Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Solo, Tempat yang Lebih Ideal bagi Kaesang Pangarep untuk Memulai Karier Politiknya, Bukan Depok, Bukan Sleman

Iqbal AR oleh Iqbal AR
10 Juni 2023
A A
4 Oleh-oleh Khas Solo yang Sebaiknya Jangan Dibeli revitalisasi Solo kaesang pangarep

4 Oleh-oleh Khas Solo yang Sebaiknya Jangan Dibeli (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kontestasi politik 2024 tinggal menunggu bulan. Beberapa nama sedang gencar bergerilya mencari simpati. Dan nama Kaesang Pangarep, anak Presiden Jokowi adalah nama yang sedang dibicarakan. Kaesang Pangarep sedang menanti sebuah kepastian. Kepastian mengenai di mana dia akan memulai perjalanan politiknya nanti. Depok, Sleman, dan kampung halamannya Solo, digadang-gadang menjadi pijakan pertama Kaesang dalam dunia politik.

Depok menjadi kota yang cukup sering dikaitkan dengan Kaesang. Kaesang bahkan digadang-gadang menjadi bakal calon wali kota Depok. Bukan apa-apa, sebab baliho dukungan terhadap Kaesang sudah tersebar. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi partai yang paling depan mendukung. Bahkan Kaesang juga mengakui bahwa dirinya lah yang menyuplai foto-foto dirinya kepada PSI untuk digunakan sebagai baliho dukungan.

Wacana mengenai Kaesang yang akan maju ke pemilihan wali kota Depok ternyata juga disambut cukup baik oleh warga Depok. Seperti kita tahu, banyak sekali warga Depok yang sudah capek dengan Wali Kota sekarang, yang kebijakannya suka aneh-aneh. Maka keberadaan Kaesang sebagai bakal calon wali kota Depok seperti menjadi oase di tengah ketidakjelasan visi dan kebijakan Wali Kota sekarang.

Selain Depok, Sleman, Yogyakarta juga bisa saja menjadi pijakan pertama Kaesang dalam karier politiknya. Sleman tentunya juga bukan tempat yang asing bagi Kaesang. Istri Kaesang, Erina Gudono, adalah orang Sleman. Kaesang secara terbuka juga bersedia untuk ikut dalam pertarungan politik Pilkada Sleman. Erina Gudono juga mendukung Kaesang untuk terjun ke Pilkada Sleman.

Solo lebih familiar

Namun, hal ini tidak bisa dimungkiri, Solo tentu menjadi tempat yang setidaknya paling difavoritkan untuk menjadi pijakan pertama Kaesang. Kaesang dan Solo itu seperti Manchester United di Old Trafford atau Liverpool di Anfield. Digdaya, punya kuasa, dan tentunya ideal. Selain Solo adalah kandang atau kampung halamannya, Solo juga saat ini dipimpin oleh Gibran Rakabuming, yang mana adalah kakak dari Kaesang.

Inilah mengapa Solo menjadi kota atau tempat yang paling ideal bagi Kaesang untuk memulai pijakan karier politiknya. Apalagi jika dibandingkan dengan dua kota lain seperti Depok atau bahkan Sleman, Solo jelas lebih ideal dan lebih “safe” bagi Kaesang untuk memulai karier politiknya. Mengapa Solo lebih ideal, mari kita bahas beberapa faktornya.

Solo adalah kampung halaman Kaesang Pangarep

Sesederhana itu memang. Idealnya begini: pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tahu seluk-beluk daerah yang (akan) dipimpinnya. Siapa orang yang paling tahu sebuah daerah, ya sudah jelas orang yang tinggal di daerah tersebut. Inilah nilai lebih yang dimiliki Kaesang. Sebagai orang yang lahir dan tumbuh di Solo, Kaesang tentu sudah paham tentang Solo, dan sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk Solo jika nanti dia jadi Wali Kota.

Selain itu, Kaesang Pangarep tentunya sudah punya massa di Solo. Terlepas dari banyaknya suara negatif yang terarah kepadanya, Kaesang tetap saja mendapat banyak dukungan dari warga Solo. Meski kita tidak bisa menampik bahwa ada pengaruh yang cukup besar dari Jokowi dan Gibran. Tapi setidaknya, dengan apa yang sudah dilakukan Kaesang di Solo sudah cukup untuk menjaring massa.

Baca Juga:

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali

Persis Solo adalah contohnya. Sejak Kaesang masuk ke jajaran direksi Persis pada 2021, Laskar Sambernyawa ini menjadi tim yang cukup solid secara manajemen. Bahkan Kaesang (dan juga tim direksi dan manajemen) berhasil menjadikan Persis sebagai tim yang tak bisa dipandang remeh. Melalui Persis Solo, Kaesang setidaknya sudah berhasil mengambil hati warga Solo, terutama Pasoepati.

