Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
20 Februari 2026
A A
Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Al Waqiah sedang menunjukkan sesuatu yang pahit, sekaligus menggandeng kita untuk melaluinya. Rasanya bikin lega banget.

Ada banyak sekali surah dalam Al-Qur.’an. Tiga puluh juz, ratusan surah, ribuan ayat. Ajaibnya, banyak umat muslim yang mampu menghafalnya. Tentu saja orang itu bukan saya. Kalau bicara pengin, jelas saya kepengin bisa hafal Al-Qur.’an. Tapi, yah, begitulah. Jangankan menghafal keseluruhan isi Al-Qur.’an. Juz 30 saja saya masih kepontal-pontal.

ADVERTISEMENT

Meski kepontal-pontal menghafal juz 30, saya punya surah favorit di luar juz 30 yang nyaris saya hafal. Kenapa nyaris? Karena kadang masih kebalik-balik. Tapi kalau dipancing dikit bagian awalnya, kayaknya sih bisa. Kayaknya, loh ya. Hahaha…

Salah satu surah favorit yang saya maksud adalah surah Al Waqiah. Bukan tanpa alasan kenapa Al Waqiah jadi salah satu surah favorit saya. Tapi sebelum itu, saya akan cerita dulu sedikit tentang isi surah Al Waqiah. Siapa tahu ada yang masih awam dengan surah yang satu ini.

Baca juga: Pakai GPS, Sering Baca Al-Quran, Literasi Bagus tapi Masih Tersesat

Al Waqiah itu tentang apa?

Secara garis besar, surah Al Waqiah ini bercerita tentang hari kiamat. Tentang peristiwa besar yang pasti terjadi. Tentang hari ketika manusia dibagi menjadi tiga golongan. Yaitu, As-Sabiqun (yang terdahulu beriman), Ashabul Yamin (golongan kanan), dan Ashabul Syimal (golongan kiri), beserta balasannya masing-masing di akhirat. 

Surah yang berisikan 96 ayat ini juga menggambarkan penciptaan diri, tanaman yang tumbuh, air yang diminum, dan api yang dinyalakan sebagai bukti kekuasaan-Nya. Ditegaskan pula tentang kepastian kematian. Bahwa, ajal adalah ketetapan yang tidak bisa dihindari.

Kok kedengarannya mengerikan, ya? 

Baca Juga:

Muslimah Pakai Jilbab, tapi Dibuat Merasa Hina

Tanpa Kitab Iqro, Kita Hanyalah Butiran Debu yang Tak Mengenal Al-Qur’an

Yah, mungkin saja. Tapi sejatinya, semua itu adalah pengingat.

Lantas, kenapa saya suka Al Waqiah?

Jujur saja, awal saya menyukai surah ini hingga membacanya berulang-ulang, alasannya sederhana. Bahkan, cenderung duniawi. Jadi ceritanya, saya pernah baca entah di mana gitu saya lupa, katanya rutin membaca Al Waqiah bisa melancarkan rezeki. Nah, namanya juga manusia, langsung tertarik dong saya. Siapa sih di dunia ini yang nggak mau rezekinya lancar? Saya mau lah. Mau banget.

Akhirnya, jadilah. Saya mulai rutin membaca surah Al Waqiah. Eh, setelah sering-sering dibaca, lha kok enak, ya? Bukan, bukan tiba-tiba duit turun dari langit, ya. Nggak gitu. Maksud saya “enak” di sini adalah, surah Al Waqiah ini ketika dibaca, terasa ringan dilafalkan. Alias, nggak bikin lidah keriting. Selain itu, ayatnya juga cenderung pendek-pendek. Bernada pula. Jadi candu, deh. 

Makin candu lagi ketika membaca arti tiap ayatnya. Definisi semakin kita membacanya, makin jatuh cinta. Rasanya, Al Waqiah sedang menunjukkan sesuatu yang pahit, sekaligus menggandeng kita untuk melaluinya. Gimana ya jelasinnya? Kayak gitu lah pokoknya. 

Lalu, tentang rezeki

Wallahualam bishawab. Saya tidak berani memastikan rezeki, ya. Tapi ada satu hal yang jelas. Yaitu, setelah rutin membaca Al Waqiah, hati saya jauhhhhh lebih tenang. Ini sengaja loh saya nulis huruf ‘h’-nya agak banyak. Karena memang nyatanya, sejauh itu. 

Hati ini jadi tidak grusak-grusuk soal duniawi. Tidak panik berlebihan kalau ada kebutuhan mendadak atau terlalu cemas kalau pemasukan sedang seret. 

