Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

The World of the Married Nggak Cuma Soal Cerita Perselingkuhan Lee Tae-oh

Aminah Sri Prabasari oleh Aminah Sri Prabasari
23 Mei 2020
A A
the world of the married drakor selingkuh feminisme patriarki MOJOK.CO

the world of the married drakor selingkuh feminisme patriarki MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

The World of the Married bukan soal perselingkuhan semata. Kamu perlu membaca ini.

Perempuan tanpa cela itu bernama Ji Sun-woo, seorang wakil direktur sebuah rumah sakit besar dengan gaji sekaligus strata sosial yang tinggi. Dia cantik, sekaligus berkarakter kuat. Menjadi dokter saja sudah masuk dalam lingkungan elite di kehidupan sosial masyarakat Korea Selatan, apalagi punya jabatan mentereng.

Tapi coba perhatikan apa saja aktivitas yang dilakukan Ji Sun-woo sehari-hari sepanjang 16 episode The World of the Married.

Pagi hari memasak sarapan dengan menu yang berbeda untuk anak dan suami sementara dia sendiri hanya minum segelas kopi lalu mengantar anak ke sekolah. Sepulang dari bekerja, dia menjemput anak lalu memasak makan malam dengan menu yang lengkap. Setelah itu masih membereskan rumah dan setrika baju sampai larut malam.

Suaminya ngapain? Lee Tae-oh duduk-duduk di sofa, bercanda dengan anak, atau minum anggur sambil mengajak ngobrol istrinya. Santuy~

Kebisaan Lee Tae-oh, selain membuat perempuan jadi bucin tuh apa sih. Meletakkan sepatu dengan benar dan rapi saat makan saja gagal, apalagi mencari uang. Untuk biaya pengobatan dan panti jompo ibu dari Lee Tae-oh selama bertahun-tahun juga Ji Sun-woo yang menanggung. Tabungan istri dan anak dihabiskan. Dasar nggak ada akhlak!

Pernah gak sih ada scene di The World of the Married ketika Lee Tae-oh mijit istrinya yang kecapekan? Nempel koyo buat ilangin pegal-pegal atau sekadar bikinin teh anget gitu? Pernah masak sarapan itu aja karena merasa bersalah setelah pergi buru-buru di malam hari buat ketemu selingkuhan.

Makanya gak heran Ji Sun-woo terbiasa dengan standar yang tinggi untuk dirinya sendiri. Tanpa sadar, dia membuat orang-orang terdekatnya merasa tertekan. Sambat saja nggak sempat, loh. Apa nggak meledak itu di dalam jiwa.

Baca Juga:

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Rekomendasi 8 Drama Korea yang Wajib Ditonton sebelum 2025 Berakhir

Di episode pertama The World of the Married memang nggak ada adegan jambak-jambakan, tapi sudah menggambarkan karakter Ji Sun-woo yang terbiasa mengabaikan rasa sakit hati.

Saat suami berselingkuh, yang malah disalahkan adalah Sun-woo karena dianggap terlalu menuntut. Eh kelar dihina-hina, sebelum pergi, masih kepikiran ngerapihin bantal tidur mertuanya. Kenapa nggak dilempar ke lantai saja, sih?

Nasib Ji Sun-woo di The World of the Married yang meski kariernya sangat bagus tapi tidak dihargai suami dan mertua adalah potret perempuan Korea Selatan. Perempuan yang telah menikah diharapkan dapat mengurus suami, bekerja menghasilkan uang, hingga mengurus anak dan mertua.

Pekerjaan atau profesi seorang perempuan dianggap sepele terutama oleh keluarga mertua. Bagi banyak orang di sana, pekerjaan utama perempuan adalah mengurus rumah tangga. Terutama jika perempuan itu menjadi istri dari anak (laki-laki) pertama.

Memang, tidak semua seperti itu. Ada juga yang sudah mengadopsi pemikiran modern ketika membangun rumah tangga, kesetaraan gender juga ramai disuarakan. Tapi yang masih ketat dengan budaya patriarki jauh lebih berdampak.

Selain The World of the Married, saya sarankan kamu untuk nonton Kim Ji-young Born 1982. Film ini bakal membantu kamu mendapat gambaran tambahan tentang kehidupan perempuan di Korea Selatan. Mereka diharuskan mengurus anak dan orang tua dari kedua belah pihak sekaligus dikekang kebebasannya. Kenapa begitu? Karena perempuan dikhawatirkan akan membawa aib bagi keluarga.

