Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

Tanpa Kitab Iqro, Kita Hanyalah Butiran Debu yang Tak Mengenal Al-Qur’an

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
28 Oktober 2022
A A
Tanpa Kitab Iqro, Kita Hanyalah Butiran Debu yang Tak Mengenal Al-Qur'an

Tanpa Kitab Iqro, Kita Hanyalah Butiran Debu yang Tak Mengenal Al-Qur'an (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak tragedi memilukan itu, saya memutuskan untuk beli buku Iqro sendiri di lapak pasar tradisional. Seperti santri TPA pada masanya, buku Iqro baru itu juga langsung saya tandai dengan beberapa coretan di bagian sampul depan. Tujuannya jelas, agar nggak ketuker dan meminimalisir risiko pindah tangan secara tak kasat mata. Maklum, kawan-kawan kecil saya cukup jahil bin nggrathil. Serius.

Ada beberapa model coretan yang biasa dipakai bocil untuk menandai buku ini. Salah satunya dengan menambah atau meniru pola gambar di sampul depan yang berbentuk segitiga kombinasi bulat itu di samping kanan kirinya. Konon, tiga pola gambar sampul depan itu ditafsirkan sebagai anak kecil yang sedang mengaji atau membaca buku Iqro. Entah benar atau salah, yang jelas setidaknya itu teori konspirasi yang saat itu berkembang luas di kalangan santri TPA di kampung halaman.

Sebagai anak yang tinggal di dekat masjid dan rajin TPA, membuat saya cukup lancar baca Iqro. Serius. Di saat kawan-kawan sebaya saya baru jilid 2, saya sudah jilid 4 sendiri. Artinya, buku prestasi Iqro saya di bagian keterangan penuh tulisan “Lancar”. Sementara, kawan-kawan saya, terutama si Heri nakal itu, buku prestasi Iqro-nya full tulisan “Mengulang”.

Prestasi dan privilese inilah yang membuat saya (nyaris) selalu diajak Mas Ustaz mengikuti berbagai kegiatan pengurus masjid, salah satunya acara yasinan atau selametan orang meninggal. Ketika ada selamatan, saya satu-satunya santri kecil di kampung yang ikut acara bapak-bapak. Bangga dan bahagia benar-benar saya rasakan waktu itu. Selain dianggap istimewa, saya juga jadi santri pertama yang membawa berkat kenduri. Mantap.

Ya, di saat semua peserta yasinan bawa buku Yasin, saya satu-satunya orang yang bawa buku Iqro. Maklum, waktu itu masih jilid 4. Jadi, ya, ketika bapak-bapak membaca surat Yasin, saya cuma bisa diem sesekali umak-umik sambil membuka-buka buku Iqro. Tapi, setelah baca surat Yasin selesai, giliran baca zikir dan tahlil, terutama bagian “lailahaillallah 33x”, saya menjadi orang yang paling lantang menyerukan kalimat syahadat itu. Apa pun itu, yang jelas, saya pulang tetap bawa berkat seperti bapak-bapak lainnya dong. Pastinya.

Meski begitu, ternyata prestasi masa kecil saya di bidang agama, nggak menjamin sepenuhnya saya sekarang jadi “orang bener”. Terbukti si Heri yang dulu saya anggap nakal, justru saat ini malah jadi ustaz dan masih (tetap) istiqomah mengajar anak-anak TPA di kampung halaman, Gunungkidul. Sementara saya, salat wajib saja masih bolong-bolong. Paling ikut salat berjamaah di masjid pas salat Jumat dan salat Idulfitri saja. Artinya, belajar agama memang butuh istiqomah dan nggak setengah-setengah. Dan, kawan kecil saya itu membuktikan semuanya.

Terlepas dari itu, di balik buku Iqro legendaris ini, ada jasa besar Kiai Haji As’ad Humam dari Kotagede, Yogyakarta. Beliaulah pelopor metode Iqro, sebuah metode belajar agar umat muslim bisa dengan cepat dan mudah membaca kitab suci Al-Quran. Sudah tidak terhitung berapa banyak santri, ustaz, kiai di Indonesia yang sangat terbantu dengan buku Iqro ini. Semoga beliau senantiasa mendapat tempat istimewa di sisi Allah SWT. Kullu sya in lillah, lahul fatihah.

