Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ternak Lele adalah Kita yang Mulai Pragmatis

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
9 Oktober 2019
A A
Penyebab Orang Lamongan Pantang Makan Lele Meskipun Jualan Pecel Lele terminal mojok.co

Penyebab Orang Lamongan Pantang Makan Lele Meskipun Jualan Pecel Lele terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Jika pada hari ini kamu sibuk terus-menerus di depan layar laptop dan selalu bolak-balik untuk mencetak di tempat fotocopy. Selamat, tandanya kamu sudah masuk masa-masa akhir semester yang kritis. Syukurin, makan terus itu revisi sampai mual. Begitu pun dengan gua. Duh, Gusti~

Selama empat tahun kuliah di kampus, gua merasa sepertinya manusia yang belajar di dalam kampus; mahasiswa, memang banyak ragamnya dan bentuk modelnya. Tapi, sekiranya akan memasuki semester akhir yang laten, ujungnya pasti sama. Pusing memikirkan, mencari jurnal, sampai revisi yang menghantui. Semuanya nggak enak.

Apalagi saat orang-orang disekitar kita mulai bertanya perihal skripsi. Menyebalkan!

Tolonglah, kami semester akhir ini tidak perlu ditanya sudah bab berapa atau sekian. Kalau-kalau, itu hanya sekadar basa-basi yang berujung seperti, “Kok lama?” “Si itu sudah lulus, padahal” “Si anu cuman 3,5 tahun, loh”. Coba yang sering ditanyakan seperti itu, mari kita bergandengan tangan dan mengatakan: BODO AMAT!

Halo, memangnya kamu semua sekalian kira itu akan menyelesaikan masalah? Memangnya, kamu semua kira saya tidak mau cepat selesai? Semuanya mau cepat selesai, tapi ada yang karena masalah kurikulum, dosen, jarak dan sebagainya. Mending, jika yang bertanya adalah orang tua atau dosen pembimbing sendiri. Lah, sekarang sampai tukang bakso yang saya kenal sampai nanyain perihal bab. Apa hubunganya, Malih?

Oke, paragraf di atas memang hanya beberapa curhatan saya tentang bagaimana orang-orang di sekitar kita yang selalu ingin menyemangati, tapi caranya salah dan sangat sok tahu. Jadi, ya lebih baik sekadar nanya dan kalau tak punya solusi diam saja. Mingkem nggih.

Jadi, sebenarnya saya bukan hendak curhat loh. Ya, mohon maaf jika tulisan diatas terlalu emosional. Maklum, namanya juga manusia (Ya iyalah, masa kebo?) yang butuh curhat. Eak. Lanjut, jadi sebenarnya saya melihat-lihat dan merasakan fase-fase yang terjadi pada mahasiswa. Pada umumnya, dan ini cuman penglihatan saya pribadi, loh. Jadi, ya, jangan dihujat. Cukup ajak ngopi ae.

Jadi, pertama kali menginjak kampus pastinya rasa penasaran bergejolak. Masih muda, masih segar otaknya untuk diisi dengan pikiran-pikiran berat, yang mana tersaji dan tersedia di kampus. Mau jadi seorang yang libertarian bisa, mau jadi yang religius bisa, mau jadi agak kiri bisa. Asal, jangan sambil bawa buku merah bergambar kakek berjenggot dan bawa palu dengan arit.  Pokoknya, di kampus itu serba ada dan lengkap. Tinggal, bagaimana kita memilih dengan elok.

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Tidak Punya Uang

Begini Rasanya Dapat Dosen Pembimbing Skripsi Seorang Dekan Fakultas, Semuanya Jadi Lebih Lancar

Kembali ke topik, masa-masa pengembangan dan menemukan pemikiran di masa awal semester yang membentuk dengan sedemikian rupa. Membuat darah muda semakin bergejolak, dan selalu membawa idealisme dengan tangan mengepa ke atas. Pokonya, idealis adalah harga mati. Ya nganu, pada masanya.

Tapi, tunggu dulu. Ribet sepertinya kalau tidak saya lis fase-fase ini. Baiklah, inilah 3 fase mahasiswa.

