Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Sinoman: Sekelompok Pemuda yang Jadi Kunci Sukses Resepsi Pernikahan

Iqbal AR oleh Iqbal AR
16 September 2020
A A
Pernikahan Saat Pandemi Mengatasi Malu dan Gengsi terminal mojok.co

Pernikahan Saat Pandemi Mengatasi Malu dan Gengsi terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Jika berbicara tentang resepsi pernikahan di kultur Jawa, rasanya tidak adil kalau tidak membicarakan sinoman. Bagi masyarakat Jawa terutama kaum pria, mereka tentu bukan istilah atau kelompok yang asing. Mereka adalah sekelompok pemuda (biasanya masih melajang atau belum menikah) yang membantu orang yang sedang mempunyai hajat atau resepsi pernikahan. Mereka bisa dibilang bagian dari rewang, yang kalau kata Mbak Theresia Eva Hapsari dalam tulisannya sebagai konsep selanjutnya dari gibah versi 2.0. Namun, lingkup sinoman tentu lebih terbatas: Hanya kaum pria dan biasanya lebih suka minum-minum daripada gibah

Ruang kekuasaan mereka pun bisa dibilang cukup besar dalam sebuah resepsi pernikahan. Mereka mengurusi sajian makanan, sajian jajanan, dan mengurusi sirkulasi piring dan perabot makan lainnya. Mereka juga bertanggung jawab supaya makanan yang tersaji selalu penuh. Itu kalau prasmanan. Kalau sistem “piring terbang”, ya siap-siap fisik dan mental mengantarkan ratusan piring ke tangan tamu-tamu saja. Tidak jarang mereka juga mengurusi meja dan kursi untuk para tamu yang hadir. Mulai dari menata meja dan kursi hingga merapikannya kembali setelah resepsi selesai.

ADVERTISEMENT

Sebagai anggota sinoman, ada rasa bangga yang muncul di dalam diri saya ketika berkali-kali dipercaya untuk menjadi “juru laden” dalam resepsi pernikahan. Orang yang punya hajat akan datang beberapa hari sebelum hari-H, meminta secara langsung untuk menjadi sinoman. Kalau di tempat saya, ada namanya “lurah sinoman”, orang yang mengoordinasi pemuda yang bakal tergabung. Siapa saja yang akan menjadi sinoman dalam sebuah resepsi biasanya akan dipilih oleh si lurah secara bergantian.

Saya cukup beruntung, karena saya cukup sering dipercaya sebagai sinoman. Ini artinya, saya dipercaya mengurusi perut dan kebahagiaan orang banyak yang mana itu bukan tugas mudah. Tidak heran kalau sinoman ini bisa dikatakan sebagai kunci dari kesuksesan sebuah resepsi pernikahan. Itu juga berarti bahwa saya harus menyiapkan fisik dan mental setidaknya untuk tiga hari. H-1 untuk persiapan, hari-H, dan h+1 untuk beres-beresnya.

Banyak sekali keuntungan ketika kita menjadi sinoman. Mulai dari bebas makan apa saja yang ada, diberi jatah rokok 2 atau 3 kali sehari, hingga jatah “jamu” yang cukup banyak setelah acara selesai. Tentu jamu yang dimaksud adalah minuman keras yang sudah menjadi tradisi ketika selesai acara. Jadi, mereka ini akan mendapat jatah beberapa botol minuman keras sebagai “jamu” setelah bekerja seharian. Mereka biasanya juga mendapat pesangon atau amplop dari yang punya hajat, meskipun sistemnya sebenarnya sukarela dan saling bantu saja. Akan tetapi, ya lumayan, lah, 100-200 ribu bisa masuk kantong.

Semua hal tentu ada tidak enaknya, termasuk menjadi sinoman. Tidak jarang kami menemui orang punya hajat yang menyebalkan. Ada yang ribet sendiri sehingga mengganggu kerjanya sinoman, ada juga yang tidak percaya dengan apa yang sinoman kerjakan. Misalnya, masalah penataan meja prasmanan. Sebagai sinoman, saya tentu paham bagaimana enaknya menata meja prasmanan sehingga pergerakan orang-orangnya lebih nyaman. Si empunya hajat kadang tidak suka dengan tatanan tersebut dan akhirnya merombak lagi tatanan tersebut. Walhasil, ketika acara sedang ramai, pergerakan orang-orang tidak teratur dan sinoman lah yang disalahkan.