Kim Ji-young Born 1982 ini kontroversial di Korea Selatan. Selain berisi kritik sosial, isinya dianggap mendukung feminisme, bahkan idol dan aktris yang memberi dukungan pun dihujat publik.

Pernah dengar gerakan 4B atau 4Nos di Korea Selatan? Perlawanan pada budaya patriarki di Korea Selatan menumbuhkan gerakan feminisme. Gerakan ini diprakarsai oleh Bonnie, seorang perempuan heteroseksual yang tidak tertarik mencari pacar atau suami. Organisasi ini sudah beranggotakan kurang lebih 4000 orang dan beberapa di antaranya adalah influencer.

Gerakan 4B mengajak perempuan berani menolak pemaksaan kepada perempuan untuk menerima dominasi laki-laki dimulai dari berpacaran, berhubungan seksual, menikah, hingga melahirkan anak. Mereka melawan pendapat bahwa perempuan harus mengemban fungsi “motherhood” saja.

Gerakan 4B menganggap perempuan akan lebih berbahagia tanpa direcoki laki-laki. Pemikiran tersebut dimaksudkan untuk membebaskan perempuan dari ketidakadilan, bahkan lebih dari itu: mendobrak budaya perempuan dianggap sebagai obyek.

Salah satu aktivitas yang dilakukan 4B adalah “Escape The Corset”, aksi menentang standar kecantikan Korea Selatan. Di sebuah video yang viral di media sosial, mereka terlihat menghancurkan koleksi make up. Duh, jiwa missqueenku menangys mengetahui ada skincare tersia-sia.

Bahkan menurut Shin Gi-wook, sosiolog dari Standford University, gerakan 4B merupakan merupakan aksi feminis paling radikal yang pernah terjadi di Korea Selatan.

Membayangkan gerakan yang “radikal” semacam itu muncul di Indonesia pasti akan sangat mengguncang jiwa raga pihak tertentu yang cara berpikirnya bagai kanebo kering. Apalagi mereka yang terheran-heran saat ada perempuan mengidolakan Siti Aisyah tapi menolak poligami, perlu diselepet karet gelang sama Ji Sun-woo tuh!

Mengamini kesetaraan gender dalam rumah tangga dan menjaga “onderdil” laki-laki supaya gak gampang ON tiap ada perempuan yang bening itu perlu diusahakan sepenuh hati.

Jumlah perempuan memang lebih banyak, tapi jika mayoritas menolak pernikahan lalu bagaimana, masa mau impor?

BACA JUGA Laki-laki Juga Bisa Jadi Korban Kekerasan dan tulisan Aminah Sri Prabasari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Mei 2020 oleh

Tags: drakorFeminismeGerakan 4BKesetaraan Genderkim ji young: born 1982Korea SelatanselingkuhThe World of the Married
Aminah Sri Prabasari

Aminah Sri Prabasari

Perempuan yg merdeka, pegawai swasta yg punya kerja sambilan, pembaca yg sesekali menulis. Tertarik pada isu gender, politik, sosial dan budaya.

ArtikelTerkait

Melihat Bagaimana Sinetron Indonesia Mencekoki Kita dengan Budaya Patriarki, program keluarga

Melihat Bagaimana Sinetron Indonesia Mencekoki Kita dengan Budaya Patriarki

11 Maret 2020
Surat untuk Gus Yahya Kesetaraan Gender Itu Nggak Cuma Ngurusin Kapasitas, Gus Terminal Mojok

Surat untuk Gus Yahya: Kesetaraan Gender Itu Nggak Cuma Ngurusin “Kapasitas”, Gus

22 Januari 2023
Membayangkan Dunia Tanpa Drama Korea, Mungkin Ini yang Akan Terjadi Mojok.co

Membayangkan Dunia Tanpa Drama Korea, Mungkin Ini yang Akan Terjadi

5 Maret 2025
7 Tips Traveling ke Korea Selatan Terminal Mojok

7 Tips Traveling ke Korea Selatan

10 April 2022
Tayuan, Film Semi Filipina Terbaik Tahun 2023 yang Realistis

Tayuan, Film Semi Filipina Terbaik Tahun 2023 yang Realistis

16 Desember 2023
4 Film Korea dengan Plot Twist Ciamik, Bikin Penonton Melongo Terminal Mojok

4 Film Korea dengan Plot Twist Ciamik, Bikin Penonton Melongo

30 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo Mojok.co

Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo

14 Januari 2026
Motor Supra, Motor Super yang Bikin Honda Jaya di Mata Rakyat (Sutrisno Gallery/Shutterstock.com)

Motor Supra Adalah Motor Super yang Mengangkat Nama Honda di Mata Rakyat

16 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

17 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.