Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Susahnya Mendapat Gaji UMR di Tangerang, Kota Penyangga Jakarta: Kerja Serius, Gajinya Bercanda

Firtian Ramadhani oleh Firtian Ramadhani
11 Januari 2024
A A
Susahnya Mendapat Gaji UMR di Tangerang, Kota Penyangga Jakarta: Kerja Serius, Gajinya Bercanda

Susahnya Mendapat Gaji UMR di Tangerang, Kota Penyangga Jakarta: Kerja Serius, Gajinya Bercanda (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Meraih gaji UMR di Tangerang ternyata nggak gampang~

Menjadi kawasan penyangga ibu kota, Tangerang kini menjelma menjadi kota metropolitan yang seolah tak pernah tidur. Menyaingi Jakarta, kini Tangerang juga telah menjadi salah satu tujuan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik.

Sekilas, Tangerang terlihat sangat megah. Tapi, rumput tetangga memang selalu lebih hijau dan menawan, kan? Bagi pribumi yang masih setia jadi budak korporat seperti saya gini, hidup di kota ini semakin sulit.

Semakin maju Tangerang tentu membuat biaya hidup di Kota Seribu Industri ini makin selangit. Sayangnya, biaya hidup ini berbanding terbalik dengan pendapatan rata-rata yang bikin menjerit.

Meraih gaji UMR di Tangerang bagai mencari jarum di tumpukan jerami alias susah!

Menjadi pusat bisnis dan kota industri, lapangan kerja di Tangerang memang bisa dibilang melimpah. Untuk lulusan S1, SMA, bahkan SMP, tersedia banyak lapangan pekerjaan. Akan tetapi yang bikin nyesek bukan itu, melainkan gaji yang bikin kalian auto mengelus dada.

Meskipun data menyebutkan UMR di kawasan Tangerang, baik itu Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan, berada di angka 4,5 jutaan, fakta di lapangan, sebagian besar penyedia kerja justru menawarkan gaji yang sangat jauh dibawah angka tersebut.

Alih-alih gaji UMR, mendapat gaji setengah dari UMR saja sudah bikin sujud syukur. Sebab, rata-rata dari pengalaman saya melamar ke berbagai perusahaan untuk jenjang pendidikan SMA, gaji yang ditawarkan berkisar antara 1,5 hingga 2 juta saja.

Fyi, saya tinggal di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Kawasan ini bisa disebut sebagai salah satu kawasan yang paling pesat geliat bisnisnya. Tapi siapa sangka, di balik semua itu, terdapat ratusan pekerja yang menjerit dengan gaji yang minim namun tak punya pilihan lain untuk menyambung hidup.

Baca Juga:

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang karena Fenomena Ndeso Itu Mewah Tidak Bisa Ditiru

Jika dibuat perbandingan, pekerjaan bergaji UMR Tangerang dan bergaji super rendah di sini bisa dibilang 1:200. Jadi, mendapat pekerjaan dengan gaji UMR akan membuat kalian seolah mendapat doorprize.

Rentang gaji yang mati suri sejak satu dekade lalu 

Membahas persoalan gaji UMR di Tangerang memang selalu jadi topik yang membuat panas dada. Apalagi hal ini bukan hanya terjadi hari ini. Bagai mati suri, siapa sangka rentang gaji 10 tahun lalu dan hari ini masih relatif sama.

Sekitar 10 tahun lalu, kakak saya melamar sebagai kasir restoran ditawarkan gaji sebesar 1,5 juta per bulan. Dan hari ini, giliran saya yang melamar di bidang pekerjaan yang sama ditawarkan dengan angka gaji 1,7 juta. Hanya nambah 200 ribu saja, Bos.

Padahal jelas, biaya hidup 10 tahun lalu dengan hari ini sangat berbeda dengan inflasi berkisar 2-5 persen per tahunnya.

Jika biaya hidup di kota ini merangkak naik tiap tahunnya, mengapa justru rentang gaji mandeg. Fenomena inilah yang membuat kami sesama pegawai berpenghasilan rendah sering merenung berjamaah memikirkan rumus terbaik untuk mengatur gaji tersebut agar cukup untuk satu bulan ke depan plus kalau bisa untuk investasi saham.

Kerja serius gaji bercanda (ngajak gelut)

Ada yang bilang pekerjaan yang bercanda, gajinya serius. Sementara pekerjaan yang serius, gajinya bercanda (atau lebih tepatnya ngajak gelut alias berantem). 

