Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Surat Terbuka untuk Pak Azis Syamsuddin: Terima Kasih, Pak!

Fadlir Nyarmi Rahman oleh Fadlir Nyarmi Rahman
15 Oktober 2020
A A
Suka Duka Saya Ketika Menjadi Fans DPR RI, Biasmu Siapa, Hyung? terminal mojok.co satir omnibus law UU ciptaker puan maharani Azis Syamsuddin

Suka Duka Saya Ketika Menjadi Fans DPR RI, Biasmu Siapa, Hyung? terminal mojok.co satir omnibus law UU ciptaker puan maharani Azis Syamsuddin

Share on FacebookShare on Twitter

Yang terhormat, Pak Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR RI. Selamat istirahat dengan puas setelah sukses memimpin sidang paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja.

Semoga Anda selalu diberi limpahan rahmat yang dalam dan luas oleh Tuhan dan tidak terusik oleh suatu hal apa pun. Tidak seperti saya atau orang kecil lain, yang meski sudah dilimpahi rahmat Tuhan, masih saja mengeluh karena terganggu oleh sesuatu yang nggak tahu apa manfaatnya: hasil sidang sembunyi-sembunyi di Senayan itu, Pak.

Tanpa basa-basi, Pak Azis Syamsuddin, dengan surat ini saya ingin mengungkapkan rasa terima kasih secara tulus. Rasa ini hadir setelah saya membaca di banyak media perihal pernyataan Anda sebagai respon kekecewaan rakyat.

Mungkin Anda belum tahu rakyat yang kecewa itu rakyat yang mana, maka dengan senang hati saya tunjukkan. Itu lho, Pak Azis Syamsuddin, rakyat yang mendorong Anda untuk duduk di kursi malas DPR. Kursi yang empuk, yang siapa pun bisa ngantuk jika mendudukinya. Barangkali, Anda termasuk.

Eh, maaf, Pak. Kok jadi ngomongin kursi ya? Maklum ya, Pak, tanggung. Saya kan ingin juga duduk di kursi tersebut. Apalagi kursi gaming, Pak, wah itu idaman sekali. Soalnya bisa membuat kita tahan kerja sambil live streaming tanpa tertidur. Pokoknya kerja, kerja, kerja!

Haduh malah ngelantur. Sory, Pak Azis Syamsuddin. Kembali ke soal pernyataan Anda.

Masih ingat kan pernyataan yang mana? Pernyataan Anda yang berbunyi, “Jika kecewa dengan teman-teman di DPR, ya, rakyat nggak usah memilih mereka dan partainya lagi di pemilu mendatang,” itu, Pak.

Leres, Pak Azis Syamsuddin. Saya jadi tercerahkan untuk golput lagi lebih hati-hati dalam memilih wakil saya di DPR, sungguh. Pernyataan Anda bagai cahaya di kegelapan nasib saya sebagai buruh rumah sakit swasta, Pak Azis. Bahkan, saking silaunya cahaya tersebut, saya jadi gelap lagi karena mampu  membutakan pandangan saya di masa depan.

Baca Juga:

Gaji Guru 25 Juta per Bulan Itu (Baru) Masuk Akal, Kualitas Baru Bisa Ditingkatkan kalau Sudah Sejahtera!

RUU TNI Disahkan, dan Kita Harus Lebih Kuat, Makin Kuat, karena Kita Tak Punya Siapa-siapa untuk Dipercaya

Tapi, paling tidak Anda sempat membuat cerah walau hanya sekejap, nggak suram melulu. Jadi, tetap saja saya merasa harus berterima kasih kepada Anda. Dan ini jadi terima kasih saya yang pertama, ya, Pak.

Kedua, saya ingin berterima kasih karena dengan pernyataan Anda itu saya jadi nggak lagi merasa berdosa. Pasalnya di pemilu 2019, sesungguhnya saya golput, Pak. Hehehe. Saya mendapat perasaan demikian saat itu, setelah membaca tulisan Romo Magnis di Kompas (12/3/2019).

Beliau itu, Pak, bilang kalau golput merupakan dosa dan amoral karena memberi peluang bagi yang terburuk untuk berkuasa. Wah, sebelum mendapat pencerahan dari Anda, saya agak cemas. Pikir saya, “Duh gimana ya, kalau saya masuk neraka karena golput, apa nggak diketawain tuh saya, oleh para penghuni dan penjaganya?”

Dan bahkan, sebenarnya dengan kecemasan akibat tulisan Romo Magnis itu, Pak Azis, saya juga sempat berniat nggak golput lagi. Saya membayangkan bagaimana jika yang terburuk benar-benar berkuasa, hancur dong kita kayak sekarang ini.

Akan tetapi, setelah saya pikir-pikir lagi, ternyata niat saya nggak sepenuhnya tepat. Ya, karena bagi saya mereka semua itu buruk, Pak. Nggak ada yang terburuk. Semua sama bagi saya. Buktinya, yang terburuk pun—karena nggak terpilih, katakanlah—malah dipanggil untuk menjabat menteri di istana.

