Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Saya Hidup Cukup Lama hingga Bisa Melihat Wonosobo yang Daerah Pegunungan Itu Kebanjiran

Anita Sari oleh Anita Sari
12 Desember 2025
A A
Saya Hidup Cukup Lama hingga Bisa Melihat Wonosobo yang Daerah Pegunungan Itu Kebanjiran Mojok.co

Saya Hidup Cukup Lama hingga Bisa Melihat Wonosobo yang Daerah Pegunungan Itu Kebanjiran (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir-akhir ini Wonosobo membuat saya terheran-heran. Daerah pegunungan itu ternyata bisa banjir. Hal yang tidak pernah dijelaskan di buku-buku sekolah dahulu. Di mana-mana, daerah yang rawan banjir itu ya dataran rendah dan dekat sungai, bukan dataran tinggi seperti Wonosobo. 

Memang, daerah pegunungan memungkinkan terjadi banjir, terlebih ketika curah hujan begitu tinggi dan sungai-sungai tidak mampu menampungnya. Namun, banjir yang ditimbulkan biasanya tidak besar, tidak sampai memporak-porandakan daerah sekitar.

Keheranan itu tidak saya rasakan sendiri. Warga lain juga mungkin terheran-heran karena Wonosobo yang dahulu tidak seperti ini. Namun, setelah mengetahui banyak hal, saya kira banjir ini bukan hal yang mengagetkan. Banjir hanyalah puncak dari gunung es, dasar atau sebab persoalannya adalah normalisasi akan hal-hal yang sebenarnya keliru.  

Dihantui alasan wisata

Saya melihat banyak terjadi alih lahan perkebunan atau hutan menjadi wisata alam baru di Wonosobo. Memang ada kata “alam” dalam “wisata alam”, tapi praktiknya sungguh nggak ramah pada lingkungan. Alih-alih berdaya, pembukaan wisata justru menyakiti alam. Semua itu karena sebagian kawasan hijau menjadi hilang.

Secara ekologis, kawasan hijau punya guna sebagai daerah resapan air. Apabila resapan air berkurang maka air dari kawasan atas lari secara cepat menuju wilayah bawah seperti sungai. Kita tahu bahwa sungai punya keterbatasan dalam menampung air. Ketika sungai sudah kewalahan, maka airnya membludak ke pemukiman warga. Begitulah mekanisme singkat kenapa Wonosobo bisa banjir.

Pengalaman pribadi nih, tahun lalu saat musim penghujan, saya mendapati jalan raya di Wonosobo digenangi air deras. Kapasitasnya memang masih bisa ditoleransi. Tapi, tahun ini luapan air sungai di Kecamatan Mojotengah, Wonosobo bisa sampai menyeret pengendara motor. Bahkan, bikin infrastruktur jadi rusak.

Kalau dari tahun ke tahun bertambah buruk, kita layak mempertanyakan kapasitas banjir di tahun depan. Hal ini selaras dengan alih lahan yang terus-menerus menguliti alam Wonosobo.

Menjamurnya penginapan di Wonosobo

Penginapan semakin menjamur di Wonosobo. Sekilas memang kawasan terlihat modern dan tidak sepi. Tapi, itu bukan hal yang patut dinormalisasi karena semakin luas pembangunannya, daerah resapan air juga makin berkurang jumlahnya.

Baca Juga:

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

Fakta di lapangan demikian. Di Wonosobo, banyak yang tadinya kebun warga, tegalan, atau hutan masyarakat tiba-tiba berubah jadi penginapan berbagai model.

Contohnya, di sepanjang Jalan Teh Bedakah hingga arah Dieng. Di sana ada pengembangan wisata Gunung Cilik. Seiring populernya wisata tersebut beton-beton mulai mengisi area wisata. Kemudian disusul, cafe, vila, glamping, dan penginapan lainnya.

Area Telaga Menjer juga begitu. Saat kalian berkunjung ke sana coba tengok ke perbukitan sekitar yang di situ tampak penginapan. Baik yang sudah jadi maupun yang sedang dibangun. Di sekitar Curug Sikarim juga demikian. Sikarim yang indah makin hits. Area sekitar disulap para investor menjadi cafe-cafe yang menutup lahan perbukitan.

Kalau Wonosobo Banjir, ya kita perlu melek. Ada alih lahan menjadi penginapan atau cafe yang selama ini dianggap normal-normal saja. Padahal itu semua adalah pemicu banjir.

