, ya.

Itulah beberapa alasan yang membuat saya tidak menyesal masuk UIN Jakarta. Meski katanya kampus buangan, nyatanya tetap ada hal-hal baik yang bisa saya temukan di kampus ini.

Penulis: Nasrulloh Alif Suherman
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Membayangkan Ciputat Tanpa UIN Jakarta: Kasihan, deh!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Oktober 2025 oleh

Tags: alumni uinkampus buangankampus islamKampus Islam Negerikampus negeriUIN Jakarta
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

5 Alasan Jadi Penghuni Kampus Cabang UIN Jakarta Itu Nggak Buruk-buruk Amat

5 Alasan Jadi Penghuni Kampus Cabang UIN Jakarta Itu Nggak Buruk-buruk Amat

9 April 2020
Membayangkan Ciputat Tanpa UIN Jakarta: Kasihan, deh!

Membayangkan Ciputat Tanpa UIN Jakarta: Kasihan, deh!

7 April 2025
Derita Lulusan S2 Jogja, Dikasihani dan Ditolak Puluhan Sekolah (Unsplash)

Lulusan S2 Kesulitan Cari Kerja di Jogja: Ditolak Puluhan Sekolah karena NU dan Tidak Punya KTA Muhammadiyah Sampai Nggak Tega Ngasih Gaji Kecil

3 Agustus 2025
UIN Jakarta, Kampus Islam yang Hobi Melahirkan Orang Terkenal. Kampus Lain Mana Bisa?

UIN Jakarta, Kampus Islam yang Hobi Melahirkan Orang Terkenal. Kampus Lain Mana Bisa?

9 Juni 2025
4 Rekomendasi Tempat Makanan Murah di Jalan Pesanggrahan UIN Jakarta, Cuma 12 Ribuan Mojok.co

4 Rekomendasi Tempat Makan Murah di Jalan Pesanggrahan UIN Jakarta, Cuma 12 Ribuan

25 Desember 2024
Sambal Terasi Paling Nikmat ada di Pak Kumis Samping UIN Jakarta (Unsplash)

Warung Tenda Pak Kumis UIN Jakarta Meninggalkan Jejak Sambal Terasi yang Bikin Kangen

15 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-Sama Terlupakan  Mojok.co

Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-sama Terlupakan 

17 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026
Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai Mojok.co

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai

19 April 2026
Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat  Mojok.co

Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat 

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Hubungan Istimewa di Balik Pohon Gayam sebagai “Tanaman Peneduh” dan Candi Borobudur
  • Pengguna iPhone Ingin “Naik Kelas” Bikin Muak, Gaya Elite padahal Dompet Sulit
  • Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami
  • Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial
  • Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University
  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.