Sinoman ini adalah wujud nyata bagaimana pengabdian kepada masyarakat, apalagi bagi saya yang hidup di lingkungan desa yang masih “guyub”. Bukan sekadar pengabdian kosong, tetapi lebih seperti simbiosis mutualisme, saling menguntungkan. Saya bantu mereka sekarang dan mereka bisa bantu saya nanti. Bahkan sampai ada sindiran kepada pemuda yang tidak mau bergabung dengan sinoman. Sindirannya adalah kalau dia nanti menikah, maka jangan minta bantuan pada sinoman. Ya, itu hanya sindiran saja. Toh, kalau dia sampai menikah, kami harus bantu juga.

Maka tidak heran keberadaannya ini bukan hanya penting ketika resepsi pernikahan. Keberadaannya ini juga penting dalam kultur kehidupan masyarakat Jawa yang masih mempertahankan guyub rukunnya. Sebagai pemuda, tidak perlu malu untuk menjadi sinoman. Jadi sinoman harusnya bangga, bangga bisa berguna untuk masyarakat. Saya percaya satu hal, mereka tidak akan punah, meskipun moderenisasi dan jasa katering untuk resepsi pernikahan semakin banyak.

Baca Juga:

Menggugat Kesenjangan dan Ketidakadilan Perlakuan kepada Sinoman Putra dan Sinoman Putri

Tidak Ada yang Sempurna dari Hajatan Nikah di Jawa Tengah, Banyak kok Kekurangannya

BACA JUGA Rawon, Makanan Primadona Ketika Resepsi Pernikahan dan tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 September 2020 oleh

Tags: resepsi pernikahansinoman
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

10 Istilah Job Desc Rewang Saat Hajatan di Gunungkidul Terminal Mojok.co

10 Istilah Job Desc Rewang Saat Hajatan di Gunungkidul

23 Maret 2022
5 Culture Shock Orang Jogja Datang Kondangan di Tegal. Ada Welcome Drink seperti di Hotel-hotel Mojok.co

Culture Shock Orang Jogja Datang Kondangan di Tegal. Ada Welcome Drink seperti di Hotel-hotel

16 Desember 2023
Menghitung Utang Maksimal untuk Biaya Nikah biar Nggak Langsung Kere Selesai Hajatan

Menghitung Utang Maksimal untuk Biaya Nikah biar Nggak Langsung Kere Selesai Hajatan

13 Juni 2024
Kawula Sinoman: Menggugat Sistem Rewang Tanpa Organ Tunggal Terminal Mojok.co

Kawula Sinoman: Menggugat Sistem Rewang Tanpa Organ Tunggal

22 Maret 2022
Repotnya Jadi Dekorator Pernikahan yang Belum Pernah 'Didekor' terminal mojok.co

Panduan Menyelenggarakan Resepsi Pernikahan di Era New Normal

8 Juni 2020
Tidak Ada yang Sempurna dari Hajatan Nikah di Jawa Tengah, Banyak kok Kekurangannya!

Tidak Ada yang Sempurna dari Hajatan Nikah di Jawa Tengah, Banyak kok Kekurangannya

23 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan jakarta

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

26 Juni 2026
Pengalaman Naik Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot Mojok.co

Bergantung pada Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot

26 Juni 2026
Wahai Haters Masakan Jawa, Manis Itu Bukan Dosa, Lidah Kalian Saja yang Rewel

Wahai Haters Masakan Jawa, Manis Itu Bukan Dosa, Lidah Kalian Saja yang Rewel

1 Juli 2026
8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak  Mojok.co

8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak 

28 Juni 2026
Alasan Saya Senang Nonton Film di Bioskop Sendirian, Lebih Fokus dan Bebas Pilih Film Sesuai Selera Mojok.co

Alasan Saya Senang Nonton Film di Bioskop Sendirian, Lebih Fokus dan Bebas Pilih Film Sesuai Selera

28 Juni 2026
Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

29 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.