Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Suzuki Access 125, Lelucon Terbaru Suzuki yang Makin Tidak Lucu

Budi oleh Budi
26 September 2025
A A
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki

Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Suzuki Access 125 itu… gimana ya njelasinnya…

Ada satu hal yang membuat saya sering bingung ketika melihat pabrikan motor Jepang yang satu ini. Suzuki, entah kenapa, selalu tampak seperti pelawak karena kebiasaannya yang suka lempar guyon di tengah situasi serius.

Ketika kompetitornya sedang sibuk menyiapkan mesin hybrid, motor listrik, atau setidaknya desain futuristik yang bisa bikin anak TikTok berteriak uraaaa, Suzuki malah menyodorkan sesuatu yang bikin orang berpikir seribu kali. Kali ini mereka merilis sebuah matic aneh bernama Access 125.

Saya sempat menatap lama postingan motor ini, lalu mencoba menahan tawa.

Antara nostalgia dan ketertinggalan

Suzuki seolah belum bisa move on dari era ketika motor tidak harus tampak modern untuk bisa diterima pasar. Suzuki Access 125 dibawa dengan aura yang membuat saya teringat pada motor-motor jadul yang dulu jadi kebanggaan bapak-bapak RT saat pulang hajatan. Desainnya sederhana, bahkan bisa dibilang konservatif. Tidak ada drama garis tajam, tidak ada DRL yang menyerupai alis selebgram, dan tidak ada panel instrumen full digital, yang ada hanya analog.

Saya sempat berpikir mungkin Suzuki sedang mencoba menghidupkan nostalgia. Dan menjadikan Access 125 adalah kapsul waktu. Hanya saja, bedanya kapsul waktu ini dijual dengan harga setara motor kekinian yang sudah punya fitur lebih wah.

Orang akan bilang ini motor yang sederhana, tapi bagi saya justru kesederhanaan itu terkesan setengah hati. Kalau memang mau bikin motor klasik, sekalian saja pakai nama Retro atau Classic, jangan malah sok kalem dengan embel-embel Access. Nama itu seakan ingin meyakinkan bahwa motor ini adalah jalan masuk menuju masa depan, padahal yang saya lihat justru pintu belakang menuju nostalgia yang tidak semua orang ingin kunjungi.

Suzuki Access 125 dan kebiasaan melucu

Kalau dilihat ke belakang, Suzuki memang punya bakat untuk bercanda, selera humornya tinggi. Lihat saja betapa “kocak” line up motor barunya. Atau Spin, motor matic yang datang terlalu cepat dan pergi terlalu cepat pula. Setiap kali Suzuki motor mencoba serius, entah kenapa eksekusinya selalu tampak seperti naskah lawakan yang belum rampung.

Baca Juga:

Suzuki S-Presso, Mobil “Aneh” yang Justru Jadi Pilihan Terbaik setelah Karimun Wagon R Hilang

Suzuki Karimun Wagon R Boleh Mati, tapi Ia Mati Terhormat

Suzuki Access 125 ini terasa seperti punchline terbaru dari lawakan panjang itu. Seolah-olah Suzuki sedang berkata, “Kami masih ada loh, tapi jangan harap kami mau mainstream, itu basi”.

Mau seberapa keras orang menertawakan, Suzuki tetap santai. Bagi mereka, mungkin lebih baik jadi badut panggung yang kadang dilempari popcorn daripada ikut berdesak-desakan dalam parade serius yang bikin orang menguap.

Namun masalahnya, pembeli motor di Indonesia bukan penonton stand up comedy. Mereka mencari sesuatu yang bisa dipakai tiap hari, nyaman, irit, dan tentu saja tidak membuat mereka terlihat seperti ketinggalan kereta tren. Ketika pilihan ada di tangan mereka, sulit rasanya untuk tidak melirik merek lain yang lebih agresif dalam menghadirkan fitur dan desain segar.

Suzuki Access 125: mau ke mana sebenarnya?

Nama Access membuat saya bingung, akses menuju apa sih. Kalau menuju kesederhanaan hidup, bisa jadi benar. Motor ini memang terlihat polos, mudah dipahami, tidak berisik dengan gimmick. Tapi jika menuju masa depan, saya justru ragu. Karena masa depan otomotif sekarang sudah mulai dipenuhi jargon ramah lingkungan, elektrifikasi, dan konektivitas digital.

Membeli Suzuki Access 125 ibarat membeli telepon rumah di era smartphone. Fungsinya masih ada, tapi konteksnya sudah berbeda. Anda mungkin bisa menggunakannya, tapi jangan kaget kalau dianggap aneh oleh generasi yang terbiasa dengan desain motor yang proper.

Saya tidak bilang motor ini jelek sepenuhnya. Mesin 125 cc tentu cukup bertenaga untuk harian. Suzuki juga dikenal punya build quality yang tidak asal-asalan. Tapi tetap saja, saya tidak bisa mengabaikan rasa muak ketika melihat motor baru Suzuki yang tampil seolah-olah tidak ingin terlihat baru.

