Sudah Hidup Susah, Hobinya Ngepoin Isi ATM Selebriti

Artikel

Aliurridha

Fenomena memamerkan isi ATM yang dilakukan para selebriti pada channel YouTube mereka menjadi trending. Karenanya semakin banyak selebriti yang ikut-ikut melakukannya. Memanfaatkan algoritma YouTube untuk meraih pundi-pundi uang dengan cara yang paling mudah tanpa harus kerja keras. Tanpa harus terlalu memutar otak memikirkan cara membuat konten yang menarik.

Apa yang dilakukan para selebriti ini tidak berbeda dengan para youtuber pemula yang mengikuti jejak Atta Halilintar, The King of Prank YouTube yang sukses menemukan algoritmanya untuk merajai YouTube Indonesia dengan prank-prank konten-kontennya. Melihat pasar Indonesia yang suka dengan prank-prank nggak jelas ini, para youtuber pemula yang minim kreativitas ini berlomba-lomba membuat prank. Akhirnya saya tersadar bahwa pendidikan Indonesia sudah mencapai tahap kritis. Jika itu kanker maka sudah stadium akhir.

Prank yang paling populer saat ini adalah prank ojek online yang sama sekali tidak manusiawi karena mengerjai para driver dengan memesan makanan dengan harga yang bikin para driver ini nangis kalau di-cancel. Parahnya prank dengan gaya seperti ini justru sukses membuat para youtuber yang sebelumnya bukan apa-apa mendapat viewers yang bikin mereka seperti tidak bisa tidur karena memikirkan duit yang bakal mereka dapatkan.

Saya sampai saat ini masih tidak mengerti nilai hiburan atau apalah yang membuat prank-prank ojol macam itu sukses ditonton banyak orang. Buat saya satu-satunya prank ojol yang menarik hanyalah yang dilakukan oleh Siskaeee3 yang benar-benar anti mainstream dan orisinil. Selain dari itu semua palsu, semua nista, hanya ikut-ikutan algoritma yang trending.

Setelah prank ojol, muncul pula pamer kekayaan ala selebriti. Entah bagaimana ceritanya konten yang berisi pamer ATM ini sukses mendapat panggung dan trending. Masyarakat Indonesia memang senang sekali untuk menonton berbagai konten yang justru menegaskan kesenjangan antara mereka. Bukannya fokus kerja untuk memperbaiki nasib justru asyik untuk ngepoin konten berbau pamer kekayaan seperti pamer saldo ATM.

Baca Juga:  Jika Karl Marx Hidup Lagi, Ia Akan Bilang kalau Jadi Silent Reader Itu Candu

Hal-hal seperti ini juga yang menjadi alasan yang membuat populernya bisnis-bisnis Multi Level Marketing (MLM). Para kaum rebahan yang ingin kaya tanpa keluar bekerja mudah sekali terbujuk untuk mengikuti bisnis ini. Suatu waktu saya pernah dibujuk oleh seorang muda bersemangat di salah satu kampus di Yogyakarta untuk ikut MLM. Tampaknya ia mahasiswa semester awal yang sedang bersemangat-mangatnya jadi kaya tanpa bekerja seperti tagline bisnis MLM.

Dengan berapi-api dia berkata tanpa perlu bekerja kita bisa kaya, ngapain kuliah 4-5 tahun terus setelah itu bekerja dengan gaji yang tidak seberapa. Kalau saja mas kenal bisnis ini dari dulu mungkin mas sudah punya uang yang banyak dan tidak perlu kuliah lagi. Waktu itu saya adalah mahasiswa pascasarjana di salah satu kampus di Yogyakarta. Merasa status saya sebagai mahasiswa diserang saya lantas menjawab,

“Lah sampeyan ngapain kuliah? Terus yang sampeyan lakukan ini apa, kalau bukan kerja?”

Tak mampu menjawab ketika setiap argumennya saya debat, dia menyerah dan pergi. Kaum-kaum ini memang mudah sekali berfikir bahwa mereka bisa kaya tanpa perlu bekerja. Mereka berfikir kerja hanyalah sesuatu yang identik dengan aktivitas yang dilakukan di kantor meliputi berangkat pagi pukul 07.00 pulang sore pukul 17.00.

Maka jangan heran jika iklan Budi Setiawan seorang trader profesional diputar di seluruh konten YouTube, karena Indonesia adalah pasar yang besar untuk orang yang ingin kaya dengan cara mudah. Jadi kalau ditanya siapa yang salah? Ya tentu saja Anda semua yang masih saja menonton acara seperti itu. Sudah hidup susah hobinya ngepoin isi ATM selebriti mulu. Memangnya bisa kaya dengan tahu isi ATM selebriti?

Baca Juga:  Baso Aci: Masterpiece Asal Garut

BACA JUGA Stop, Bikin Konten Prank Ojol! atau tulisan Aliurridha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
14


Komentar

Comments are closed.