Dan kalian tau? Ketika diri ini tidak grusak-grusuk, rezeki malah datang dari arah yang tidak saya sangka. Kadang lewat pekerjaan kecil, bantuan tak terduga, atau berbagai kemudahan lainnya. Ada saja jalannya. Seolah, ketika hati tenang, pintu-pintu itu terbuka sendiri. Ajaib? Entahlah. Tapi saya merasakannya. Sungguh.

Pernah kehilangan duit

Saya jadi ingat. Beberapa bulan lalu, saya kehilangan amplop berisi duit Rp300 ribu. Duit itu, uang muka pekerjaan saya. Bagi kalian mungkin uang segitu nggak banyak, ya. Tapi bagi saya? Si bukan binti Hartono ini? Jelas Rp300 ribu adalah angka yang cukup lumayan.

Nah, kalaulah kejadian duit ilang itu menimpa saya sebelum akrab dengan surah Al Waqiah, pasti saya mewek. Pasti juga saya akan bad mood seharian, uring-uringan dan sudah jelas bakal minta ganti rugi ke suami. Hahaha…

Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Saya legowo sekali. Nggak rungsang, malah tetap tenang. Hati kecil saya meyakini bahwa kalau hilang, berarti itu bukan rejeki saya. Toh, yang hilang “hanya” duit dan duniawi. Jadi, kenapa harus resah? Nggak dibawa mati ini.

Bayangkan. Bisa-bisanya saya bilang “hanya” di hadapan duit. Ck ck ck. 

Ajaibnya, beberapa hari kemudian, salah satu teman saya menemukan amplop tersebut. Alhamdulillah, alhamdulillah. Al Waqiah, rasanya, menegaskan gini: “Lihat, kan? Tenang saja. Rezeki nggak akan ke mana. Apa yang sudah digariskan untukmu, maka akan selalu kembali padamu, dengan berbagai caranya!”

Meski demikian, semuanya kembali ke Gusti Allah

Saya meyakini ketenangan hati dan kelapangan rezeki selama ini bukan semata karena surah Al Waqiah, favorit saya itu. Saya yakin bukan. Sejatinya, semua itu balik lagi ke kersane Gusti Allah. Rahmat-Nya. Kuasa-Nya. Kehendak-Nya.

Al Waqiah mungkin hanyalah perantara. Jalan kecil yang membuat saya lebih sering mengingat-Nya. Dan mungkin, ketika hati lebih sering mengingat-Nya, di situlah rahmat itu turun. 

Kalau kamu, apa surah favorit kamu di Al-Qur.’an?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Perintah Alquran Ihwal Membaca dan Menulis

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2026 oleh

Tags: Al Waqiahal-qur.'anal-quranisi surah Al Waqiahjuz 30makna surah Al Waqiahsurah Al Waqiahsurat Al Waqiah
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

sejarah penyusunan mushaf al-qur'an mojok.co

Sejarah Penyusunan Mushaf Al-Qur’an Tidak Sesederhana Lagu Anak TPA

20 Mei 2020
Muslimah Pakai Jilbab, tapi Dibuat Merasa Hina

Muslimah Pakai Jilbab, tapi Dibuat Merasa Hina

23 Desember 2022
aldi taher muncul sebagai bakal calon wakil gubernur sulteng gerakan millenials mengaji mojok.co

Orang Seperti Aldi Taher Jangan Terlalu Dipikir

5 September 2020
Tanpa Kitab Iqro, Kita Hanyalah Butiran Debu yang Tak Mengenal Al-Qur'an

Tanpa Kitab Iqro, Kita Hanyalah Butiran Debu yang Tak Mengenal Al-Qur’an

28 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebodohan konsumen Indomaret yang merusak kenyamanan belanja (Unsplash)

Akulah pelanggan Indomaret yang resah itu gara-gara konsumen nggak ada akhlak yang merusak kenyamanan belanja

17 Juli 2026
Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela Mojok.co

Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela

15 Juli 2026
4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat Mojok.co

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

21 Juli 2026
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

Bukan cuma soal dingin, ini 4 kejanggalan di Lembang yang bikin wisatawan Semarang heran

15 Juli 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

21 Juli 2026
Membayangkan Jatinangor Tanpa Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin: Nggak Terkenal, Nggak Berkembang, Pokoknya Menyedihkan sumedang, bandung

Berhentilah menyebut Jatinangor sebagai Bandung coret, tolong hormati Sumedang

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.