Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Susahnya Mencari Rumah Makan di Kawasan Kaliurang Jogja, Kalah Dibanding Tawangmangu!

Iis Nuryati oleh Iis Nuryati
18 Januari 2025
A A
Susahnya Mencari Rumah Makan di Kawasan Kaliurang Jogja, Kalah Dibanding Tawangmangu!

Susahnya Mencari Rumah Makan di Kawasan Kaliurang Jogja, Kalah Dibanding Tawangmangu!

Share on FacebookShare on Twitter

Menjelang pergantian tahun kemarin, saya dan keluarga berwisata di Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Saya ingin merasakan akhir tahun di salah satu tempat terindah dan terkenal di Jogja. Daerah dataran tinggi di Kecamatan Pakem, Sleman dan berada di lereng gunung Merapi, gunung berapi yang paling aktif di Indonesia, jelas bikin siapa pun tertarik, termasuk saya.

Kami mulai masuk Kaliurang Jogja sekitar jam 10 pagi dengan cuaca syahdu karena mendung dan gerimis rintik yang sangat kecil. Pada pintu masuk pertama, kami membayar karcis sebesar empat ribu rupiah per orang. Awalnya kami berpikir ini adalah tiket masuk wisata, tapi setelah bertanya kami baru tahu kalau ini hanya restibusi masuk desa Kaliadem.

Ada beberapa spot wisata di desa ini, seperti The Lost World Castle dan Petilasan Mbah Marijan. Selanjutnya kami menyusuri jalan yang cukup untuk berpapasan dua kendaraan. Karena kami sudah berniat untuk makan siang di sekitar Kaliurang, maka mata kami semangat mencari rumah makan yang layak untuk dijadikan tempat singgah. Dari sinilah kami menemukan fakta yang bagi kami, agak mengherankan.

Sulitnya cari warung makan di Kaliurang

Di sepanjang jalan saat di Kaliurang Jogja, kami tidak menemukan rumah makan yang cukup representatif sebagai tempat kulineran keluarga. Standar representatif bagi kami sebenarnya tidak tinggi: bersih dan nyaman paling penting. Soal harga biasanya standar, lebih mahal sedikit dibanding di rumah masih bisa diterima, serta representatif dari segi menu. Menu yang ditawarkan setidaknya bisa diterima oleh lidah saya dan suami yang menyukai makanan tradisional, tetapi tetap menyediakan pilihan bagi remaja seusia anak-anak saya.

Acuan rumah makan representatif kami adalah seperti di kawasan wisata Tawangmangu, Karanganyar, kabupaten tempat kami bermukim. Jika Kaliurang berada di lereng Gunung Merapi, Tawangmangu merupakan daerah dataran tinggi yang berada di lereng Gunung Lawu. Yang membedakan, Gunung Lawu merupakan gunung berapi yang sudah mati atau tidak aktif, sehingga warga Tawangmangu relatif lebih aman dari ancaman terkena letusan gunung. Adapun kontur tanah, cuaca, lanskap, dan kondisi alamnya mirip.

Tapi kalau soal tanjakan, Tawangmangu lebih menantang. Jalan lebih berkelok-kelok dan menanjak serta bisa membuat orang yang tidak biasa naik mobil mabuk darat.

Tawangmangu lebih unggul

Tentang kulineran, daerah Tawangmangu jauh lebih unggul dibanding Kaliurang. Di Tawangmangu, dengan mudahnya kita menemukan rumah makan di sisi kiri kanan jalan sejak masuk gapura wisata sampai ujung Tawangmangu dan terus berlanjut sampai Magetan. Sejak dari timur sampai barat atau sebaliknya, terdapat tempat makan dengan berbagai label: warung makan, kafe, restoran, eatery, dan lain-lain semuanya ada. Soal menu dan harga jangan ditanya, sangat bervariasi. Mulai dari harga kaki lima hingga bintang lima boleh dibilang semua ada.

Nah, kondisi ini berbalik dengan apa yang kami temui di Kaliurang. Jangankan rumah makan standar restoran, warung makan kecil pun tidak kami jumpai. Sekalinya kami lihat tulisan “RM Mbak Win” yang cukup mencolok, ternyata tinggal tulisan. Kondisi rumah makannya terlihat tidak terawat, pertanda telah tutup sekian purnama.

Baca Juga:

Menurut Saya, Selo Boyolali Lebih Nyaman daripada Tawangmangu, Ini Alasannya!

5 Hal yang Tidak Orang-orang Katakan tentang Solaria, Perhatikan untuk Kalian yang Belum Pernah ke Sana 

Kami juga menjumpai rumah makan “Soto Sweger Boyolali”, ternyata setali tiga uang. Entah tutup atau belum buka. Yang jelas, kondisinya seperti tidak dibuka beberapa hari.

Kami coba menurunkan ekspektasi, mencari warung makan kecil yang jual Pop Mie atau semacamnya. Sampai lelah kedua anak saya “memoloti” kanan kiri jalan, tetap tidak nampak yang kami cari. Oya sebenarnya, selain untuk makan, misi kami mencari rumah makan ini adalah untuk urusan ke belakang. Wajar kan orang bepergian lalu mampir rumah makan itu hampir pasti untuk dua urusan yang kontradiktif: menambah sekaligus membuang isi perut. Apalagi kami membawa serta ibu yang sudah lansia, yang mendesak untuk membuang air kecil. Namun apa daya, tempat ampiran gagal kami temukan.

