Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Simpang Empat Branggahan Kediri: Jalan Kabupaten yang Langganan Macet

Mohammad Sirojul Akbar oleh Mohammad Sirojul Akbar
21 Oktober 2023
A A
Simpang Empat Branggahan Kediri: Jalan Kabupaten yang Langganan Macet

Simpang Empat Branggahan Kediri: Jalan Kabupaten yang Langganan Macet (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau bisa, mending hindari simpang empat Branggahan Kediri kalau nggak mau terjebak macet.

Ketika membicarakan intensitas lalu lintas di Kediri, sebenarnya wilayah kota jauh lebih padat daripada wilayah kabupaten. Pasalnya wilayah kota sangatlah kecil dibandingkan kabupaten. Selain itu, wilayah kota menjadi berbagai pusat aktivitas publik, mulai dari pendidikan, ekonomi, industri, dll.

Jika kita melewati Jalan Diponegoro Kota Kediri pada pagi hari, siap-siap saja akan menghadapi padatnya kendaraan dan bahkan merasakan macet. Karena jalan tersebut menghubungkan masyarakat ke pusat-pusat aktivitas publik, seperti pendidikan dan ekonomi. Belum lagi di situ terdapat SMPN 1 Kediri dan kantor Bea Cukai Kediri.

Akan tetapi bagaimana jika yang macet adalah wilayah kabupaten yang notabene memiliki wilayah yang luas dengan pusat-pusat aktivitas publik yang tersebar? Meskipun Kabupaten Kediri merupakan kabupaten terluas nomor 14 se-Jawa Timur, masih sempet-sempetnya terjadi kemacetan di sini. Setidaknya itu yang terjadi di simpang empat Branggahan Kediri.

Simpang empat Branggahan Kediri identik dengan kuliner khasnya, soto branggahan, yang kedainya berjejer dari utara sampai selatan persimpangan. Branggahan sendiri adalah nama desa di Kecamatan Ngadiluwih, daerah yang menghubungkan antara Kediri dan Tulungagung. Meskipun bukan satu-satunya jalan yang menghubungkan Kediri-Tulungagung, jalan ini adalah jalur yang dilintasi oleh bus-bus besar seperti Harapan Jaya, Bagong, dan Pelita Indah.

Ruas jalan terlalu kecil untuk lalu lintas antarkota

Tidak seperti jalan antarkota di kota-kota lain, jalan di simpang empat Branggahan Kediri cenderung sempit. Hanya ada dua lajur berlawanan untuk dua kendaraan secara bersamaan. Jadi bisa dibayangkan bagaimana macetnya simpang empat Branggahan ketika lampu merah.

Belum lagi jika ada kendaraan besar seperti bus dan truk. Dua jenis kendaraan besar ini bisa menyita ruang lajur yang ada. Sehingga kendaraan-kendaraan yang relatif lebih kecil hanya bisa mengantre di belakangnya.

Mengingat jalur ini cukup penting untuk menghubungkan Kediri-Tulungagung, intensitas kendaraan memang cukup banyak. Belum lagi ditambahi lalu lintas dari masyarakat Kediri sendiri. Peh!

Baca Juga:

Patung Macan Putih, Ikon Wisata Baru Kediri yang Menarik Wisatawan

Alasan Golden Theater Kediri Masih Bertahan dan Tetap Ada di Hati Masyarakat Kediri

Rumah sakit, soto, sampai pabrik gula ada di dekat persimpangan ini

Di selatan persimpangan Branggahan, terdapat Rumah Sakit Arga Husada. Tentu saja banyak kendaraan yang masuk-keluar RS. Itu yang menjadikan intensitas arus lalu lintas semakin padat di simpang empat Branggahan Kediri.

Belum lagi orang-orang yang ingin mengisi perutnya dengan kuliner soto khas Branggahan. Bagi pengendara mobil, mereka harus memarkirkan kendaraannya di samping jalan raya. Mobil-mobil yang parkir itu cukup membuat kesan betapa padatnya simpang empat Branggahan.

Bukan hanya itu, sekitar 2 kilometer arah selatan dari simpang empat Branggahan Kediri, terdapat pabrik gula Ngadirejo. Pabrik tersebut masih beroperasi sampai hari ini. Jadi tak perlu heran melihat banyak truk pengangkut tebu yang keluar-masuk pabrik dan melintasi simpang empat.

Coba bayangkan kalau truk pengangkut tebu itu jalan bareng 3 sampai 5 truk, ditambah bus dan pengendara roda empat lainnya. Mungkin kita bisa nunggu lampu merah sambil makan soto.

Simpang empat Branggahan Kediri strategis

Selain menghubungkan Kediri-Tulungagung, simpang empat ini juga menghubungkan wilayah strategis lainnya. Jika ke arah timur, maka akan menghubungkan wilayah kecamatan Kandat.

