Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
25 Juni 2026
A A
Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan Mojok.co

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan  (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tentrem Mall Semarang saya rasa lebih cocok disebut sebagai ruang tamu hotel daripada pusat perbelanjaan. Di tempat lain, pusat perbelanjaan sama artinya dengan tempat buang-buang. Mulai dari berburu diskonan, jajan makanan viral, sampai beli barang lucu yang sebenarnya nirfaedah.

Kondisi tersebut akan sulit kalian temui di Tentrem Mall. Mal yang jaraknya cuma selemparan baru dari Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang ini punya pasar sendiri, tidak untuk semua orang. Jangankan buang-buang uang, bisa jadi duit yang kalian bawa tidak sanggup membeli satu item dari tempat ini. 

Tentrem Mall Semarang semacam lobi raksasa untuk hotel bintang lima di sebelahnya

Sebenarnya, nggak perlu heran kalau vibes mal ini terasa jauh beda dari pusat perbelanjaan lain di Semarang. Sejak awal, Tentrem Mal memang nggak didesain untuk jadi destinasi belanja. Tapi, sebagai perpanjangan kemewahan Hotel Tentrem yang lokasinya menempel persis di sisi mal.

Bisa dibilang, mall ini hanyalah pelengkap fasilitas hotel berbintang yang disulap menjadi area publik. Jadi, kalau sesekali merasa tempat ini lebih mirip lobi hotel raksasa ketimbang pusat perbelanjaan, memang itulah maksud aslinya. 

Pengunjung umum sejatinya hanya menumpang menikmati kemegahan bangunan yang memang dikonsep untuk memanjakan para tamu hotel sebagai pelanggan utama.

Buktinya, daripada dipadati deretan gerai fashion, Tentrem Mall lebih banyak tenant makanan dan hiburan yang mengisi setiap sudut. Secara nggak langsung, ini menjadi sinyal kuat bahwa mal tersebut lebih berfungsi sebagai tempat mengisi perut dan menghabiskan waktu luang. Entah itu menonton film atau bermain di playground. Yang pasti, bukan tempat yang tepat untuk berburu promo diskon akhir bulan.

Tentrem Mall hanya menjual barang-barang esensial dan premium bagi mereka yang transit di Semarang

Walau nggak ramai, tenant yang mengisi setiap sudut Tentrem Mal jelas bukan merek sembarangan. Produk yang dijajakan sangat terkurasi. Misalnya, Periplus Bookstore, O.W.L, Farmers Market, hingga Golden Geisha. Sayangnya, deretan toko ini memang kurang ramah bagi dompet yang sedang menghitung sisa saldo akhir bulan.

Jadi, kalau niatnya datang ke sini hanya untuk berburu barang kebutuhan sehari-hari yang terjangkau, bersiaplah untuk menelan ludah. Nominal yang terpampang di setiap barang seolah menjadi penyaring alami, menyesuaikan dengan target pasar utama, yakni tamu menginap hotel yang menaungi mall ini. Fenomena seleksi alam ini pun jadi pengingat yang cukup ampuh bahwa belanja di tempat ini bukanlah sebuah agenda rutin setiap akhir pekan.

Baca Juga:

Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau 

3 Hal yang Jarang Orang Katakan Soal Berkendara di Semarang, Tantangannya Tak Hanya Banjir Rob dan Banjir Dadakan

Fasilitas publik di tengah eksklusivitas

Meski sepintas tampak seperti mall mewah yang dibangun karena iseng, Tentrem Mall ternyata punya peran yang cukup berarti bagi warga Semarang. Tengok saja saat pandemi lalu. Salah satu sudutnya disulap menjadi sentra vaksinasi massal yang sangat membantu.

Bahkan, sekarang, layanan perpanjangan paspor pun tersedia di sini. Lokasinya berada di lower ground, tepat di samping area food court. Penempatan ini seolah menegaskan bahwa di balik kesan eksklusif dan angkuh yang terpancar dari arsitekturnya, mal ini tetap menaruh ruang terbuka bagi masyarakat luas untuk mengakses layanan publik dengan nyaman.