Rumah makan vs base camp jeep

Satu hal yang membuat kami terhibur saat galau akibat menahan lapar dan rasa ingin ke belakang adalah banyaknya jeep berseliweran. Inilah uniknya. Susahnya mencari rumah makan bertolak belakang dengan mudahnya mencari base camp jeep. Kita bisa melihat tulisan base camp jeep sebagian besar di sisi kiri jalan arah naik. Pada hari Minggu pagi itu base camp sudah dipenuhi pengunjung yang akan bertualang naik jeep ikut Lava Tour Merapi. Kami tidak bisa menghitung jumlah jeep di setiap base camp saking banyaknya.

Mau merasakan sensasi suasana jaman perang seperti kata anak saya? Kaliurang menjadi salah satu pilihan tempatnya. Jeep-jeep berkejaran di depan kendaraan tua yang kami naiki. Jeep-jeep ini kebetulan berwarna hitam atau hijau tentara. Para penumpangnya memakai helm pengaman. Beberapa jeep terlihat memiliki setir kiri menunjukkan usianya. Betul kata anak saya, jadi mirip suasana perang sih. Apalagi jeep-jeep itu tidak ada yang berjalan pelan, semuanya melaju kencang. Oh ya, salah satu destinasi jeep itu adalah makam atau petilasan Mbah Maridjan.

Kok nggak ada yang kepikiran bikin warung makan di Kaliurang?

Di dalam mobil, kami terus mendiskusikan “masalah” rumah makan versus base camp ini. Kami penasaran mengapa banyaknya peserta tour ini tidak memancing warga untuk mendirikan rumah makan? Mengapa wisata kuliner tidak dikembangkan di daerah ini mengimbangi banyaknya peserta lava tour? Apa karena sewaktu-waktu bisa terdampak letusan gunung Merapi? FYI, daerah ini memang sering menjadi sasaran muntahan lahar Merapi, minimal terkena hujan abunya. Entahlah, yang jelas kami merasa sayang kenapa wisata di area sejuk ini tidak diimbangi dengan kemudahan mencari tempat duduk-duduk sambil menikmati segelas teh panas dan sepiring pisang goreng.

Setelah dari Desa Kaliadem, kami turun karena kendaraan tidak memungkinkan untuk naik sampai makam Mbah Marijan. Kami kembali menyusuri jalan di sekitar Kaliadem, berbelok ke arah Kaliurang lalu putar balik. Namanya juga hanya sight–seeing jadi ya hanya melihat-lihat saja keluar masuk kampung dan membayar retribusi.

Kami akhirnya menemukan satu rumah makan yang cukup representatif dan ramai tapi memutuskan tidak mampir, sudah kadung patah hati. Kami memutuskan makan di daerah Sleman kota. Tentu saja, Sleman kota lebih menawarkan banyak warung makan, tidak seperti tempat wisatanya, Kaliurang Jogja. Dan itu, bikin saya super bingung, hingga kini.

Penulis: Iis Nuryati
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sejarah Jalan Kaliurang, Jalan Terpadat di Jogja yang Semakin Menyebalkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2025 oleh

Tags: jeepkaliuranglava tour merapirumah makantawangmangu
Iis Nuryati

Iis Nuryati

Guru Bahasa Inggris yang suka merangkai kata.

ArtikelTerkait

4 Aturan Tidak Tertulis Saat Makan di Rumah Makan yang Terpaksa Harus Saya Tulis

4 Aturan Tidak Tertulis Saat Makan di Rumah Makan yang Terpaksa Harus Saya Tulis

17 Februari 2024
6 Tabiat Buruk Pelanggan Rumah Makan Padang yang Dibenci Penjual Mojok.co

6 Tabiat Buruk Pelanggan Rumah Makan Padang yang Dibenci Penjual

21 Agustus 2025
Tawangmangu karanganyar, Sebaik-baiknya Tempat untuk Pensiun

Tawangmangu, Sebaik-baiknya Tempat untuk Pensiun

3 Januari 2023
Jalan Kaliurang Jogja: Udah Makin Macet, Lubangnya Berlipat Ganda, Bikin Susah Pengendara Motor!

Jalan Kaliurang Jogja: Udah Makin Macet, Lubangnya Berlipat Ganda, Bikin Susah Pengendara Motor!

25 Februari 2024
5 Hal yang Tidak Orang-orang Katakan tentang Solaria, Perhatikan untuk Kalian yang Belum Pernah ke Sana Mojok.co

5 Hal yang Tidak Orang-orang Katakan tentang Solaria, Perhatikan untuk Kalian yang Belum Pernah ke Sana 

1 November 2025
4 Ciri Rumah Makan yang Dijauhi Banyak Orang. Nggak Lagi-lagi deh Makan di Sana!

4 Ciri Rumah Makan yang Dijauhi Banyak Orang. Nggak Lagi-lagi deh Makan di Sini!

5 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

29 Maret 2026
Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen Mojok.co

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

31 Maret 2026
Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026
Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

28 Maret 2026
Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.