Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Kok Bisa sih Harga Minyak Goreng Naiknya Ugal-ugalan?

Lilis Nur Indah Sari oleh Lilis Nur Indah Sari
6 November 2021
A A
minyak goreng

minyak goreng

Share on FacebookShare on Twitter

Saya membuka artikel ini dengan pertanyaan penting. Bapak Ibu petinggi negara ini, kok bisa sih harga minyak goreng naiknya segila ini? Minyak goreng loh.

Pertanyaan ini bukannya tanpa alasan. Jadi begini ceritanya, beberapa minggu yang lalu aku sempat kaget ketika Ibu membeli minyak goreng (kelapa sawit) refill kemasan dua liter dengan harga Rp29.000. Menurutku harga segitu tergolong mahal karena setahuku belum lama ini (belum ada setahun) harganya masih berkisar di angka Rp25.000-an. Lah jadi keluar kan mental kalkulator cabe ala emak-emaknya.

“Wah mahal ya, Bu, harga minyak sekarang?” Responsku saat mengetahui harga terbaru dari minyak goreng.

“Loh, ya murah ini, Nduk. Ibu ini dapat harga promo loh di Indo***, biasanya ibu beli di warung masih tiga puluh ribuan.” Sahut ibu dengan wajah sumringahnya.

Sempat ingin menyalahkan diri sendiri, apa aku yang nggak pernah belanja atau memang pergerakan harga minyak saat ini sangat gesit. Saya sempat termenung. Kalau segesit ini, bisa jadi suatu saat bakal turun drastis harganya.

Harga minyak goreng yang naik melejit ini bikin khawatir. Sebab, persentase kenaikannya nggak masuk akal. Bayangin aja, belum ada setahun harganya udah naik lebih dari 10 persen, sedangkan kenaikan UMP aja nggak sampai segit. Persentase naiknya harga minyak ini nggak sebanding dengan kenaikan UMP setiap tahunnya.

Dari sini jiwa kepoku semakin meronta. Apa sih yang membuat harga minyak goreng melambung begitu cepatnya. Usut punya usut, menurut Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Pak Oke Nurwan menjelaskan jika kenaikan harga sangat dipengaruhi oleh kenaikan harga CPO (Crude Palm Oil). CPO sendiri merupakan bahan baku untuk membuat minyak goreng dari kelapa sawit.

Nah, sedangkan kalau informasi dari Om Sahat Sinaga selaku Direktur Eksekutif GIMNI (Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia), salah satu hal yang menjadi penyebab kenaikan harga minyak goreng kelapa sawit adalah kurangnya pasokan minyak nabati dan minyak hewani di pasar global karena efek dari pandemi.

Baca Juga:

Kasta Merek Minyak Goreng dari Golongan Sultan hingga yang Paling Merakyat

Realitas Pahit di Kabupaten Bengkayang: Tidak Punya Akses Listrik, Mau Charge HP Harus Jalan Sejam

Ternyata, emang dari bahan bakunya udah mengalami kenaikan. Tapi, kok kenaikannya ini nggak ukur-ukur ya? Dan ternyata salah satu hal ini yang memiliki peranan terhadap kenaikan harga minyak yaitu harga referensi CPO di Indonesia berpacu pada harga CPO CIF Rotterdam. Saat ini harga CIF Rotterdam sedang tinggi, sehingga berdampak pada kenaikan CPO lokal. Hal ini sangat berimbas pada kenaikan biaya produksi pada industri minyak goreng kelapa sawit. Sehingga harga jual minyak goreng kelapa sawit juga mengalami kenaikan. Kenaikan harga minyak goreng kelapa sawit ini memang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya lantaran dipicu oleh pandemi.

FYI aja, dalam waktu dua bulan ini ternyata harga minyak curah sudah meroket dari harga Rp15.000 per liter menjadi Rp19.000 per liter. Untuk harga minyak goreng kemasan yang semula berkisar Rp28.000-30.000 per dua liter, sekarang sudah naik menjadi Rp32.000-35.000 per dua liter.