Saat menyortir lowongan pekerjaan, entah mengapa pekerjaan bergaji nggak manusiawi tersebut justru memiliki kualifikasi yang selangit. Boro-boro berharap dapat gaji UMR Tangerang, yang terjadi malah tawaran pekerjaan jauh di bawahnya. Misalnya seperti lowongan kerja berikut ini:

  • Minimal lulusan SMA/D3
  • Usia maksimal 25 tahun
  • Berpenampilan menarik
  • Belum menikah
  • Siap bekerja 12 jam (long shift)
  • Siap bekerja di bawah tekanan
  • Gaji 1,5-1,8 juta per bulan

Inilah yang saya bilang sudah bukan bercanda lagi, melainkan ngajak gelut. Berani-beraninya dengan memberikan gaji yang serendah itu seorang manusia harus bekerja 12 jam dan di bawah tekanan. Itu kerja di perusahaan atau kerja rodi?

Bahkan untuk pekerjaan di bidang kuliner macam restoran, jam kerjanya bisa lebih panjang lagi, yakni dari jam 7 pagi hingga 10 malam atau 15 jam! Atau dengan kata lain, kita hanya diizinkan tidur dan bekerja saja tiap harinya. Bagai robot dengan settingan default.

Terlebih selepas pandemi dan meningkatnya isu resesi semakin membuat gaji dan beban pekerjaan semakin nggak masuk nalar. Melihat tampang-tampang lesu dan kelelahan dari para pekerja sungguh miris. Apalagi buat para pekerja yang gajinya nggak mencapai UMR Tangerang sama sekali.

Apakah regulasi yang jelas melanggar aturan ketenagakerjaan ini memang nggak diketahui oleh Pemda setempat atau mereka sengaja tutup mata. Entahlah. Yang pasti, kami kaum marjinal selalu berharap mimpi buruk ini lekas berakhir. Semoga!

Penulis: Firtian Ramadhani
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Tangerang Rasa Timur Tengah: Jadi Pusat Bisnis, Minim RTH.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Januari 2024 oleh

Tags: BantenKabupaten TangerangKota Tangerangpabrik di tangerangtangerangtangerang selatanUMR
Firtian Ramadhani

Firtian Ramadhani

Kadang jadi mahasiswa ambis, kadang jadi wartawan, kadang jadi budak proker.

ArtikelTerkait

Gaji Rp5 Juta di Jakarta Itu Layak Banget, Percaya Aja Dulu Terminal Mojok

Gaji Rp5 Juta di Jakarta Itu Layak Banget, Percaya Aja Dulu

11 Oktober 2022
Membayangkan Ciputat Tanpa UIN Jakarta: Kasihan, deh!

Membayangkan Ciputat Tanpa UIN Jakarta: Kasihan, deh!

7 April 2025
5 Hal yang Bisa Dibanggakan oleh Masyarakat Karawang selain Goyangannya

5 Hal yang Bisa Dibanggakan oleh Masyarakat Karawang selain Goyangannya

18 Oktober 2022
BSD City dan Bintaro Jaya, Kota Mandiri di Tangerang Selatan yang Jadi Magnet bagi Kaum Urban

BSD City dan Bintaro Jaya, Kota Mandiri di Tangerang Selatan yang Jadi Magnet bagi Kaum Urban

3 November 2023
Ironi Sukoharjo Jawa Tengah: Punya Slogan Sukoharjo Makmur, tapi Penduduknya Memilih Kabur untuk Merantau kabupaten sukoharjo, solo baru kereta batara kresna wonogiri ka batara kresna

Ironi Sukoharjo Jawa Tengah: Punya Slogan Sukoharjo Makmur, tapi Penduduknya Memilih Kabur untuk Merantau

30 Januari 2024
Stasiun Merak Jalan di Tempat padahal Strategis dan Punya Potensi

Stasiun Merak Jalan di Tempat padahal Punya Potensi

9 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

19 Februari 2026
5 Kasta Sirup Indomaret Paling Segar yang Cocok Disuguhkan Saat Lebaran Mojok.co rekomendasi sirup

Urutan Sirup dengan Gula Tertinggi hingga Terendah, Pahami agar Jangan Sampai Puasamu Banjir Gula!

15 Februari 2026
Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin Saya Malas Datang Bukber, Bukan Cuma karena Jadi Ajang Pamer

21 Februari 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026
3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain Mojok.co

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

21 Februari 2026
Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park Adalah Mahakarya yang Tercoreng Bau Sungai yang Tak Kunjung Dibenahi

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan
  • Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.