Suzuki seakan lupa bahwa di Indonesia, motor bukan sekadar alat transportasi. Motor adalah simbol status, gaya hidup, bahkan identitas sosial. Orang membeli matic bukan hanya karena butuh, tapi juga karena ingin dilihat keren. Sayangnya, Suzuki Access 125 tidak memberi ruang banyak untuk kebanggaan semacam itu.

Jadilah motor ini seperti bahan lawakan yang ketika dipasarkan, orang mungkin mengernyit, lalu tersenyum kecut, lalu membiarkannya begitu saja. Karena di dunia nyata, orang lebih suka yang terang-terangan lucu ketimbang yang pura-pura serius tapi sebenarnya guyon.

Apa yang tersisa dari Suzuki?

Apa sebenarnya yang masih ingin diperjuangkan Suzuki di pasar motor Indonesia. Mereka sudah lama tidak seagresif dulu. Kompetitornya meluncurkan motor baru yang proper setidaknya untuk selera di sini. Sementara Suzuki muncul sesekali dengan produk yang membuat orang lebih banyak bertanya ketimbang membeli.

Suzuki Access 125 ini mungkin bukan motor buruk, tapi juga bukan motor yang bisa menyalakan semangat baru. Ia hanya menambah koleksi panjang dari sikap Suzuki yang selalu tampak bercanda. Dan saya mulai curiga, jangan-jangan memang itu niat mereka. Kalau orang lain bersaing keras untuk menjadi pemenang, Suzuki mungkin sudah memilih untuk jadi pengamat yang sesekali melucu.

Akhirnya saya sampai pada kesimpulan yang agak ngawur. Suzuki Access 125 adalah motor yang lahir bukan untuk menang, melainkan untuk mengingatkan kita bahwa tidak semua hal di dunia harus masuk akal. Kadang ada produk yang hadir hanya untuk bikin kita tersenyum dan berkata, oh ternyata Suzuki masih ada.

Dalam dunia penuh persaingan ini, mungkin memang dibutuhkan satu pemain yang berani tampil nyeleneh. Hanya saja, kalau guyonannya sudah kelewat lama dan basi, mbok ya mawas diri ngono lho.

Penulis: Budi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Motor Suzuki yang Baiknya Nggak Usah Dibeli, Cuma Bikin Sakit Hati!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 September 2025 oleh

Tags: motor matic suzukimotor Suzukisuzukisuzuki access 125
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

5 Rekomendasi Motor Bekas yang Bisa Kalian Lirik, dari yang Paling Murah hingga yang Sanggup Jebol Tabungan

5 Rekomendasi Motor Bekas yang Bisa Kalian Lirik, dari yang Paling Murah hingga yang Sanggup Jebol Tabungan

29 Oktober 2024
Kenapa Penjualan Suzuki Nyungsep dan Tak Bisa Bangkit Lagi?

Kenapa Penjualan Suzuki di Indonesia Nyungsep dan Sulit Bangkit Lagi?

6 Maret 2022
Suzuki Shogun, Motor Tua yang Menolak Digilas Zaman

Suzuki Shogun, Motor Tua yang Menolak Digilas Zaman

29 Januari 2022
Suzuki Karimun Wagon R Boleh Mati, tapi Ia Mati Terhormat

Suzuki Karimun Wagon R Boleh Mati, tapi Ia Mati Terhormat

1 Desember 2025
Suzuki Thunder Seniornya Yamaha Vixion yang Kini Mengenaskan (Unsplash)

Derita Memiliki Suzuki Thunder 125, Motor Sport Seniornya Yamaha Vixion yang Kini Berakhir Sebagai Bahan Meme

17 Desember 2023
5 Alasan Suzuki Katana Mobil yang Paling Cocok untuk Kalian yang Baru Belajar Nyetir Mojok.co

5 Alasan Suzuki Katana Adalah Mobil yang Paling Cocok untuk Kalian yang Baru Belajar Nyetir

29 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat Mojok.co

Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat

5 Januari 2026
Honda Civic Genio: Tampan, Nyaman, Harga 30 Jutaan, tapi Menuntut Kesabaran Mojok.co

Honda Civic Genio: Tampan, Nyaman, Harga 30 Jutaan, tapi Menuntut Kesabaran

6 Januari 2026
Pemasangan Lampu Merah di Persimpangan Purawisata Jogja itu Keputusan Konyol, Alih-alih Lancar, Malah Makin Macet!

Pemasangan Lampu Merah di Persimpangan Purawisata Jogja itu Keputusan Konyol, Alih-alih Lancar, Malah Makin Macet!

6 Januari 2026
Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua Mojok.co

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua

9 Januari 2026
4 Wisata Semarang yang Bisa Bikin Kamu Kapok Jika Salah Momen Berkunjung

Jangan Ngaku Pengusaha Hebat kalau Belum Sukses Jualan di Semarang!

7 Januari 2026
Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

8 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah
  • Dari Coffee Shop “Horor”, Nira, hingga Jam Tangan Limbah Kayu: Pasar Wiguna Menjaga Napas UMKM Lokal
  • Curhatan Guru BK Hari Ini: Profesi Dipandang “Sepele”, Padahal Harus Hadapi Gen Z yang Masalahnya Makin Kompleks

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.