Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tak Ada Barang Bajakan yang Lebih Sulit Dihindari selain Software Bajakan

Muhammad Ikhsan Firdaus oleh Muhammad Ikhsan Firdaus
28 Juli 2020
A A
software bajakan booming di indonesia alasan orang pakai software bajakan mojok.co

software bajakan booming di indonesia alasan orang pakai software bajakan mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Terminal Mojok menerbitkan artikel berjudul “Semiskin-miskinnya Kita, Nggak Ada Pembenaran Sama Sekali untuk Beli Buku Bajakan.” Tentu saja saya setuju. Menggunakan barang bajakan berarti mengkhianati jerih payah banyak orang. Dengan menggunakan barang bajakan, selain melanggar hukum, juga bisa menambah dosa. Untuk masalah kualitas, barang bajakan juga jauh tertinggal dibanding barang original.

Sebaiknya barang bajakan memang ditinggalkan. Bukan hanya buku, tapi berlaku juga untuk film bajakan, musik bajakan, hingga software bajakan. Selain barang bajakan, barang KW pun lebih baik tak dikonsumsi lagi. Terkadang kualitas dari barang KW tidak beda jauh dengan barang original. Banyak barang KW dibuat menggunakan material yang serupa dengan barang original, tapi tetap saja barang KW adalah barang imitasi. Sama-sama bisa melanggar hukum dan mendapatkan dosa.

Tapi apakah kita benar-benar bisa terbebas dari barang bajakan dan barang KW? Untuk beberapa barang, bisa diusahakan. Tapi ada jenis barang bajakan yang sulit sekali ditinggalkan, yakni software.

Penggunaan software bajakan di Indonesia sudah sangat luar biasa. Dikutip dari Kompas, setidaknya 80 persen perusahaan yang beroperasi di Indonesia menggunakan software bajakan. Ini membuat Indonesia menjadi negara Asia Tenggara yang paling banyak menggunakan software bajakan, dari sisi korporat.

Saya pernah mendatangi acara yang diadakan komunitas pengguna sistem operasi Linux. Kalau tidak salah, pembicaranya menyampaikan bahwa bajak-membajak software adalah kesalahan sistemik yang kita lakukan bersama. Sebab, sejak belajar komputer di sekolah, murid sudah disajikan software berbayar yang mahal. Mau mengubah kebiasaan guru komputer? Harus pelan-pelan.

Saya mengalaminya ketika belajar komputer saat SMP, para murid dijejali dengan sistem operasi Windows dan software Microsoft Office. Seolah-olah tidak ada alternatif software lainnya.

Bayangkan ketika masih belajar saja sudah ditanamkan untuk menggunakan software berbayar yang cukup mahal. Maka dari itu, sekolah dan para muridnya kompak menggunakan software bajakan untuk meringankan biaya. Padahal untuk sistem operasi Windows bisa diganti menggunakan Linux. Untuk software Microsoft Office juga bisa menggunakan LibreOffice.

Kalau memang niatnya belajar komputer, seharusnya sekalian belajar dengan benar. Seperti menggunakan software legal yang gratis. Kalau memang di luar sekolah dan di masa depan para murid tetap menggunakan software bajakan, itu hal lain. Setidaknya sekolah sudah mengajari yang bener tuh kayak gimana.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Software bajakan kembali saya temui saat sekolah di SMK jurusan Multimedia. Untuk menunjang pembelajaran, para murid diwajibkan memiliki laptop bersistem operasi Windows yang telah ter-install Microsoft Office dan Adobe Family.

Selain sistem operasi yang menggunakan Windows 7 original bawaan laptop, semua software yang saya gunakan untuk kebutuhan belajar adalah software bajakan. Jika memang ingin menggunakan software original, mungkin biaya yang harus dikeluarkan sama dengan SPP sekolah saya setahun, atau bahkan lebih.

Pada masa kuliah saya mencoba menggunakan LibreOffice, software serupa dengan Microsoft Office, namun gratis dan legal. Cara mendapatkan LibreOffice mudah, cukup download melalui situsnya. Tapi, nyatanya saya tidak bisa benar-benar menggunakan LibreOffice. Sesekali saya terpaksa menggunakan Microsoft Office.

Masalah dimulai jika ada kerja kelompok. Untuk mengetik tugas, teman-teman saya menggunakan Microsoft Word. Kadang-kadang membuka file yang di-save dengan format doc—format pada Microsoft Word—pada LibreOffice Writer membuat file berantakan. Jika begitu, terpaksa saya menggunakan Microsoft Word.

Selain itu, masalah lainnya saat menggunakan LibreOffice adalah soal tidak terbiasa. Untuk masalah fitur, LibreOffice masih bisa untuk menjadi pengganti Microsoft Office. Saya juga mencari software gratis dan legal untuk keperluan saya lainnya. Saya berkesimpulan, untuk software desain grafis, edit video, animasi 2D, saya masih belum menemukan software yang senyaman Adobe Family.

Dalam kasus tahap belajar, software bajakan dari Adobe Family memang masih sangat sulit untuk dihindari. Tapi untuk sistem operasi Windows dan software Microsoft Office, rasanya kita masih bisa berusaha tidak pakai barang bajakan.

BACA JUGA Mengenang Masa-masa tanpa Internet dan tulisan Muhammad Ikhsan Firdaus lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2020 oleh

Tags: software bajakan
Muhammad Ikhsan Firdaus

Muhammad Ikhsan Firdaus

Pemuda yang memiliki cita-cita dapat mengunjungi berbagai negara di Asia.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat  Mojok.co

Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat 

18 April 2026
5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan padahal Enak dan Khas Mojok.co

5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan, padahal Enak dan Khas

16 April 2026
Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

20 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Itu Maju ya, Gaes, Bukan Desa Tertinggal dan Tak Tersentuh Peradaban seperti yang Ada di Pikiran Kalian!

17 April 2026
Cerita Pahit 25 Tahun Hidup di Kabupaten Ngawi yang Aneh  Mojok.co

Ngawi Sangat Berpotensi Menjadi Kota Besar, Tinggal Pilih Jalan yang Tepat Saja

17 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Hubungan Istimewa di Balik Pohon Gayam sebagai “Tanaman Peneduh” dan Candi Borobudur
  • Pengguna iPhone Ingin “Naik Kelas” Bikin Muak, Gaya Elite padahal Dompet Sulit
  • Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami
  • Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial
  • Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University
  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.