Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
19 April 2026
A A
Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai Mojok.co

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ciri-ciri kursus mobil yang sebaiknya dihindari ~

Bisa nyetir mobil itu enak. Kalau pergi bareng-bareng teman, pede aja kalau diminta gantian nyetir. Jadi, tidak perlu merasa pakewuh. Misal mau pergi-pergi juga tidak ketergantungan dengan anggota keluarga yang bisa nyetir. Rasanya, jauh lebih mandiri. 

Soal kemampuan nyetir mobil ini, ada yang mendapatkannya karena diajari oleh oleh orang tua, anggota keluarga, ataupun teman. Bahkan, ada yang mempelajarinya secara otodidak dengan bermodalkan keyakinan dan video tutorial di YouTube. 

Akan tetapi, ada pula yang lebih memilih ikut kursus setir mobil saja. Alasannya, kursus setir mobil itu lebih profesional, aman, dan pastinya tidak akan dimarah-marahin. Coba kalau latihan nyetirnya sama bapak sendiri. Dikit-dikit kena omel, dikit-dikit dikoreksi, yang akhirnya bikin runtag. Takut banget salah injak gas.

Meski kursus setir mobil terlihat menjanjikan, ditambah banyak tempat kursus dengan iming-iming terima beres pembuatan SIM A, bukan berarti tak ada masalah di sana. Waspadai kursus setir mobil yang punya ciri-ciri berikut karena dijamin bikin kamu jadi rugi waktu dan makan ati. Red flag abis!

Apapun pertanyaannya “feeling” adalah jawaban

Pertama, waspadai kursus setir mobil yang kalau instrukturnya ditanya tentang hal-hal teknis, jawabannya selalu: pakai feeling saja.

Misalnya, saat kamu bertanya soal bagaimana cara mengukur batas kiri dan kanan mobil agar tidak menyerempet. Eh, bukannya dijelaskan, malah dijawab, “Dirasain aja, pakai feeling”.

Bro? Ya kali orang baru pertama kali pegang stir sudah disuruh pakai feeling? Logikanya, namanya juga pemula, pasti butuh patokan visual atau panduan teknis yang konkret. Misalnya, dengan melihat posisi spion atau tanda tertentu di dashboard. Kalau soal feeling… itu sih baru akan terbentuk ketika jam terbang sudah tinggi. Lha pemula? Lihat lampu merah saja masih deg-degan~

Baca Juga:

Beli Hyundai Atoz Lebih Masuk Akal daripada Karimun Kotak yang Overpriced

Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Aneh Terinspirasi dari Bodi yang Unik

Kursus mobil yang minta bayar full di depan

Hati-hati juga dengan tempat kursus yang memaksa kamu membayar lunas di depan sebelum pertemuan pertama dimulai. Soalnya, posisi tawar kita sebagai konsumen jadi lemah. Sementara dari pihak penyelenggara kursus, mereka jadi merasa bisa seenaknya sendiri. Mulai dari instruktur yang tiba-tiba reschedule jadwal secara sepihak, instruktur yang berbeda di tiap pertemuan, atau sialnya lagi, dikasih instruktur yang selalu mengintervensi terus-menerus. Dikit-dikit instruktur ikutan injak gas atau rem dan menggerakkan stir padahal bukan keadaan darurat dan jalanan lagi kosong.

Soalnya gini, intervensi yang berlebihan saat belajar mengemudi justru sangat merugikan. Sebagai pemula, kita jadi tidak benar-benar belajar mengendalikan mobil secara mandiri karena kaki dan tangan instruktur selalu ikut campur di momen yang tidak perlu. Efeknya, sampai pertemuan terakhir kita belum belum berani lepas kontrol.

Idealnya, tempat kursus setir mobil yang baik itu ya, bayar 25%-50% biaya di awal. Pelunasannya, nanti di akhir.

Mobil tidak layak jalan

Ciri kursus setir mobil red flag selanjutnya yang sangat berbahaya adalah kondisi armada yang tidak layak jalan. Sebelum daftar kursus setir mobil, ada baiknya kamu cek kondisi fisik mobil terlebih dahulu. Kalau bodinya sudah ringsek di sana-sini, itu bisa jadi indikasi bahwa mobil tersebut sering mengalami kecelakaan atau perawatannya memang diabaikan oleh pemilik kursus.

Trus kalau nemu armada yang remnya blong atau setirnya sangat berat sampai bikin tangan pegal luar biasa, juga mendingan mundur. Fix, armada tersebut tidak layak jalan. Artinya, keamanan dan keselamatan kamu sedang dipertaruhkan di sana. Yakin, mau lanjut?

