Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Stop Kagum Berlebihan dengan Konten Romantisasi Abdi Dalem Kraton Jogja yang Melarat!

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
15 Juli 2025
A A
Stop Kagum Berlebihan dengan Konten Romantisasi Abdi Dalem Kraton Jogja yang Melarat. Menjijikkan!

Stop Kagum Berlebihan dengan Konten Romantisasi Abdi Dalem Kraton Jogja yang Melarat. Menjijikkan! (Boimar Admaja via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Honorarium abdi dalem

Untuk honorarium Abdi Dalem yang nyerempet UMR, umumnya mereka memiliki jabatan struktural. Yaitu Abdi Dalem Tepas yang bekerja selayaknya pegawai kantoran. Misal bagian administrasi Sultan Ground dan pengurusan bukti keturunan. Berbeda dengan Abdi Dalem caos yang lebih umum dan bergaji lebih rendah. Mereka tidak wajib ‘ngantor’ setiap hari. Kadang hanya datang 10 hari sekali ke Kraton.

Maka sangat jarang seorang abdi dalem menggantungkan hidup dari pengabdian. Misal Abdi Dalem Keprajan yang seorang PNS. Atau pekerja lepas yang bisa menyesuaikan jadwal dengan tugas volunteer di dalam Kraton Jogja. Mayoritas adalah pensiunan yang bertujuan ‘ngalap berkah’. Jadi jangan kaget jika bertemu abdi dalem yang punya jabatan dan gelar akademis mentereng. Tujuan mereka bukan karier, tapi menjaga budaya dan mencari berkah.

ADVERTISEMENT

Jadi jangan tanya apakah abdi dalem punya BPJS Ketenagakerjaan atau tidak. Mereka dipandang sebagai orang yang rela melakukan kerja volunteer di luar urusan profesional. Meskipun harusnya mereka dapat!

Standar hidup layak kalian serendah itu?

Jadi apakah mungkin bagi abdi dalem menguliahkan anaknya? Sangat mungkin! Bahkan hidup mereka bisa lebih sejahtera daripada Anda yang kagetan itu. Memang tidak semua abdi dalem sesejahtera itu. Karena beberapa abdi dalem juga hidup pas-pasan. Mereka harus bekerja lebih untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Lalu bagian mana istimewanya? Toh volunteerism bukanlah hal baru. Yang istimewa adalah mereka yang kagetan dengan sistem ini. Meromantisasi abdi dalem sebagai kelompok miskin yang penuh berkah hanyalah logika sesat di tengah krisis.

Lagi pula kenapa harus kagum sih? Misal ada Abdi Dalem yang banting tulang menguliahkan anak, berarti ada yang salah. Karena kemampuan memberikan pendidikan pada anak harusnya menjadi ambang bawah hidup layak yang harus diberikan negara.

Kritik pada model volunteerism yang cenderung eksploitatif harusnya dipelihara. Sehingga setiap pekerjaan, setulus apa pun dilakukan, tetap diapresiasi dengan layak. Bukannya mencari-cari bahan onani berupa poverty porn.

Stop onani kemiskinan orang lain!

Saya ingatkan, para abdi dalem Kraton Jogja ini orang-orang baik. Mereka dengan tulus dan bahagia rela mengabdi demi menjaga budaya monarki (yang kadang jahat). Jadi jangan sampai ketulusan hati mereka malah dijadikan romantisasi tengik dan tidak menapak tanah. Tapi dukung mereka untuk tetap mendapat apresiasi layak atas apa yang dikorbankan.

Baca Juga:

Panduan Singkat Memahami Keraton Solo, Biar Nggak Nanya “Kenapa Bukan Gusti Bhre yang Jadi Raja?”

Normalisasi Upah Rendah sebagai Jalan Terjal Karier Guru Honorer Adalah Sesat Pikir yang Dibangga-banggakan

Fakta bahwa ada abdi dalem yang mapan justru menelanjangi tidak layaknya sistem upah pengabdian itu sendiri. Jika untuk ‘selamat’ saja seseorang harus punya pekerjaan lain atau sudah pensiun, maka ada yang salah secara fundamental. Jadi ketika kita melihat ada Abdi Dalem yang benar-benar hidup pas-pasan dan harus banting tulang untuk menguliahkan anak, itu bukanlah cerita inspiratif. Itu adalah bukti kegagalan sistem.

Lalu untuk kalian yang masih lahap menelan konten romantisasi kemiskinan dan narimo ing pandum: TANGI COK! Hentikan kecanduan kalian untuk melihat kemiskinan dengan berbunga-bunga. Standarmu lho rendah banget. Mending kalian cuci muka, lalu push up satu set setiap sange dengan konten romantisasi.

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kampung Polowijan, Kampungnya Abdi Dalem Penyandang Disabilitas yang Dianggap Sakti

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 27 Juli 2025 oleh

Tags: abdi dalemkraton jogjaPengabdianupah rendah
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Panduan Singkat Memahami Keraton Solo untuk Menjawab Pertanyaan: Kenapa Bukan Gusti Bhre yang Jadi Raja? Mojok.co

Panduan Singkat Memahami Keraton Solo, Biar Nggak Nanya “Kenapa Bukan Gusti Bhre yang Jadi Raja?”

20 November 2025
Derita Warga Kota Jogja Kena Gusur dan Terpaksa Pindah Bantul (Unsplash)

Penderitaan Warga Jeron Beteng Jogja yang Rumahnya Digusur dan Terpaksa Pindah ke Bantul. Ongkos Semakin Mahal dan Fasilitas Kesehatan Terasa Kurang

12 Mei 2024
Bajingan! Gaji Guru Honorer Jauh di Bawah Tukang Parkir Liar! (Unsplash) finlandia sekolah swasta

Normalisasi Upah Rendah sebagai Jalan Terjal Karier Guru Honorer Adalah Sesat Pikir yang Dibangga-banggakan

13 Agustus 2024
Upah Minimum Jogja Sangat Humble, Sampai Ditertawakan Kuda Milik Kraton Jogja terminal mojok.co

Upah Minimum Jogja Sangat Humble, Sampai Ditertawakan Kuda Milik Kraton Jogja

26 Januari 2021
Bolehkah Kami Hidup Tenang di Sultan Ground Jogja? terminal mojok.co

Bolehkah Kami Hidup Tenang di Sultan Ground Jogja?

21 Desember 2021
Sarjana Lulus Kuliah Nggak Harus Cari Kerjaan Enak, Jadi Ketua Karang Taruna pun Nggak Ada Salahnya

Sarjana Lulus Kuliah Nggak Harus Cari Kerjaan Enak, Jadi Ketua Karang Taruna pun Nggak Ada Salahnya

18 Desember 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan (Wikimedia Commons)

Selain mie dan bakso, ini 4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan

24 Agustus 2026
Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang Mojok.co

Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang

23 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini Mojok.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini 

22 Agustus 2026
iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone! (Unsplash)

Kok bisa iPhone disebut hp bapak-bapak? Padahal banyak bapak-bapak yang nggak mampu beli iPhone

21 Agustus 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Modal 20 ribu rupiah, kamu bisa makan tiga kali sehari di Ngaglik, Jogjakarta

26 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.