Ketiga, saya ingin berterima kasih, sebab dengan pernyataan Anda, saya merasa sudah benar untuk menolak diselenggarakannya pilkada serentak di tengah pandemi. Dengan begitu, saya jadi nggak ragu dan rikuh untuk tetap tidur di rumah karena takut korona, sementara TPS tetap buka dijaga tetangga.

Dan saya pun jadi nggak heran lagi jika sebagian besar teman Anda di pemerintahan atau partai, nggak ada angin maupun hujan, tiba-tiba peduli pada hak konstitusi rakyat untuk memilih. Padahal, mereka hanya peduli haknya untuk dipilih, sebenarnya. Apalagi setelah pernyataan Anda tersebut mencuat. Iya kan, Pak? Jujur saja. Jangan ada Omnibus Law dusta di antara kita.

Keempat, saya terima kasih sekali. Berkat pernyataan Anda, gerakan golput yang cukup santer di pemilu 2019, akhirnya menemui jalan mulus dan nggak berlubang. Drama golput yang menuai pro dan kontra—pro bagi yang menolak presidential threshold dan kontra bagi yang ingin berkuasa—akhirnya usai juga.

Berkat Anda, siapa pun yang menyuarakan atau bahkan mengkampanyekan golput saat pemilu kapan pun nantinya, menjadi sah dan wajar sebagai ekspresi politik belaka. Nggak usah ada gontok-gontokan lagi, ya. Apalagi sampai ngotot hanya karena nafsu berkuasa semata.

Sebelum saya akhiri, sebenarnya saya ingin berterima kasih untuk yang kelima kalinya sehingga sempurna seperti rukun Islam dan Pancasila. Tapi, pertanyaannya, Anda bersedia, nggak? Sebab, syaratnya agak berat meskipun lebih berat kehidupan menjadi rakyat yang dipimpin Anda dan rekan-rekan.

Jika mau, penuhi dulu tuntutan rakyat yang meminta 1) untuk didengarkan aspirasinya dan yang terpenting yaitu; 2) cabut Omnibus Law sampai ke akar-akarnya, kemudian; 3) tarik mundur aparat yang brutal dan; 4) usut tuntas kekerasan mereka terhadap demonstran, bagaimana pun caranya, karena; 5) poin pertama hingga keempat, kini sangat genting dan harus terpenuhi secepatnya.

Nggak berat-berat amat toh, Pak, bagi Anda? Pasti bisa, lah, demi kesempurnaan. Minta bantuan Bu Puan, ya nggak masalah. Ayolah, Pak Azis, saya tidak tahan lagi untuk berterima kasih kepada Anda!

BACA JUGA Sok Edgy di Tengah Isu Omnibus Law biar Apa, Bos? dan tulisan Fadlir Rahman lainnya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 Oktober 2020 oleh

Tags: Azis Syamsuddindpromnibus lawUU Cipta Kerja
Fadlir Nyarmi Rahman

Fadlir Nyarmi Rahman

Seorang radiografer yang sedikit menulis, lebih banyak menggulir lini masa medsosnya. Bisa ditemui di IG dan Twitter @fadlirnyarmir.

ArtikelTerkait

Wahai DPR, Ingat, Vox Populi, Vox Dei, Bukan Vox Rex/Regina, Vox Dei

Wahai DPR, Ingat, Vox Populi, Vox Dei, Bukan Vox Rex/Regina, Vox Dei

3 April 2023
Saya Pernah Jadi Pemberi Cap Ahli Neraka dan Betapa Bodohnya Masa Itu

Novel ‘Rich People Problem’ Menyentil Indonesia dan Kebakaran Hutan Sumatera

24 Oktober 2020
Saya Curiga Pakde Jokowi Hidup di Universe yang Lain terminal mojok.co

Membela Jokowi dari Pengeroyokan Boleh, Tapi Jangan Dengan Cara Bodoh!

18 September 2019
Anggota DPR, Profesi yang Paling Cocok dan Sesuai dengan Gaya Hidup Gen Z

Anggota DPR, Profesi yang Paling Cocok dan Sesuai dengan Gaya Hidup Gen Z

6 Desember 2023
moeldoko heran mojok

Keheranan Moeldoko Kenapa UU Cipta Kerja Terus Didemo yang Bikin Saya Ikutan Heran

25 Oktober 2020
Mas-Mas Harvard Pendukung Omnibus Law Itu Ternyata Kenalan Saya yang Tertukar

Mas-Mas Harvard Pendukung Omnibus Law Itu Ternyata Kenalan Saya yang Tertukar

4 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

20 April 2026
3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak Mojok.co

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak

21 April 2026
4 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa Universitas Terbuka mahasiswa UT kuliah di UT

Saya Sempat Meremehkan Universitas Terbuka, Sampai Akhirnya Saya Menjalaninya Sendiri sambil Kerja

20 April 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co

Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak

17 April 2026
Bukannya Menghilangkan Penah, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

Bukannya Menghilangkan Penat, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

18 April 2026
Honda Supra X 125 Motor Terbaik? Ngawur, yang Terbaik Tetap Karisma (Unsplash)

Tak Hanya Supra, Honda Karisma Juga Jadi Tulang Punggung Keluarga Kelas Menengah di Indonesia

16 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami
  • Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial
  • Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University
  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja
  • Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti
  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.