Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Tato Bukan Ukuran Seseorang Jahat atau Tidak

Tappin Saragih oleh Tappin Saragih
17 Juli 2019
A A
tato

Menggelar Acara Makan Gratis Memupuskan Stigma Negatif Saya pada Preman Pasar terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak 2015, saya sudah punya keinginan bikin tato di tangan. Semula, keinginan itu muncul kerena beberapa teman punya tato. Kebanyakan dari mereka punya gambar—desain—yang menurut saya pribadi sangat keren dan artistik. Apalagi dulu saya kuliah di ISI. Jadi sehari-hari, saya biasa melihat pemandangan orang-orang bertato.

Alasan mereka bikin tato beragam. Misalnya, motivasi diri, nazar, momen—kelahiran anak, karya, alarm—pengingat diri, tradisi turun temurun, gaya atau hanya sekedar ikut-ikutan. Tapi secara umum, mereka punya alasan yang menarik.

ADVERTISEMENT

Dari video-video yang pernah saya tonton—pemain bola, musisi, artis, bahkan selebritis—kebanyakan juga begitu. Joko Anwar bikin tato dengan judul film—Punch-Drunk Love—yang sudah mengispirasi dan membuatnya percaya kembali dengan cinta. Erix Soekamti misalnya bikin tato I’MPOSSIBLE sebagai pengingat di kala sedang terpuruk, tidak semangat atau banyak masalah.

Dari kisah-kisah tersebut, saya pun tertarik bikin tato. Tapi saya masih bingung mau bikin apa. Kelak saya ingin bikin tato dari salah satu karya atau satu momen yang benar-benar spesial dari perjalanan hidup saya. Untuk saat ini, saya harus menundanya dulu sembari memikirkan konsep serta letak tato yang akan saya pahatkan.

Walau begitu, ketika saya menceritakan keinginan itu kepada orang tua, saya langsung ditegur. Ibu dengan tegas tidak setuju. Katanya saya akan tampak seperti preman, anak jalanan dan tidak berpendidikan. Singkatnya, ibu sangat malu kalau anaknya bertato. “Apa kata orang-orang kalau kamu bikin tato? Malu nanti ibu.” Hal serupa pernah saya ceritakan ke pacar saya—mantan maksud saya hehe. Dia keberatan dan tidak suka. Jawabannya hampir sama dengan ibu.

Mendengar penolakan itu, saya tidak terlalu sedih atau kecewa. Saya tidak terkejut. Jangankan tato, urusan rambut juga begitu. Suatu hari saya pulang kampung dengan rambut gondrong. Saat ibu melihat saya, dia pusing dan tak berhenti mengomel. Katanya saya sudah serupa orang-orang pasar—terminal. Ibu sampai lelah meminta saya potong rambut. Akhirnya saya pun tidak tega lalu menuruti mau ibu saat itu. Kemudian saya menyesal telah memotongnya sesudah kembali ke Jogja.

Dari pengalaman itu, saya akhirnya sadar betapa orang-orang masih mudah menilai seseorang hanya sebatas penampilan fisik. Kalau perempuan memakai pakaian mini—sexy—pasti hidupnya dianggap sudah tidak beres—bukan perempuan baik-baik. Kalau perempuan merokok dan minum alkohol, perempuan itu dianggap sudah rusak dan tak bermoral. Kalau perempuan menggunakan cadar akan dicurigai garis keras—jangan-jangan malah teroris.

Coba deh kita pikirkan. Apakah benar kalau laki-laki berambut gondrong sudah pasti tidak benar—tidak berpendidikan? Kalau tubuhnya dipenuhi tato berarti orang itu preman, bandar narkoba—orang jahat? Apa sudah terjamin, laki-laki yang terlihat santun dan rajin ibadah mempunya hati lurus dan bersih? Apa penampilan—tato—dan rambut sudah cukup menggambarkan kepribadian seseorang? Sampul buku yang ciamik belum tentu punya isi yang bagus. Sampul yang biasa-biasa saja belum tentu isinya tidak bermutu.

Baca Juga:

Anak Muda Muak Hidup di Wonogiri, Cari Kerja Susah apalagi yang Memberi Upah Layak

Lamongan, Kota yang Tak Pernah Lahir untuk Menjadi Rumah bagi Anak Mudanya

Kembali ke soal tato. Saat saya sudah punya tato tidak berarti saya serta merta menjadi penjahat. Dari mana anda yakin saya tanpa tato lebih baik? Lalu, bagaimana kita harus memandang budaya mereka yang punya tradisi tato seperti saudara-saudara kita, misalnya Dayak Kenyah Kalimantan? Apakah saya salah mengikuti—menghidupi—budaya orang lain yang saya anggap menarik—indah?

Banyak teman-teman yang sudah bertato dan masih berniat bikin tato mengalami hal serupa—penolakan.  Mereka dipandang anak berandal dan tidak jelas. Sering kali lingkungan sekitarnya memberikan penilaian yang negatif tentang diri mereka. Tak jarang calon mertua memandang dengan mata sebelah atau bahkan melarang anaknya dekat-dekat dengan lelaki bertato.

Menurut saya pribadi—saya juga menghidupinya, baik atau tidak seseorang sama seperti sebuah buku. Kita tidak bisa hanya melihat sampulnya semata.  Lalu dengan enteng berkata: “Buku itu bagus! Buku itu jelek!” Kita harus membaca isinya untuk menemukan jawaban. Namun kalau anda tetap kekeh berpandangan bahwa rambut gondrong dan bertato itu jelek—jahat, cobalah sejenak berkaca ke sekitar. Bagaimana menurut anda koruptor yang sangat rapi dan tidak bertato itu?

Seperti pepatah, tak kenal maka tak sayang. Jadi kelak ketika saya punya tato,jangan buru-buru menilai saya. Mari kita berkenalan dari hati ke hati lebih dulu. Siapa tahu jodoh kan? hehe

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: anak mudakenakalan remajaorang jahat dan baiktatotren fashion
Tappin Saragih

Tappin Saragih

ArtikelTerkait

Kraton Jogja Ingin Terbuka bagi Kaum Muda dengan Sibuk Renovasi? Nice! terminal mojok.co

Kraton Jogja Ingin Terbuka bagi Kaum Muda dengan Sibuk Renovasi? Nice!

2 Oktober 2021
kantin

Kantin Kejujuran dan Perilaku Darmaji (Dahar Lima Ngaku Siji)

29 Juli 2019
sukses di usia muda one piece seminar forum bisnis jessica tanoesoedibjo mojok

Bayangin 6 Tokoh One Piece Ngisi Seminar ‘Sukses di Usia Muda’ seperti Jessica Tanoe

18 April 2020
twitter

Twitter itu (Sedikit) Menyebalkan

27 Juli 2019
Telepon Ditakuti Anak Muda, Lebih Nyaman Bicara Melalui Chat

Telepon Ditakuti Anak Muda, Banyak yang Lebih Nyaman “Bicara” Melalui Chat

20 September 2024
pelajaran olahraga

Kita Semua Suka Pelajaran Olahraga

14 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

22 Agustus 2026
Gara-gara industri, matcha kini jadi overrated (Unsplash)

Matcha layak dicintai, hanya saja industri membuatnya jadi overrated

23 Agustus 2026
Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja Mojok.co

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja

23 Agustus 2026
Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026
30 menit ngopi di angkringan, puluhan info bawah tanah saya dapat (Shutterstock)

30 menit ngopi di angkringan, saya bisa mengakses puluhan informasi bawah tanah

23 Agustus 2026
Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

22 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.