  1. Idealis

Banyaknya mahasiswa baru, apalagi yang baru mengenal dengan jalan perjuangan dan ideologi-ideologi yang masih baru ditelan dengan enaknya. Duh, darah muda dan perjuangan adalah komposisi apik. Mesti terburu-buru, terkadang masa ini paling dinikmati. Apalagi, jika pada masa ini menemukan sang pujaan hati. Ulalala dan uwuwuwu dalam pemikiran yang idealis adalah nikmat tiada duanya~

  1. Pragmatis

Masa-masa ini, biasanya adalah masa ketika sudah mulai letih dengan realita kampus yang begitu-begitu saja. Mulai sadar, ternyata hidup itu ekspektasinya haruslah sejalan dengan diri sendiri dan yang terpenting adalah ketika sudah mengenal uang. Seperti lagu dangdut: semua orang butuh duit~

  1. Ternak Leleis

Loh, apa tidak salah ketik saya ini? Saya katakan, sungguh tidak ada salah ketik. Kenapa ada tahap ini, dan mengapa menjadi tahap akhir? Jadi begini ceritanya; pada suatu ketika saya sedang ngobrol-ngobrol santuy di kosan. Saat ngobrol pasti ada lawan bicaranya, dong. Kebetulan, lawan bicara saya adalah senior saya. Senior ini, sama dengan senior yang saya ceritakan di tulisan sebelumnya. Itu, tulisan berjudul ‘Mahasiswa Idealis Tanpa Romansa adalah Ambyar’. Orangnya sama, tapi kali ini beda kasus. Jadi, betapa banyak bacaanmu saat kuliah. Entah tentang sejarah, filsafat, sosiologi, atau apapun itu. Maka, saat sudah lulius dari kampus, ya, bacaan akan menjadi ke ‘Tips ternak lele sukses’ atau ‘Tips sukses ternak lele dengan modal sedikit’. Semisalnya begitu, judul bukunya. Dan, senior saya ini sedang mengalami fase ini. Tanpa angin, dan hujan tiba-tiba mengajak berbisnis ternak lele.

Jadi, ya, koyo ngono kira-kira bagaimana pandanganku bagaimana mahasiswa mengalama fase-fase transisi yang cukup lumayan aneh. Semester 1 membaca buku-buku Gramsci, semester akhir ternak lele. Sungguh nyentrik hidup ini memang. Tak apa, asal senang dan bahagia bersama kekasih. Uwuuwuwu~

Akhir kalam, ini hanya guyon. Kalau ndak terima, ya, sini lah ngops. Jangan cuman ngedumel, terus menghujat. Pokoknya, mau jadi ternak lele sekalipun, tetaplah cintaku padamu satu tak terbawa arus empang. (*)

BACA JUGA Wahai Netizen, Kok Kalian Gitu Sih Sama Cinta Laura? atau tulisan Nasrullah Alif lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2019 oleh

Tags: cari kerjaMahasiswapeluang usahaternak leleWirausaha
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

Bekerja Sesuai Passion Itu Klise, Layaknya Kata Manis yang Bikin Diabetes terminal mojok.co

Apakah Pekerjaan Tiap Sarjana Muda adalah Mencari Pekerjaan?

24 Juli 2019
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi

Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi

13 Oktober 2025
mantan pacar

Pacarku Dapat Pacar Baru di Lokasi KKN

10 Juni 2019
Buat Anak Organisasi Mahasiswa, Berhenti Bolos Masuk Kelas, Kegiatanmu Tidak Sepenting Itu!

Buat Anak Organisasi Mahasiswa, Berhenti Bolos Masuk Kelas, Kegiatanmu Tidak Sepenting Itu!

20 Juli 2025
universitas mahasantuy

Alasan UM Dikenal Sebagai Universitas Mahasantuy

14 April 2020
memulai usaha

Memulai Usaha, Mulainya dari Mana?

30 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosen Numpang Nama di Jurnal, Vampir Akademik Pengisap Darah Mahasiswa yang Banting Badan demi Kelulusan

Dosen Indonesia Itu Bukan Peneliti, tapi Buruh Laporan yang Kebetulan Punya Jadwal Ngajar

6 Januari 2026
Seharusnya Suzuki Melakukan 3 Hal Ini Supaya Motornya Diminati Banyak Orang

Seharusnya Suzuki Melakukan 3 Hal Ini Supaya Motornya Diminati Banyak Orang

10 Januari 2026
3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co

3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah

9 Januari 2026
Honda Civic Genio: Tampan, Nyaman, Harga 30 Jutaan, tapi Menuntut Kesabaran Mojok.co

Honda Civic Genio: Tampan, Nyaman, Harga 30 Jutaan, tapi Menuntut Kesabaran

6 Januari 2026
Grand Livina Bukan Mobil Lemah, Ia Adalah Bukti Kenyamanan Sejati Memang Butuh Ongkos dan Keringat

Grand Livina Bukan Mobil Lemah, Ia Adalah Bukti Kenyamanan Sejati Memang Butuh Ongkos dan Keringat

5 Januari 2026
Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat Mojok.co

Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat

5 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.