Surat Cinta untuk Cimoy ‘Nuraini’ Montok

Artikel

Salam sayang, Cimoy ‘Nuraini’ Montok. Selamat yaa buat single terbarumu Santuy Aja. Kamu hebat banget soalnya di umur lima belas tahun udah bisa ngehasilin uang dan berani berekspresi. Saya harap orang di sekitarmu bisa terus mengasah potensi kamu biar jadi artis yang bukan hanya bersinar karena modal viral, tapi bakal terus berkarya sampai waktu yang lama.

Moy, apakah para orang dewasa di sekitarmu pernah mengatakan risiko dari menunjukkan diri sebagai seorang Cimoy? Apakah mereka bilang bahwa viral adalah industri? Pilihannya hanya dua; perayaan cinta atau kebencian. Bisa juga kamu memilih di antaranya, namun prosesnya bakal agak panjang. Kamu mesti menunjukkan apa kemampuanmu. Menyanyi? Akting? Apa pun yang tanpa sensasi. Tapi bukankah menjalani industri yang tanpa sensasi bakal cukup lama mendapat hasil?

Moy, saya pernah melihat Prabowo ‘Mondardo’ Alpenliebe main sinetron di MNC. Pengamen Jalanan Terkenal Karena Viral di Media Sosial judulnya dan akting Bowo di sana baik sekali. Cowok yang kabarnya dekat denganmu ini tampaknya berbakat soal akting. Saya harap, ia lebih banyak diajak main sinetron dan bahkan film. Tidak hanya itu, harapan saya kamu pun dapat kesempatan serupa. Mungkin kedekatan kalian bisa membangun dengan belajar akting bareng.

Moy, jangan dengerin orang-orang yang suka jahat sama kamu ya. Kamu harus ingat kalau kamu adalah remaja lima belas tahun normal yang butuh aktualisasi diri. Semua orang di usia yang sama memang begitu. Orang-orang yang suka menghujat kamu mungkin lupa kalau mereka juga cari pengakuan di umur yang sama dengan kamu. Saya harap mereka berhenti membebani kamu dengan standar yang mereka ciptakan ya, Moy.

Baca Juga:  Bulan Ramadan dan Lebaran Membuat Banyak Orang Indonesia Jadi Auto Pengusaha

Moy, saya pernah melihatmu melakoni wawancara di salah satu channel Youtube. Setiap perkataanmu yang dianggap kasar atau nyeleneh oleh mereka justru mendapat sorakan dan tepuk tangan. Barangkali ini membuatmu mendapat konfirmasi bahwa yang kamu lakukan itu lucu, menyenangkan hingga disetujui. Padahal ternyata, channel tersebut membuka deskripsi yang memungkinkan orang berkomentar apa pun tentangmu. Mereka pula yang meletakkan pin pada komentar orang yang mengolokmu. Semoga lain kali nggak ada lagi channel toxic kayak gini lagi ya, Moy.

Moy, saya juga melihatmu diundang stasiun televisi swasta bersama seorang Youtuber yang umurnya lebih tua darimu. Orang-orang dewasa di stasiun televisi itu terus menggosok pertikaian kalian. Apakah di balik layar mereka mengajarkan padamu caranya menyelesaikan konflik? Ataukah mereka memberimu contoh bagaimana cara menjual pertikaian? Orang-orang dewasa seperti itu jangan pernah dicontoh ya, Moy. Mereka hanya peduli dengan popularitas, tapi nggak pernah peduli dengan nilai. Itu contoh orang dewasa yang buruk. Jangan jadi seperti mereka.

Moy, Nyai Nikita Mirzani pergi ke rumahmu dan melihat keadaan keluargamu. Saya melihat kerasnya kehidupan keluargamu dan barangkali mereka tidak bisa mengikuti dalam duniamu yang sekarang. Mereka mungkin juga tidak bisa memberimu saran mesti mendekat atau menjauhi teman yang bagaimana. Tapi yakinlah, Moy… Nyai benar soal kamu mesti sekolah. Katakan pada manajermu, penghasilan mesti disisihkan buat sekolah. Tentu tidak harus formal, kamu bisa ambil paket B dan C yang tidak menganggu waktumu bermain dan bekerja di dunia hiburan. Entah apa kelak fungsinya ijazahmu, buktinya baru bisa dirasakan barangkali lima tahun lagi.

Moy, orang-orang dewasa di sekitarmu sekarang barangkali terus mengarahkanmu buat mengasilkan uang. Tapi, Moy… sungguh kamu berhak menuntut mereka yang lebih berpengalaman di dunia hiburan dan lahir lebih dulu darimu itu untuk jujur mengatakan, berapa lama cara-cara yang mereka berikan padamu itu bertahan dan bagaimana hidupmu kelak berlanjut ketika setuju dengan apa yang mereka tawarkan.

Baca Juga:  Menafsir Tembang 'Saben Malam Jumat' yang Bilang Mayat akan Pulang ke Rumah tiap Malam Jumat

Moy, bersenang-senanglah. Ini semua popularitasmu dan hasil kerja kerasmu. Namun dirimu sendiri harus menjamin, ada pendidikan dan tabungan untuk hari-harimu berikutnya. Jika orang dewasa di sekitarmu tidak mengarahkanmu buat mendapat dua hal ini, kamu tentu berhak menuntutnya karena ini sekali lagi popularitasmu, juga kerja kerasmu. Mereka tentu turut andil tapi bukankah pemantiknya adalah kamu?

Yang terakhir, Moy. Semoga kamu selalu sehat dan produktif. Masamu masih panjang. Lindungi dirimu sendiri karena saat ini, kamu adalah penghasil popularitas dan uang yang siapa pun ingin mendekat meski entah ingin berteman atau tidak.

BACA JUGA Surat Cinta Untuk Mbak Awkarin dan Pencari Exposure atau tulisan Poppy Trisnayanti Puspitasari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
10


Komentar

Comments are closed.