Kaesang Pangarep pengganti ideal Gibran

Kabar majunya Kaesang ke pilkada Solo juga bukan tanpa sebab. Wali Kota Solo saat ini yang juga kakak dari Kaesang, Gibran Rakabuming, digadang-gadang akan maju ke Pilgub Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah nyaris maju ke Pilpres, dan Gibran adalah orang yang difavoritkan untuk menjadi pengganti.

Nah, jika Gibran jadi maju ke Pilgub, maka posisi Wali Kota Solo akan kosong. Di sinilah Kaesang berperan sebagai pengganti yang ideal untuk Gibran. Mengapa ideal, ya setidaknya sampai saat ini tidak ada nama calon pengganti Gibran yang muncul selain Kaesang. Kalaupun ada, akan susah untuk mengalahkan pamor Kaesang.

Selain itu, dengan Kaesang menjadi pengganti Gibran, program-program dan kebijakan yang sudah dicanangkan Gibran sepertinya tidak akan mengalami perubahan. Kaesang hanya perlu melanjutkan saja dan melakukan beberapa penyesuaian kecil saja. Coba kalau yang jadi pengganti Gibran bukan Kaesang, bisa jadi program-program yang sudah dicanangkan Gibran selama ini akan banyak berubah.

Depok terlalu berisiko dan Sleman kurang strategis

Meski sudah banyak baliho dukungan kepada Kaesang di Depok, harus diakui bahwa Depok ini terlalu berisiko bagi Kaesang. Di Depok, PKS jelas mendominasi. Sementara itu, PSI—partai yang mendukung Kaesang—tak punya banyak pengaruh di Depok. Jika Kaesang jadi maju di pilkada Depok, bukan tidak mungkin akan banyak resistensi yang menghalangi Kaesang.

Selain itu, saya juga ragu apakah Kaesang siap menghadapi keanehan-keanehan yang kerap muncul di Depok. Saya ragu Kaesang siap menghadapi kejadian seperti babi ngepet yang sempat menggemparkan Depok beberapa waktu lalu. Cara Kaesang menghadapi keanehan inilah yang mungkin nantinya bisa menjadi boomerang baginya. Jelas, Depok terlalu berisiko.

Sementara Sleman harus diakui kurang strategis bagi karier politik Kaesang. Pamor Sleman sebagai pijakan karier politik jelas tak sementereng Depok atau Solo. Jika Kaesang benar-benar ingin terjun total ke politik, Sleman tak seharusnya menjadi pilihan pijakan pertama Kaesang. Tapi jika Kaesang tak memedulikan pijakan karier politik, ya monggo saja maju di Sleman.

Namun terlepas dari itu, harus diakui bahwa Solo adalah tempat yang paling ideal bagi Kaesang untuk terjun ke politik. Kaesang punya segalanya di Solo. Dukungan dan pemahaman akan Solo menjadi bekal yang kuat bagi Kaesang. Maka dari itu, jika Kaesang akan terjun ke politik, Solo adalah tempat yang tepat.

Gimana, Mas Kaesang?

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Revitalisasi, Langkah Pertama Meromantisasi Solo

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Juni 2023 oleh

Tags: depokkaesang pangareppemilu 2024Slemansolo
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

4 Dosa yang Tanpa Sadar Dilakukan Warga Sewon terhadap Kabupaten Bantul Mojok.co

4 Dosa yang Tanpa Sadar Dilakukan Warga Sewon terhadap Kabupaten Bantul

15 Desember 2024
Kontroversi Depok: Membangun Masjid tapi Menggusur Sekolah, Logikanya Gimana Sih?

Kontroversi Depok: Membangun Masjid tapi Menggusur Sekolah, Logikanya Gimana Sih?

15 Desember 2022
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga

27 Januari 2026
UGM Nggak Cocok untuk 3 Jenis Calon Mahasiswa Ini (Unsplash)

3 Tipe Calon Mahasiswa yang Nggak Cocok Kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM)

17 Mei 2024
Panduan Makan Selat Solo di Surakarta agar Sesuai di Lidah

Panduan Makan Selat Solo agar Rasanya Sesuai di Lidah

13 April 2023
Sleman Butuh Learning Space Menyusul Suksesnya WiFi gratis (Unsplash)

Dear Pemkab Sleman, Setelah Sukses dengan Program Wifi Gratis, Yuk Mulai Bikin Learning Space-nya

19 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

23 Februari 2026
Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

26 Februari 2026
Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya Mojok.co

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

23 Februari 2026
Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

20 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.