Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sebat

Surya 12 Bukan Lagi Rokok Tukang, Kemahalan, Bro!

Naufalul Ihya Ulumuddin oleh Naufalul Ihya Ulumuddin
22 Maret 2023
A A
Surya 12 Bukan Lagi Rokok Tukang, Kemahalan, Bro!

Surya 12 Bukan Lagi Rokok Tukang, Kemahalan, Bro! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa bilang Surya 12 itu rokok tukang? Nggak relevan, Bro, kemahalan!

Tukang nggak bisa lepas dari rokok. Kadang, rokok justru jadi ciri khas dari tukang. Sampai-sampai ada lelucon seperti ini:

 “Sediakan rokok dan kopi, maka rumah idamanmu akan kubangun dengan rapi.”

Kedekatan antara rokok dan tukang memunculkan identitas diri bagi beberapa merek rokok. Sampai-sampai, rokok tertentu diidentikkan sebagai rokoknya para tukang. Misalnya, rokok Surya 12.

Di beberapa dekade terakhir, label Surya 12 sebagai rokok tukang menjadi teramat populer. Sampai-sampai, saya yang merupakan penggemar baru Surya 12 dikira tukang, karena mengisap rokok ini. “Eh, lu ngerokok Surya, kayak tukang aja.” Lalu, pertanyaannya adalah, kenapa Surya 12 diidentikkan dengan rokoknya para tukang?

Asal mula Surya 12 menjadi idaman para tukang

Ketika saya coba survei secara mandiri ke para tetangga yang berprofesi sebagai tukang, rata-rata dari mereka menjawab bahwa pada mulanya Surya 12 merupakan rokok yang enak, awet, dan murah. Enak karena rasanya yang khas dan nendang. Awet atau tahan lama karena Surya cenderung tidak mudah habis saat dibakar. Sehingga, bisa lebih lama menemani pekerjaan para tukang padat dan berat tanpa harus menyulut rokok berulang-ulang.

Oleh karena daya tahan rokok yang lama, para tukang merasa lebih hemat dalam mengonsumsi rokok. Selain itu, Surya 12 pada masanya merupakan rokok yang murah dan terjangkau. Saat diceritakan, waktu itu rokok tersebut masih di harga 15 ribu satu bungkusnya.

Kenaikan harga dan hilangnya Surya dari genggaman para tukang

Akan tetapi, tragedi demi tragedi kenaikan pajak dan cukai rokok semakin menggila menimpa Indonesia. Sehingga, berbagai merek rokok harganya meroket. Termasuk Surya 12. Surya 12 menjadi salah satu rokok yang naiknya teramat signifikan. Mulai dari 15 ribu, 18 ribu, 20 ribu, 21 ribu, 22 ribu, sampai yang terbaru 24 ribu. Uajhoorrrr.

Kenaikan harga rokok menjadikan kondisi dompet para tukang kewalahan menangani kebutuhan rokoknya. Bayaran tukang tak seberapa, proyek tak selalu ada, tapi harga-harga—termasuk rokok—naik terus. Bisa-bisa, para tukang bukan mati karena efek asap dari rokok, tapi mati karena efek harga rokok yang semakin gila.

Baca Juga:

Mari Bersepakat bahwa Galang Baru 12 Adalah Rokok Murah 10 ribuan Paling Enak Saat Ini

Sebagai Pemilik Toko Kelontong, Saya Melihat Sendiri Kemunduran Gudang Garam karena Kalah Bersaing Gajah Baru dan Rokok Murah Lainnya

Atas dasar itu, saya secara personal semakin jarang melihat para tukang nyebat Surya 12 lagi. Setelah ditelusuri, alasannya serentak sama, yaitu harga. Kini, rokok Surya 12 bukan lagi rokoknya para tukang. Justru para tukang merindukan rokok tersebut.

Surya 12 kini menjadi rokok hadiah bagi kalangan tukang. Jika dapat proyek besar dan bayaran yang besar, baru para tukang berani sekali-kali beli Surya. Jadi, merek rokok ini tak lagi bisa disebut rokok tukang

Makanya, saya justru merasa heran dengan orang-orang yang masih menganggap bahwa Surya 12 adalah rokoknya para tukang. Sudah nggak, bro. Kemahalan, keles.

