Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Stereotip Terhadap Orang Timur

Taufik oleh Taufik
9 Mei 2022
A A
stereotype orang timur
Share on FacebookShare on Twitter

Pertama kali aku menginjakkan kaki di Pulau Jawa, tepatnya di Surabaya beberapa tahun yang lalu, satu hal yang terlintas di pikiranku adalah persoalan bagaimana tanggapan orang-orang melihat tampangku ini. Dari sekilas saja, kemungkinan identifikasi mereka berdasarkan morfologi muka dan rambutku akan menghasilkan pertanyaan klise “orang Papua ya mas?” atau pertanyaan serupa lainnya “kamu anak Timur ya?”

Tidak bisa dipungkiri bahwa identitas kita, sebelum benar-benar bisa saling kenal lebih jauh adalah apa yang tampak oleh mata secara langsung. Wajah serta rambutku mendukung untuk mendapat predikat pertanyaan seperti diatas.

Dilema Menerima Kenyataan

Saat itu, akupun juga hanya bisa dilema antara menerima dengan lapang dada “pertanyaan” mereka tersebut atau dengan tegas memberi mereka sedikit pelajaran Geografi agar paham bahwa untuk ke Papua dari Sulawesi itu masih harus menempuh perjalanan 4 hari kapal atau 4 jam pesawat terbang.

Tidakkah mereka yang selalu memperumum suatu permasalahan (utamanya ras hanya dengan melihat warna kulit, bentuk wajah dan morfologi rambut) itu sadar telah melakukan kesalahan mendasar? Bahwasanya penilaian kita dewasa ini selalu didasarkan pada hal-hal yang sudah tercatat diatas. Memang tidak terlalu signifikan untuk ukuran aku, yang walaupun orang Sulawesi asli tapi memang dengan tampang sedikit Maluku atau Papua ini. Tapi sekali lagi, dengan memohon ampun sebelumnya, generalisasi dari apa yang hanya tampak itu akan menghasilkan spekulasi-spekulasi lain yang bahkan kebenarannya masih bisa kita pertanyakan.

Tak Sesuai dengan Ekspetasi

Bahwasanya setelah mengetahui letak geografi Sulawesi yang lebih dekat ke Ambon daripada Pulau Jawa akan semakin menguatkan dugaan bahwa Sulawesi itu tidak akan berbeda jauh karakter manusianya dengan orang-orang timur lainnya. Padahal jika saja kita bisa menyingkirkan sedikit ego menyoal spekulasi dari penilaian awal terkait tampilan ini, mungkin saja bisa menghimpun orang-orang baik dari untuk bisa saling mengingatkan. Atau bahkan memberi dampak kepada teman-teman kita (dari timur) yang sudah terlanjur dicap sebagai pengonar untuk mengurangi perbuatan tidak terpujinya.

Apa yang aku tulis ini mungkin akan terdengar lirih sebagai sebuah protes atau pernyataan sikap terkait stereotip orang timur yang dibangun sebagai manusia urakan. Dan memang agak susah untuk sekali jalan dan orang-orang akan sadar,”wah, ternyata orang timur itu baik, tidak seperti apa yang kita pikirkan selama ini”. Oke, pada dasarnya (kami) orang timur yang kalian anggap semua sebagai manusia urakan, tidak baik, suka mabuk dan segala macam cap jelek lainnya itu mungkin memang tidak semuanya juga baik. Tapi paling tidak kami memiliki koloni yang terbagi atas berbagai macam genre. Ada yang baik disana, bahkan mungkin berada pada level alim, walaupun mereka yang urakan juga tetap tidak bisa kita hilangkan dari hitungan.

Koloni Orang Timur

Ya, kami yang berada pada koloni yang kalian anggap sebagai manusia dari timur ini juga masih terdapat orang-orang baik. Bahwa kalian semua mungkin akan takut bahkan ketika hanya mendengar nama Jon Kei, itu biasa. Tapi jangan salah bahwa Bu Menteri Yohana Yambise itu juga dari timur lho. Bahwasanya selain sebagai tokoh dengan peran antagonis, kami juga masih memiliki tokoh dengan peran protagonist.  Ya, bahwa memang pembagiannya sudah sedemikian sehingga tidak usah terlalu kolot kami akan selalu menjadi pengganggu bagi kalian. Kami juga masih bisa jadi pelindung untuk kalian.

Kami tidak sepenuhnya selalu menjadi sekumpulan orang jahat. Masih banyak dari kami yang memiliki jiwa unyu-unyu dan sangat perhatian untuk nasib buruk yang menimpa saudaranya yang lain, atau bahkan (amit-amit) menimpa kalian. Stereotip sebagai orang jahat itu sebaiknya dan memang seharunya sejak hari ini bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan. Masih banyak dari kami yang baik. Tidak semuanya memang tapi aku menjamin, masih banyak.

Baca Juga:

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

Apa pun Kejahatan di Surabaya, Orang Madura Selalu Dijadikan Kambing Hitam

Koloni kami di Pulau Jawa memang dulu dibangun dari  (mohon maaf) kekerasan, sehingga stereotip tentang orang timur keras itu mungkin sudah benar-benar terpatri di dalam jiwa kalian yang punya jiwa unyu-unyu itu.

Akhirnya, kami yang baru (sedikit) merasakan suasana pulau jawa yang ijo royo-royo ini akhirnya harus ikut terseret dosa masa lalu yang mungkin bahkan sudah tidak bisa dianggap relevan di dunia yang semakin maya seperti sekarang ini.

Pada akhirnya, walaupun rambut keriting-kulit hitam-mata menyala sebagai sebuah simbol umum gambaran kami orang timur ini tidak masuk kriteria kalian yang mencari oppa-oppa korea yang unyu-unyu itu, paling tidak mari sedikit beri kami ruang untuk menunjukkan bahwa hati kami masih unyu-unyu. Masih bisa lah bikin kalian juga kepincut, kalau ukuran hati yang unyu-unyu itu masuk kriteria. Kami juga bisa Metal (melow total) dan menggalau ria layaknya apa yang kalian alami.

Terakhir diperbarui pada 23 Januari 2026 oleh

Tags: Orang TimurstereotipSuku
Taufik

Taufik

Ide adalah ledakan!

ArtikelTerkait

Mematahkan Stereotip soal Orang Kidal yang Beredar di Indonesia terminal mojok

Mematahkan Stereotip Orang Kidal yang Beredar di Indonesia

8 Agustus 2021
stereotip anak osis menyebalkan memang benar mojok

Stereotip Buruk Anak OSIS yang Jujur, Emang Ada Benernya

14 April 2020
pemalas

Benarkah Bangsa Indonesia Pemalas?

2 Juli 2019
4 Anggapan Orang tentang Jurusan Matematika yang Nggak Sepenuhnya Benar terminal mojok.co

4 Anggapan Orang tentang Jurusan Matematika yang Nggak Sepenuhnya Benar

7 September 2021
Sisi Lain dari Orang Sunda yang Murah Senyum Mojok.co

Sisi Lain dari Orang Sunda yang Murah Senyum 

14 November 2023
Malangnya Nasib Gen Z, Terlanjur Dicap Nggak Becus di Dunia Kerja Mojok.co

Malangnya Nasib Gen Z, Terlanjur Dicap Nggak Becus di Dunia Kerja

15 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

2 Agustus 2026
Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

3 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026
Alasan modal Rp100 miliar lebih baik "disulap" jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren Mojok.co

Alasan modal Rp100 miliar lebih baik “disulap” jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.