Armada yang layak juga bisa menghambat proses belajar. Pasalnya, kita jadi sulit membedakan mana kesalahan teknis karena kemampuan kita yang masih kurang, dan mana yang memang karena kerusakan mesin. Ngeri banget tiba-tiba mobilnya mogok di lampu merah.

Rute jalan itu-itu mulu

Selanjutnya, perhatikan rute jalan yang dilalui. Kalau instruktur selalu ngajak lewat rute jalan yang itu-itu saja di setiap pertemuan, fix, itu tempat kursus yang nggak niat. Jangan mau dibohongi dengan alasan biar aman. Sesungguhnya, alasan sebenarnya adalah demi menghemat bensin dan menjaga mesin mobil agar tidak bekerja keras di rute yang menantang.

Ingat ya, Gaes. Nakhoda yang hebat tidak lahir dari laut yang tenang. Begitu pula dengan belajar nyetir. Belajar nyetir itu butuh variasi medan. Kita perlu belajar cara menghadapi macet, cara berbelok di gang sempit, cara parkir di berbagai kondisi, hingga bagaimana rasanya masuk ke jalan raya yang padat. Kalau rutenya cuma keliling komplek yang sepi, kapan pinternya? Tahu sendiri kan jalanan di sini kaya apa? Penuh kejutan, Bro!

Kursus mobil yang langsung mencoba jalan raya di hari pertama

Sebaliknya, waspadai juga jika di pertemuan pertama, kamu sudah langsung diajak mengaspal ke jalan raya yang ramai. Katanya sih, biar cepet pinter. Hilih!

Memaksa seseorang yang sama sekali belum menguasai teknik dasar atau penguasaan pedal turun ke jalan raya yang ramai, adalah tanda bahwa tempat kursus tersebut mengabaikan keselamatan. Tempat kursus yang baik biasanya memulai latihan di lapangan terbuka atau area sepi untuk membangun kontrol kendaraan terlebih dahulu. Lalu bertahap ke level yang lebih tinggi lagi.

Itulah ciri-ciri kursus setir mobil yang sebaiknya dihindari supaya kita tidak sakit hati. Dipikir-pikir, kayaknya masih mending diajari bapak dan kena omelan beliau deh daripada ketemu dengan kursus setir mobil yang seperti ini. Kaburrrr~

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 April 2026 oleh

Tags: kursuskursus mobilkursus red flagkursus setir mobilmobilsetir mobil
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Kenapa Penjualan Suzuki Nyungsep dan Tak Bisa Bangkit Lagi?

Kenapa Penjualan Suzuki di Indonesia Nyungsep dan Sulit Bangkit Lagi?

6 Maret 2022
6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

13 Januari 2026
5 Tips Ampuh Menghindari Mabuk Kendaraan

5 Tips Ampuh Menghindari Mabuk Kendaraan

8 Mei 2022
2 Kelemahan Daihatsu Sigra yang Harus Diketahui Sebelum Membelinya

2 Kelemahan Daihatsu Sigra yang Harus Diketahui Sebelum Membelinya

24 Mei 2022
Dear Pengguna Mobil, Nggak Usah Ngebut di Atas Jalan Tergenang Air, dong! Terminal Mojok

Dear Pengendara Mobil, Nggak Usah Ngebut di Atas Jalan Tergenang Air, dong!

30 Januari 2021
7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga Mojok.co

7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga

16 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Saatnya Purworejo Turunkan Ego dan Belajar dari Kebumen daripada Semakin Tertinggal Mojok.co magelang

Tutorial Menyelamatkan Purworejo: Jiplak Saja Wisata Kebumen dan Cara Magelang Menciptakan Lapangan Kerja

6 Mei 2026
Karet Gas, Barang Paling Murah di Indomaret yang Jadi Penyelamat Banyak Orang Mojok.co

Karet Gas, Barang Paling Murah di Indomaret yang Jadi Penyelamat Banyak Orang

7 Mei 2026
Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026
Bangkalan Madura Nggak Selalu Jelek, Pengalaman Cetak Ulang KTP di Mal Pelayanan Publik Membuktikan Sebaliknya Mojok.co

Urus KTP di Bangkalan Madura Ternyata Tidak Menjengkelkan seperti yang Dikira

5 Mei 2026
6 Pelatihan untuk Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial Mojok.co

6 Pelatihan bagi Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial 

11 Mei 2026
Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokal Mojok.co

Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokalnya

11 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.