Tata kelola ruang yang buruk

Penyebab lain, alih lahan di Wonosobo tidak disertai tata kelola ruang yang cakap oleh pemerintah. Cara kerja mereka agaknya perlu dipertanyakan. Hal ini karena Wonosobo dikelilingi banyak pegunungan yang bisa menjadi penahan air. Air bisa ditahan di kawasan atas. Kalau air tidak tertahan dan menjadi banjir, itu berarti kegiatan alih lahan diizinkan secara jor-joran oleh mereka.

Lazimnya, ada izin pembangunan yang tidak mudah dan serampangan. Pembangunan industri-ekologis disertai tetek bengek aturan untuk mempertahankan alam pada hakikatnya. Tetek bengek itu menjadikan investor berpikir dua kali. Tapi, nyatanya, alih lahan terjadi begitu masif. Bisa jadi aturan-aturan itu sudah dinegosiasi lewat cara yang menguntungkan individu.

Urusan izin juga ada kaitannya dengan arus kapital. Tuan modal yang punya ekonomi memadai akan memuaskan masyarakat kecil terlebih dahulu. Lewat cara penggelontoran uang dalam jual-beli tanah. Masyarakat dibuat buta oleh uang. Tapi tak lama lagi mereka hanyalah tamu di tanahnya sendiri.

Alih lahan yang terjadi sulit diperbaiki. Alternatif pengembangan wisata alam lewat cara alih lahan tak patut dinormalisasi. Alternatif lain, misalnya saja lewat budaya bertutur sambil menelusuri lahan lokal milik masyarakat. Cara itu setidaknya tidak akan merugikan alam dan warga sekitar.

Sekarang, saatnya memberi protes keras terhadap kegiatan alih fungsi lahan di Kabupaten Wonosobo yang semakin keterlaluan. Protes sangat dibutuhkan agar warga Wonosobo tidak menanggung dampak lebih berat di masa mendatang.

Penulis: Anita Sari
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Wonosobo Ternyata Lebih Ramah bagi Wisatawan ketimbang Jogja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2025 oleh

Tags: banjirdienghujankebanjiranwonosobo
Anita Sari

Anita Sari

Warga Temanggung yang percaya bahwa kreativitas lahir dari perjalanan. Penikmat jalan-jalan yang hobi melempar opini kecil-kecilan tentang dunia.

ArtikelTerkait

Nestapa Perantau di Kota Malang, Tiap Hari Cemas karena Banjir yang Kian Ganas Mojok.co

Nestapa Perantau di Kota Malang, Tiap Hari Cemas karena Banjir yang Kian Ganas

13 Desember 2025
Tempe Kemul, Bukan Mendoan dan Tempe Tepung. Ini Tempe Aliran 'Keras' terminal mojok.co

Tempe Kemul, Bukan Mendoan dan Tempe Tepung. Ini Tempe Aliran ‘Keras’

1 Maret 2021
Jalan Raya Dieng-Kejajar, Jalur yang Membuat Pengendara Mengeluh hingga Misuh Mojok.co

Jalan Raya Dieng-Kejajar, Jalur yang Membuat Pengendara Mengeluh hingga Misuh

14 Mei 2024
Coba Tanya 3 Kata Lucu ke Orang Malang, Pasti Jawabannya Adalah Jembatan Suhat Banjir

Coba Tanya 3 Kata Lucu ke Orang Malang, Pasti Jawabannya Adalah Jembatan Suhat Banjir

11 Januari 2024
Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita! wonosobo

Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita!

15 Juli 2024
3 Keunikan Kota Solo yang Nggak Mungkin Ditiru Kota Lain (Unsplash)

Saya Sudah Muak dengan Kota Solo yang Berhenti Nyaman dan Berhenti Menyenangkan

5 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara- Beli Mahal, dapatnya Bangkai (Wikimedia Commons)

Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara: Membayar Tiket Eksekutif demi Uji Nyali Makan Nasi yang Sudah Almarhum

29 Maret 2026
Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh Mojok.co

Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh

28 Maret 2026
Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel Mojok.co

Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel

27 Maret 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

Mewakili Warga Tegal, Saya Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf kepada Pemudik

28 Maret 2026
Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

29 Maret 2026
Kelebihan dan Kekurangan Cicilan Emas yang Harus Kamu Ketahui sebelum Berinvestasi

Dilema Investasi Emas Bikin Maju Mundur: Kalau Beli, Takut Harganya Turun, kalau Nggak Beli, Nanti Makin Naik

30 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.