Nah, kok bisa karena pandemi harga minyak jadi meroket banget sih? Lah jelas bisa aja, karena pandemi ini memberikan ketidakpastian bagi lapangan industri. Sehingga produksi minyak nabati dan hewani juga menurun dibandingkan sebelum adanya pandemi. Dan ketika barang menjadi langka di pasaran, maka harga beli untuk mendapatkan barang tersebut cenderung cukup tinggi.

Dan dari rumor yang beredar ternyata pemerintah juga belum meninjau kembali HET terbaru untuk minyak goreng. Sehingga HET sekarang ini masih lebih rendah dibandingkan dengan harga CPO. Dan hal ini tuh nggak mencerminkan biaya produksi yang mestinya dikeluarkan oleh pelaku usaha olahan minyak sawit.

Januari-Juli, harga CPO berkisar 9-11 ribu rupiah per kg, Agustus-September CPO berada di kisaran harga 12 ribuan rupiah, sedangkan per Oktober harga CPO sudah berada di angka 14 ribuan per kg. Sedangkan HET yang masih berlaku yaitu 11rb rupiah. Panik nggak kalau kamu sebagai pengusaha?

Tapi, ada informasi dari pak Oke yang bikin adem nih. Memang untuk pembahasan HET belum dilakukan, tetapi harga yang ditentukan pemerintah itu hanya mengatur harga minyak goreng kemasan sederhana. Sehingga hal tersebut tidak membatasi perdagangan minyak jenis lainnya. Tuh adem ya jadinya kalau udah ada wejangan kayak gini.

Hmmm, jadi mikir-mikir lagi nih. Dalam waktu beberapa minggu persentase kenaikan minyak goreng kelapa sawit udah lebih dari 10 persen. Dalam waktu setahun persentase kenaikan sudah di atas 20 persen. Apa kabar nanti harga-harga setelah aku pensiun ya? Setidaknya harus ada uang milyaran rupiah untuk hidup nyaman di masa pensiun. Jadi insecure sendiri dengan masa tua yang harus menabung lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan hidup di kala pensiun. 

Sumber gambar: Pixabay.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 November 2021 oleh

Tags: Crude palm oilhargaminyak gorengsawit
Lilis Nur Indah Sari

Lilis Nur Indah Sari

Karyawan swasta yang bangga pernah menaklukkan soal CPNS, walau akhirnya ditaklukkan oleh kuota. Hobi menulis apa saja, terutama yang bikin overthinking dan mengaduk-aduk emosi.

ArtikelTerkait

Kesan Pertama Saya Menggunakan Minyakita, Minyak Goreng Subsidi Pemerintah

Kesan Pertama Saya Menggunakan Minyakita, Minyak Goreng Subsidi Pemerintah

8 Agustus 2023
Pertashop Bangkrut Justru Bikin Repot: Laporan Langsung dari Pelanggan Bensin Pertamina

Kalau Harga Pertamax RON 92 Beneran Naik, Bagaimana Nasib Pertashop dan Pertamini?

31 Maret 2022
Zulkifli Hasan Adalah Sebaik-baiknya Seorang Ayah Terminal Mojok

Zulkifli Hasan Adalah Sebaik-baiknya Seorang Ayah

14 Juli 2022
upah buruh sadap karet sawit jambi mojok

Upah Buruh di Kampung Saya Lebih Besar dari Upah Minimum Provinsi

12 November 2020
4 Warung Makan di Malang yang Buka Dini Hari Terminal Mojok

Sebaiknya Semua Warung Makan Menyediakan Daftar Menu Beserta Harga

18 Maret 2023
Strategi Psychological Pricing Penjual Sempol yang Tidak Kita Sadari terminal mojok.co

Strategi Psychological Pricing Penjual Sempol yang Tidak Kita Sadari

7 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.