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Rizky Prasetya

Baca Juga:

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

Guru Ngaji Cabul Bikin Hidup Sesama Guru Ngaji Menderita, Orang-orang Jadi Curiga dan Mem-bully dengan Panggilan “Walid”

BACA JUGA Gini Lho, Jangan Percaya Sama Metode Cepat Baca Alquran Secara Otodidak

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 28 Oktober 2022 oleh

Tags: al-quraniqrokitabngaji
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

Antara Ngaji Mazhab Khusyuk dan Mazhab Santuy, Pilih yang Mana MOJOK.CO

Ngaji Mazhab Khusyuk atau Mazhab Santuy, Pilih Mana?

7 Agustus 2020
tebuireng dipati wirabraja islamisasi lasem pondok pesantren ngajio sampek mati mojok

Membedah Tagline ‘Mondok Sampek Rabi, Ngaji Sampek Mati’ Anak Pesantren

7 November 2020
Kalau di Kota Ada Kirim Parsel, di Desa Ada Ater-ater Tipe-tipe Orang saat Menunggu Lebaran Datang Terima kasih kepada Tim Pencari Hilal! Ramadan Sudah Datang, eh Malah Menanti Bulan Syawal Ramadan Sudah Datang, eh Malah Menanti Lebaran Buku Turutan Legendaris dan Variasi Buku Belajar Huruf Hijaiyah dari Masa ke Masa Serba-serbi Belajar dan Mengamalkan Surah Alfatihah Pandemi dan Ikhtiar Zakat Menuju Manusia Saleh Sosial Inovasi Produk Mushaf Alquran, Mana yang Jadi Pilihanmu? Tahun 2020 dan Renungan ‘Amul Huzni Ngaji Alhikam dan Kegalauan Nasib Usaha Kita Nggak Takut Hantu, Cuma Pas Bulan Ramadan Doang? Saya Masih Penasaran dengan Sensasi Sahur On The Road Menuai Hikmah Nyanyian Pujian di Masjid Kampung Mengenang Asyiknya Main Petasan Setelah Tarawih Horornya Antrean Panjang di Pesantren Tiap Ramadan Menjadi Bucin Syar'i dengan Syair Kasidah Burdah Drama Bukber: Sungkan Balik Duluan tapi Takut Ketinggalan Tarawih Berjamaah Opsi Nama Anak yang Lahir di Bulan Ramadan, Selain Ramadan Panduan buat Ngabuburit di Rumah Aja Sebagai Santri, Berbuka Bersama Kiai Adalah Pengalaman yang Spesial Panduan buat Ngabuburit di Rumah Aja Pandemi Corona Datang, Ngaji Daring Jadi Andalan Tips Buka Bersama Anti Kejang karena Kantong Kering Mengenang Asyiknya Main Petasan Setelah Tarawih Rebutan Nonton Acara Sahur yang Seru-seruan vs Tausiyah Opsi Nama Anak yang Lahir di Bulan Ramadan, Selain Ramadan Drama Bukber: Sungkan Balik Duluan tapi Takut Ketinggalan Tarawih Berjamaah Sebagai Santri, Berbuka Bersama Kiai Adalah Pengalaman yang Spesial Aduh, Lemah Amat Terlalu Ngeribetin Warung Makan yang Tetap Buka Saat Ramadan Tong Tek: Tradisi Bangunin Sahur yang Dirindukan Kolak: Santapan Legendaris Saat Ramadan

Malam Ramadan, Edukasi Seks di Pesantren dengan Ngaji Qurrotul Uyun

14 Mei 2020
sejarah penyusunan mushaf al-qur'an mojok.co

Sejarah Penyusunan Mushaf Al-Qur’an Tidak Sesederhana Lagu Anak TPA

20 Mei 2020
aldi taher muncul sebagai bakal calon wakil gubernur sulteng gerakan millenials mengaji mojok.co

Orang Seperti Aldi Taher Jangan Terlalu Dipikir

5 September 2020
Dalam Ngaji, Para Lansia Itu Butuh Disemangati Bukan Ditakut-Takuti

Dalam Ngaji, Para Lansia Itu Butuh Disemangati Bukan Ditakut-takuti

2 Februari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
Jerat Motor Kredit Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat (Unsplash)

Motor Kredit Menciptakan Kabut Tebal yang Menyembunyikan Wajah Asli Kemiskinan, Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat

20 Maret 2026
Lotek Khas Solo Bikin Pencinta Lotek Asal Jogja Culture Shock

Lotek Adalah Kuliner Favorit Warga Jogja yang Lebih Janggal dan Lebih Ganjil daripada Gudeg

20 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Jangan Tanya Rekomendasi Tempat Wisata ke Orang Bandung karena Orang Bandung Asli Biasanya Nggak Tahu

Derita Menikah dengan Orang Bandung: Tidak Pernah Merasakan Drama Mudik hingga Selalu Diejek

21 Maret 2026
Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

20 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.