Kecamatan kandat ini merupakan daerah yang menghubungkan antara Kediri dan Blitar. Sehingga sangat memungkinkan bagi kendaraan dari Blitar ingin ke arah Nganjuk akan memotong jalan di persimpangan ini.

Kemudian jika ke arah barat, maka akan menuju jembatan Wijaya Kusuma yang menyeberangi sungai Brantas. Jembatan ini menjadi salah satu alternatif penyeberangan di wilayah Kediri.

Di seberang jembatan adalah Kecamatan Mojo, kecamatan yang menjadi jalan alternatif, baik menuju Tulungagung ke arah selatan maupun Nganjuk ke arah utara. Bisa dibayangkan bagaimana betapa pentingnya simpang empat Branggahan Kediri ini.

Lampu lalu lintas di simpang empat Branggahan Kediri tak mampu mengurai kemacetan

Sebenarnya kehadiran lampu lalu lintas merupakan upaya mengurangi kemacetan. Saya tidak bisa membayangkan kemacetan simpang empat Branggahan Kediri tanpa lampu lalu lintas. Meskipun demikian, adanya lampu lalu lintas hanya mengurangi sedikit dari kemacetan yang terjadi.

Beberapa orang akan menyalahkan lampu lalu lintas yang lampu merahnya tidak proporsional dengan intensitas kendaraan. Akibatnya kendaraan akan menumpuk pada saat lampu merah. Bahkan di antara mereka ada yang terpaksa menikmati lampu merah sampai dua kali saking menumpuknya kendaraan.

Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah menghindari simpang empat Branggahan Kediri di jam-jam sibuk. Pagi hari mungkin masih belum terlalu macet. Mulai jam 10 ke atas baru akan terasa macetnya, sampai sore bahkan sampai malam. Jika tidak pagi-pagi sekali, kalau mau lewat sini ya harus malam jam 8 ke atas.

Selain itu, pengendara, khususnya pengendara motor, harus pintar-pintar mencari jalan tikus. Beberapa gang di sepanjang jalan Branggahan bisa memotong untuk tidak lewat simpang empat. Bukannya apa-apa, kadang sangat mengesalkan juga jika kita harus mengantre kendaraan di siang hari.

Penulis: Mohammad Sirojul Akbar
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jalan Dhoho Kediri, Pusat Kebudayaan dan Jalan Bersejarah yang Berpotensi Menyalip Malioboro sebagai Jujugan Wisata.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Oktober 2023 oleh

Tags: kabupaten kedirikedirisimpang empat Branggahan
Mohammad Sirojul Akbar

Mohammad Sirojul Akbar

Kadang menulis, kadang menangis

ArtikelTerkait

Bertahun-tahun Merantau di Kediri Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Cocok Hidup di Daerah Ini Mojok.co surabaya

Bagi Mahasiswa Asal Surabaya yang Merantau ke Kediri, Catat 3 Hal Ini agar Kalian Tidak Menderita Selama (Setidaknya) 4 Tahun di Kota Ini

16 September 2024
Jangan Diromantisasi Dulu, Jalan Dhoho Kediri Masih Belum Bisa Menyaingi Malioboro

Jangan Diromantisasi Dulu, Jalan Dhoho Kediri Masih Belum Bisa Menyaingi Malioboro

31 Agustus 2023
Pantas Saja Warga Kediri Banyak yang Jomblo, Pantangan Pernikahannya Banyak dan Bikin Ribet!

Pantas Saja Warga Kediri Banyak yang Jomblo, Pantangan Pernikahannya Banyak dan Bikin Ribet!

22 Februari 2024
Slow Living di Kediri Bukan Gaya Hidup, tapi karena Miskin (Pexels)

Slow Living di Kediri Itu Bukan Gaya Hidup, tapi Memang Keadaan yang Memaksa

16 Januari 2025
20 Kosakata Daerah Plat AG yang Wajib Dipahami Perantau biar Nggak Plonga-plongo Saat Diajak Ngobrol Warlok

20 Kosakata Daerah Plat AG yang Wajib Dipahami Perantau biar Nggak Plonga-plongo Saat Diajak Ngobrol Warlok

16 November 2023
Kediri, Kota Paling Romantis tapi Tragis di Jawa Timur (Unsplash)

Kediri, Kota di Jawa Timur yang Menyimpan Kisah Cinta Paling Tragis dan Abadi dalam Sejarah

24 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro Mojok.co

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

28 Maret 2026
Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara- Beli Mahal, dapatnya Bangkai (Wikimedia Commons)

Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara: Membayar Tiket Eksekutif demi Uji Nyali Makan Nasi yang Sudah Almarhum

29 Maret 2026
Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh Mojok.co

Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh

28 Maret 2026
ASN Deadwood Memang Sebaiknya Dipecat Saja!

Kalau Ada yang Bilang Semua ASN Kerjanya Nganggur, Sini, Orangnya Suruh Berantem Lawan Saya

30 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.