Dari bazar barang bekas sampai acara olahraga, mal ini serba bisa

Berbeda dengan mal pada umumnya yang isinya cuma deretan toko, di sini pengunjung lebih sering disuguhi berbagai acara seru yang nggak biasa. Mulai dari bazar thrifting, event tematik, pameran kuliner, sampai kegiatan olahraga di area atrium. Bahkan, di salah satu lantainya, ada pusat edukasi beragam keterampilan bagi anak-anak.

Tentrem Mall seolah sadar betul kalau ruang seluas itu sayang sekali jika hanya dipakai untuk lalu-lalang saja. Mal ini justru lebih berfungsi sebagai venue untuk berbagai kegiatan kolektif. Bagi pihak pengelola, menciptakan interaksi antarmanusia di dalam ruang estetik terasa jauh lebih berharga dibanding sekadar transaksi jual beli barang.

Kehadiran pusat perbelanjaan unik seperti Tentrem Mall Semarang di tengah kota bukan sekadar tentang seberapa banyak nominal rupiah. Sebaliknya, mal tersebut bisa jadi pengingat masyarakat bahwa kemewahan itu spektrumnya luas. Bukan hanya dalam bentuk barang berlabel harga fantastis, nyatanya kemewahan bisa berupa bentuk kenyamanan ruang yang bisa dinikmati bersama tanpa lirikan ketus pramuniaga.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Juni 2026 oleh

Tags: mal semarangSemarangtentremtentrem malltentrem mall semarang
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

3 Alasan Demak Kalah Tenar Dibanding Kabupaten di Sekelilingnya

3 Alasan Demak Kalah Tenar Dibanding Kabupaten di Sekelilingnya

11 Maret 2023
7 Culture Shock Orang Sulawesi ketika Merantau ke Semarang Mojok.co

7 Culture Shock Orang Sulawesi ketika Merantau ke Semarang

29 Oktober 2024
Beat Karbu, Motor Honda Paling Boros yang Bikin Sengsara (Firzafp via Wikimedia Commons)

Beat Karbu Adalah Motor Sengsara, meski Lincah tapi Motor Honda Ini Boros dan Nggak Semua Semua Orang Cocok Mengendarainya

1 Juni 2024
Sulit Rasanya Membayangkan Semarang Tanpa UIN Walisongo (Unsplash)

Sulit Rasanya Membayangkan Semarang Tanpa UIN Walisongo

8 April 2025
5 Kuliner Semarang yang Sebaiknya Jangan Dibawa Pulang, Lebih Nikmat Disantap di Tempat (Mojok.co)

5 Kuliner Semarang yang Sebaiknya Jangan Dibawa Pulang, Lebih Nikmat Disantap di Tempat

4 Desember 2024
Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Paling Selatan Kabupaten Semarang yang Memiliki Potensi Luar Biasa

Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Paling Selatan Kabupaten Semarang yang Memiliki Potensi Luar Biasa

22 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

S2 UGM Diperebutkan Lulusan S1 dari Kampus Mana Aja kecuali dari Kampus Sendiri Mojok

Boikot UGM Itu Hak Semua Orang, tapi Jangan Lupa Kalau Keterima UGM itu Nggak (Pernah) Gampang  

19 Juni 2026
Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi itu hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi Itu Hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

24 Juni 2026
Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan organisasi kampus

Rapat Organisasi Kampus: Belajar Berorganisasi atau Cuma Belajar Boros?

23 Juni 2026
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!

22 Juni 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Anggaran Perpustakaan Itu Mahal, tapi Kita Tak Pernah Peduli karena Maunya Terima Jadi

22 Juni 2026
Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah yang Jadi Sarang Tikus (Unsplash)

Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah: Ketika Rumah Tua Berubah Menjadi Sarang Tikus

21 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.