Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Sopir Trans Jatim yang Ngebut Ini Ngapain Sih, Mau Cari Apa? Kan Sistemnya Bukan Kejar Setoran!

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
16 November 2025
A A
Trans Jatim Koridor 7, Seburuk-buruknya Transportasi Publik. Masih Perlu Banyak Belajar dan Berbenah

Trans Jatim Koridor 7, Seburuk-buruknya Transportasi Publik. Masih Perlu Banyak Belajar dan Berbenah (Mujiono Ma'ruf via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai pelanggan setia Trans Jatim, saya merasa cukup berhak untuk sedikit bawel. Sudah beberapa kali saya menulis soal layanan ini. Kadang isinya apresiasi, tapi lebih sering keluhan yang nggregesi. Dan kali ini, perhatian saya tertuju pada satu hal yang makin lama makin membuat pengalaman naik Trans Jatim menjadi lebih tidak nyaman. Yakni, tentang para sopirnya, terutama yang bertugas di K3 alias koridor Gresik–Mojokerto.

Entah kenapa, koridor ini sering banget dapat sopir yang gaya menyetirnya ugal-ugalan. Ketika naik K3, saya selalu mencari tempat strategis. Tempat di mana saya dapat pegangan. Sebagai gambaran, tempat duduk bus jalur ini adalah letter U. Jadi, penumpang depan berhadapan, dan bagian belakang menghadap depan.

Dari posisi tersebut, memang bus ini tidak terlalu pas untuk dibuat kebut-kebutan. Sebab, ada banyak kursi yang tidak ada pegangan. Khususnya kursi belakang yang tengah. Ketika rem mendadak, maka bisa saja njlungop, alias jatuh ke dapan dengan tiba-tiba.

Ada saja penumpang yang terlewat oleh Trans Jatim

Istri saya pernah cerita, di sebuah halte ada ibu-ibu gendong anak, kondisi sedang hujan, ia membawa payung, tapi pengemudinya terlalu ngebut, sehingga nggak sempet berhenti. Padahal, kalau dilihat, bus masih muat-muat saja. Menyebalkan, kan? Halte jelas terlihat, penumpang masih muat, tapi bus meluncur saja tanpa menurunkan kecepatan. “Kok ndadak jadi bus patas?” pikir saya.

“Kecepatan segini nggak bisa berhenti mendadak”, kurang lebih begitu respons sopirnya. Kemudian mereka coba cek bus selanjutnya ternyata masih lama. Dan si sopir hanya merasa bersalah sebentar. Kemudian ugal-ugalan lagi. Begitu seterusnya.

Dengan kejadian ini, pertanyaan saya ke sopirnya sederhana, kalian itu sebenarnya ngejar apa? Kalau bus kota yang ngebut, alasannya jelas: kejar setoran. Salah sih, tapi setidaknya ada motif ekonomi yang bisa dipahami. Lha Trans Jatim kan bukan begitu sistemnya. Mau ngejar apa? Jam istirahat lebih cepat? Biar bisa nongkrong lebih lama di terminal? Atau memang sekadar hobi kebut-kebutan di jalan?

Sumber Kencono versi Program Pemerintah

Selain ada penumpang ketinggalan, sebagai penumpang Trans Jatim, kami juga sering merasakan sensasi “melayang” kecil tiap bus belok atau ngerem mendadak. Pegangan jadi terasa amat sentimental sepanjang perjalanan.

Itu penumpang yang dapat tempat duduk. Beda lagi dengan penumpang yang berdiri. Ia hanya bisa berpegangan dengan lebih erat. Sebab, kalau sedikit saja terlepas, bisa wassalam. Pokoknya benar-benar edyan sih.

Baca Juga:

Trans Jatim Koridor 7, Seburuk-buruknya Transportasi Publik. Masih Perlu Banyak Belajar dan Berbenah

4 Penderitaan Warga Lamongan-Gresik yang Sehari-hari Naik Trans Jatim Koridor K4

Saya paham, bus harus tepat waktu. Nggak ada yang protes soal itu. Tapi tepat waktu itu beda dengan ugal-ugalan. Tepat waktu itu soal disiplin, bukan soal memaksa penumpang jadi lebih waspada akan hukum Newton. Maksud saya, kalau sopirnya begini, lantas apa bedanya dengan Sumber Kencono di jalur lintas provinsi itu?

Harus ada perbaikan

Saya, dan banyak penumpang lain akan sepakat kalau Trans Jatim sudah lumayan bagus dari sisi konsep dan tarif. Tapi pelayanan pengemudi juga bagian dari keseluruhan kenyamanan. Kalau sopirnya terus ngebut tanpa kontrol, apa gunanya semua sistem yang sudah tertata rapi?

Kami penumpang bukan hanya mau sampai tujuan, tapi juga butuh perjalanan yang aman. Pun tidak sedikit penumpangnya adalah warga yang sudah dalam keadaan lelah. Ada pekerja, mahasiswa pulang kampung, anak sekolahan, sampai lansia sepuh.

Karena itu, tolonglah Pak Sopir. Kami cuma minta melaju dengan normal. Tak usah terlalu ngebut. Toh, kalau ada kejadian tak diharapkan, kalian juga yang bakal kena getahnya, bukan? Jadi, mari sama-sama melakukan tugas dengan baik. Kami yang bayar pajak, dan kalian bekerja sesuai SOP yang tertera. Semoga saja kedepannya lebih baik.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Trans Jatim Koridor 7, Seburuk-buruknya Transportasi Publik. Masih Perlu Banyak Belajar dan Berbenah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 November 2025 oleh

Tags: sopir trans jatimtrans jatimtrans jatim koridor gresik-mojokertotrans jatim koridor K3
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

Trans Jatim: Bus Mungil yang Ekonomis dan Nyaman, tapi Nggak Ramah untuk Penumpang Pendek seperti Saya

Bus Trans Jatim: Ekonomis dan Nyaman, tapi Nggak Ramah untuk Penumpang Pendek seperti Saya

5 Agustus 2024
Trans Jatim Koridor 7, Seburuk-buruknya Transportasi Publik. Masih Perlu Banyak Belajar dan Berbenah

Trans Jatim Koridor 7, Seburuk-buruknya Transportasi Publik. Masih Perlu Banyak Belajar dan Berbenah

23 Oktober 2025
Naik Trans Jatim Bakal Merana kalau Bareng Penumpang Nggak Peka seperti Ini Mojok.co

4 Penderitaan Warga Lamongan-Gresik yang Sehari-hari Naik Trans Jatim Koridor K4

14 September 2025
Kelebihan dan Kekurangan Bus Trans Jatim di Bangkalan Madura

Kelebihan dan Kekurangan Bus Trans Jatim di Bangkalan Madura

24 Oktober 2024
Seandainya Ada Trans Jatim Lamongan Tuban, Banyak Warga akan Terbantu Mojok.co

Seandainya Ada Trans Jatim Lamongan–Tuban, Banyak Warga akan Terbantu

24 Februari 2025
Pengalaman Pertama Mencoba Bus Trans Jatim Bangkalan-Surabaya, Bikin Saya Kapok dan Mikir Ulang kalau Mau Naik Lagi

Stop Meromantisasi Bus Trans Jatim, Nyatanya Naik Bus Ini Menguji Adrenalin!

9 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.