Tanda Gebetan Tertarik pada Kita, Dilihat dari Ucapan Mereka saat Kencan Pertama

Artikel

Rofii Zuhdi Kurniawan

Bagi sebagian orang, kencan merupakan sebuah media untuk menilai seberapa cocok orang tersebut dengan diri kita. Kencan juga kerap dimasukkan sebagai prasyarat sebelum memutuskan menjalin hubungan lebih lanjut. Ibarat kata, tak kenal maka tak sayang, kencan menjadi media awal untuk saling berkenalan satu sama lain.

Walaupun teknologi digital bisa membuat kita mengenal si doi lewat media sosial, namun perlu diingat bahwa seseorang bisa memanipulasi dirinya di media sosial. Jadi, memutuskan pacaran hanya dari berkenalan via medsos itu berisiko tinggi.

Maka dari itu, kencan sebagai prasyarat sebelum memutuskan untuk berpacaran tidak bisa digantikan oleh teknologi digital. Hanya lewat kencan kita bisa mengetahui apakah si doi akan menjadi pasangan yang pas buat kita atau tidak. Dalam sebuah kencan tentunya kita saling ngobrol satu sama lain, nah disitulah kita bisa tahu apakah kita nyaman dengan si doi atau tidak.

Jangan heran apabila sehabis kencan lalu salah satu meninggalkan gebetannya begitu saja, tanpa kabar-kabar. Kejadian itu mungkin disebabkan kita tak bisa membuat nyaman si doi ketika kencan atau memang si doi merasa tidak ada kecocokan dengan kita. Jadi, istilah PHP itu mungkin disebabkan kamu enggak bisa bikin nyaman pas kencan pertama ehehe.

Walaupun begitu, ternyata ada sebuah penelitian khusus untuk mengetahui seberapa tertarik doi/teman kencan dengan kita melalui kata kunci yang diucapkan. Penelitian ini dipublikasikan dalam buku Everybody Lies karya Seth Stephens-Davidowitz. Sebenarnya buku tersebut mengulik tentang big data, bukan tentang kencan, namun ada secuil informasi penelitian tentang kencan berjumlah empat halaman. Penelitian tersebut dilakukan oleh tim interdisiplin dari Universitas Stanford dan Universitas Northwestern. Mereka melakukan kajian terhadap ratusan pelaku kencan heteroseksual.

Mula-mula para peneliti menggunakan data tradisional. Data tersebut mengungkapkan bahwa perempuan, rata-rata menyukai laki-laki lebih tinggi dan punya hobi sama. Sedangkan laki-laki, rata-rata lebih menyukai perempuan yang lebih langsing dan punya hobi sama. Sepertinya data di atas sudah banyak diketahui oleh umum, khususnya di tempat penelitian itu berlangsung, yaitu Amerika Serikat.

Guna mencari ilmu pengetahuan baru, para peneliti berusaha mengungkap data baru. Mereka meminta pelaku kencan membawa alat perekam saat kencan pertama. Hasilnya cukup menambah khazanah yang berguna bagi para jomblo.

Tanda gebetan tertarik pada kita #1 Gebetan laki-laki akan tertawa dengan candaan kita

Isyarat laki-laki merasa tertarik sangatlah jelas, dia tertawa ketika pasangannya bercanda. Diikuti oleh nada bicara monoton alias datar, yang menyiratkan maskulinitas laki-laki, secara bawah sadar ia sedang membesarkan-besarkan maskulinitas. Itulah cara mereka menunjukkan rasa suka terhadap perempuan.

Tanda gebetan tertarik pada kita #2 Gebetan perempuan akan bicara dengan nada lebih lembut dan jarang memotong pembicaraan

Perempuan mengisyaratkan rasa tertarik dengan membuat nada bicara suaranya bervariasi, bicara lebih lembut, dan mengambil giliran bicara lebih pendek/tidak sering memotong pembicaraan. Terdapat pula isyarat-isyarat besar tentang ketertarikan seorang perempuan berdasarkan kata kunci tertentu yang diucapkan. Seorang perempuan, kemungkinan besar tidak tertarik pada teman kencannya ketika menggunakan kata dan frasa pembatas atau penjaga jarak seperti “mungkin”, “saya kira”, “barangkali”, “agak”, “sepertinya”, “boleh jadi”, dsb.

Seorang perempuan yang mengisyaratkan ketertarikan pada teman kencan terlihat ketika ia bicara tentang dirinya sendiri alias banyak menggunakan kata “aku”, “saya”, “temanku”, “keluargaku”, dsb. Laki-laki yang tertarik pun akan melakukan hal yang sama, yaitu dengan banyak menggunakan kata “aku”.

Berarti, tak ada kata yang lebih indah daripada “aku” di dalam sebuah kencan pertama. Ungkapan kata-kata yang menggambarkan diri pribadi, terasa hangat dan bersahabat serta menunjukkan keinginan untuk menjalin hubungan lebih dalam.

Tanda gebetan tertarik pada kita #3 Terus mengikuti obrolan, bukannya mengubah bahasan

Perempuan cenderung menyukai laki-laki yang mengikuti apa pun topik pembicaraan yang mereka arahkan. Seorang perempuan lebih mungkin mengisyaratkan ketertarikan bila seorang laki-laki tertawa mendengar kelakarnya dan terus berbincang tentang topik yang dia ajukan, bukan terus-menerus mengubah pokok pembicaraan sesuai keinginan laki-laki. Perempuan juga menyukai laki-laki yang mengekspresikan dukungan dan simpati dengan kata-kata seperti “Itu luar biasa” atau “Wah, keren”.

Begitupun sebaliknya. Laki-laki akan tertarik terhadap perempuan yang terbuka terhadapnya. Bahkan, untuk topik-topik yang tidak mereka pahami sekalipun seperti skincare, hobi, dll. Malangnya, bagi perempuan, ada sedikit kabar buruk dalam penelitian ini. Ucapan atau perbincangan hanya memainkan peran kecil untuk melihat ketertarikan seorang laki-laki. Bahasa tubuh lebih mendominasi dalam memperkirakan apakah seorang laki-laki merasa tertarik atau tidak. Namun, ada satu kata yang menaikkan sedikit peluang untuk membuat laki-laki tertarik pada kita, yaitu kata “aku”.

Pada penelitian tersebut disimpulkan bahwasanya perempuan mengisyaratkan rasa nyaman dan barangkali apresiasinya karena teman kencannya tidak menghalangi perkataannya dan laki-laki senang karena perempuan itu terbuka. Bila terjadi titik pertemuan antara kenyamanan dan keterbukaan, bisa dipastikan bahwa kencan pertama tersebut berhasil.

BACA JUGA Panduan Mengawali Pembicaraan Bagi Kalian yang Pengin Ngechat Gebetan Duluan dan tulisan Rofi’i Zuhdi Kurniawan lainnya.

Baca Juga:  Emang Salah Ya Kalau Umur 20-an Tapi Nggak Pacaran?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
10


Komentar

Comments are closed.