Rokok tukang yang baru

Lalu, kalau Surya kemahalan, sekarang tukang ngerokoknya apa? Sebatas penelusuran pribadi yang saya lakukan di beberapa tukang Madura sekitar rumah, kebanyakan dari mereka merokok merek-merek rokok tanpa cukai, seperti rokok Euro hitam dan Euro putih. Rokok tanpa cukai ini beredar banyak di pasar-pasar tradisional. Harganya lima ribu dapat 16 batang lebih. Gokil gak tuh.

Tanpa cukai dan pajak, rokok begitu murah. Meskipun, pada dasarnya hal tersebut melanggar hukum. Tapi, berita belakangan justru penegak hukum pajak malah mempermainkan hukum dan pajak rakyatnya. Jadi, tak apalah sedikit diberi toleransi untuk kalangan pertukangan dalam memilih rokoknya yang murah tanpa cukai.

Toh mereka merokok tanpa pajak dan cukai bukan untuk menumpuk kekayaan, tapi untuk menyambung hidup dari menukangi rumah satu ke rumah yang lain. Tak seperti para pejabat pajak yang justru nilep uang pajak (termasuk pajak rokok juga mungkin) untuk memfasilitasi anaknya pamer-pamer kekayaan. Ew. Jijik.

Toh perang terhadap rokok ilegal sejauh ini tak efektif-efektif amat. Kalau bisa dijual bebas dan terang-terangan, berarti memang upayanya gagal kan? Eh, apa malah nggak diupayain?

Selain murah, rokok Euro hitam juga enak dan tahan lama seperti Surya 12. Sehingga, Euro hitam menjadi solusi praktis bagi kalangan tukang yang mulai meninggalkan Surya dengan harga yang makin nggak ngotak.

Jadi, buat kalangan ahli isap, perokok pemula, atau yang bukan perokok, tapi sok tau tentang rokok, bertaubat dan berhentilah menyamakan Surya 12 dengan rokok tukang. Udah bukan. Surya bukan lagi di pasar para tukang, kemahalan, Bro.

Penulis: Naufalul Ihya Ulumuddin
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Rahasia dari Penikmat Rokok Surya agar Kalian Tak Salah Pilih Rasa

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 November 2025 oleh

Tags: cukaihargarokok khassurya 12tukang
Naufalul Ihya Ulumuddin

Naufalul Ihya Ulumuddin

Pegiat sosiologi asal Madura. Tertarik isu pendidikan, kebijakan sosial, dan keluarga. Cita-cita tertinggi jadi anak yang berbakti dan suami ideal untuk istri.

ArtikelTerkait

Kopi Hitam Tidak Ada Sangkut Pautnya Dengan Kejantanan Seseorang terminal mojok.co

Menjawab Apakah Harga Kopi Mahal Itu Sepadan

14 September 2020
Jauhi Rokok Ilegal, Dekati Tingwe

Jauhi Rokok Ilegal, Dekati Tingwe

20 Oktober 2022
Vespa PTS: Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Jadi Buruan Utama

Vespa PTS: Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Jadi Buruan Utama

24 Mei 2023
Cara-cara Starbucks Membuat Pembeli Mengeluarkan Uang Lebih Banyak

Harga Starbucks Membuktikan Upah di Indonesia Tidak Hanya Rendah, tapi Rata dengan Tanah

3 Mei 2023
4 Warung Makan di Malang yang Buka Dini Hari Terminal Mojok

Sebaiknya Semua Warung Makan Menyediakan Daftar Menu Beserta Harga

18 Maret 2023
Menimbang Hukuman yang Tepat Bagi Tukang Parkir Ngepruk di Acara Haul Solo Mojok.co

Menimbang Hukuman Paling Sesuai untuk Tukang Parkir yang Pasang Tarif Tinggi di Acara Haul Solo

12 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bandung Setelah Lebaran Jadi Surga Wisatawan, tapi Mimpi Buruk Warlok Mojok.co semarang

4 Hal yang Lumrah di Bandung tapi Tampak Aneh di Mata Orang Semarang

30 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

27 April 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

26 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.