Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

‘Ted Lasso’, Series Sepak Bola yang Harus Ditonton Coach Justin

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
19 Oktober 2020
A A
Koch justin netizen indonesia @txtdaricoachy ted lasso coach justin pendapat opini assist mojok

@txtdaricoachy ted lasso coach justin pendapat opini assist mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Dipanggil coach, tetapi bukan pelatih. Menghimpun sebuah tim sepak bola, namun pengalaman sepak bolanya nihil. Memang ia mantan pelatih sepak bola, walau sama-sama olahraga yang menggunakan bola, namun bolanya nggak disepak. Anehnya, jajaran orang-orang penting di klub itu mendukung blio.

Gimana? Tahu nggak saya sedang ngomongin apa? Betul sekali, sepertinya kalian bisa membaca pikiran saya. Seperti apa yang ada di pikiran kalian, saya sedang ngerasani Ted Lasso. Tokoh utama dalam series yang diudarakan oleh Apple+ pada 2020.

Ketika banyak series mengambil cetak biru dari komik atau franchise sebuah film, Ted Lasso adalah tokoh fiktif yang pernah tampil dalam iklan NBC Sport pada 2013 silam. Dalam iklan ia diceritakan melatih Tottenham Hotspur F.C. yang berkompetisi di Premier League.

Ted Lasso adalah pelatih American football. Blio disewa oleh AFC Richmond yang berkompetisi di Premier League. Gegerlah dunia si kulit bundar. Bagaimana bisa orang yang nggak paham sepak bola, justru disuruh jadi pelatih kepala salah satu tim Premier League. Jebul ada drama di baliknya, yang rasanya kalian harus tonton sendiri untuk menyingkap tabirnya.

Di sini saya mau bercerita, series tentang Ted Lasso ini sangat cocok ditonton untuk Coach Justin, coach yang nggak ngelatih dan sedang digandrungi anak-anak yang tiap sore masih meler ingusnya. Pun blio seorang pandit layar kaca yang dicari ngotot, kepala batu, dan punya argumen spektakuler. Ketika Zen RS membangun sepak bola Indonesia melalui segi kepenulisan, coach yang nggak nge-coach ini melalui segi marah-marah dan ngototnya. Begitulah.

Kenapa saya sangat menyarankan untuk ditonton oleh blio? Pertama dan yang paling utama, sifat bersahaja Ted Lasso bisa sangat dicontoh. Ia mengaku tidak paham sepak bola. Lho ya gimana paham, bahkan ia lebih tahu apa itu punt returner ketimbang assist. Beneran, di episode satu, seorang jurnalis Independent Inggris bertanya apa itu assist dan ia nggak tahu.

Melalui kejujuran dari ketidaktahuannya, ia didekati oleh orang-orang yang baik. Pelatih Beard dan Nathan, seorang kit man AFC Richmond. Ya, dari pada mengeluarkan statemen aneh kepada publik dan sok tahu dengan ilmu sepak bolanya, Ted lebih memilih untuk diam dan “melucu”.

Walau secara tersirat, saya menangkap bahwa Ted benar-benar sayang kepada sepak bola. Menurutnya, olahraga ini sangat sentimentil. Suaranya, terutama bagi publik London, bisa didengar dan diolah oleh mereka yang baru tumbuh dan paham sepak bola. Ia rela dikatakan “keparat” asalkan ia memurnikan hatinya untuk melatih, tidak dengan mengeluarkan statemen konyol yang bisa merusak apa itu sepak bola.

Baca Juga:

Manajemen Tolol Penyebab PSS Sleman Degradasi dan Sudah Sepatutnya Mereka Bertanggung Jawab!

Olahraga Lari Adalah Olahraga yang Lebih “Drama” ketimbang Sepak Bola

Ia punya anak, ia pernah mengunjungi TK Richmond, ia garis lurus, sepak bola sudah menyerap sampai pori-pori paling dalam di kehidupan mereka. Tendensi ini lah bahwa sepak bola Richmond butuh sosok yang berusaha, bukan yang sesumbar bahwa ia bisa segalanya.

Kedua, mendengarkan pendapat orang lain. Wah, kalau ini Coach Justin juaranya, saya percaya itu. Tapi, nggak ada salahnya to belajar menghargai melalui cara Ted? Begini, dalam satu momen, Ted bicara kepada Nathan, “aku butuh saranmu.” Ya, bahkan ia meminta saran kepada seorang kit man.

Seperti yang sudah saya katakan di awal, seluruh publik Richmond mencemoohnya. Bahkan, di suatu kafe, ia masih saja diolok-olok oleh pendukung Richmond. Alih-alih ngeblok media sosial mereka, eh, maksud saya alih-alih melawan dengan ketegangan, Ted memilih untuk “melucu”, lagi.

Entah naif atau memang pawakannya, Ted itu sungguh nrimo. Ia nggak pernah ngatain tolol, bego,  atau pekok kepada orang lain. Dia sadar, yang ia tahu mengenai sepak bola hanyalah ia tidak tahu apa-apa. Ia nggak pernah ngenyek tim atau orang lain dengan sebutan kardus. Pun dengan Justin. Ia adalah pundit panutan yang tiap gerak-gerik, tutur kata, dan ilmu luar biasanya kepada anak-anak yang mengidolakannya. Pun dengan Ted. Sungguh perbandingan yang setara.

Ketiga, dari series ini, Coach Justin bisa banting setir jadi nge-coach dunia sepak bola beneran. Ted saja yang dari American football mau mencoba, apalagi Justin yang dari dunia futsal. Ibarat gelar akademik, jika tidak dipergunakan, akan sia-sia. Begitu pula dengan gelar coach yang tersemat kepada blio yang lucu ini.

Series yang dimainkan oleh Jason Sudeikis ini sangat cocok untuk dinikmati oleh kita semua, termasuk Coach Justin yang sedang digandrungi itu. Saya nggak mengatakan plot Ted Lasso dan Justin sama lho, ya. Tapi, dari series yang satu ini, terlepas dari drama dan komedinya, kita bisa paham apa itu pass dan assist. Hal yang paling sederhana dalam dunia sepak bola, yang justru nggak blio ketahui. Begitulah sekiranya.

BACA JUGA 7 Alasan Orang Perlu Pindah Medsos ke TikTok dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2020 oleh

Tags: coach justinSepak Bolaseriested lasso
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

kante

Hidup Seperti Kante, Bukan Larry

20 September 2019
sepatu futsal specs ortuseight mojok

4 Alasan Sepatu Futsal Ortuseight Lebih Baik Dibanding Specs

16 Juni 2021
Arsenal Butuh Factory Reset terminal mojok

Arsenal Butuh Factory Reset

1 September 2021
ulang tahun pssi ke-90 mojok

PSSI 90 Tahun: Lebih Tua Ketimbang Indonesia tapi Masalahnya Sama

19 April 2020
divock origi

Divock Origi, Bukti Sepak Bola Punya Tempat Spesial untuk Keberuntungan

7 Desember 2021
Olahraga Lari itu Sederhana, Kamu Sendiri yang Bikin Rumit

Olahraga Lari Adalah Olahraga yang Lebih “Drama” ketimbang Sepak Bola

18 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.