Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Siapa Harun Yahya dan Bagaimana Popularitasnya di Kalangan Anak Rohis?

Adi Sutakwa oleh Adi Sutakwa
15 Januari 2021
A A
Siapa Harun Yahya dan Popularitasnya di Kalangan Anak Rohis 2000-an terminal mojok.co

Siapa Harun Yahya dan Popularitasnya di Kalangan Anak Rohis 2000-an terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Informasi tentang siapa Harun Yahya dan betapa ngawurnya dia sebenarnya telah terungkap sejak 2018 yang. Meskipun demikian, vonis pengadilan dengan masa hukuman lebih dari 1000 tahun tetap bisa jadi gunjingan hangat yang renyah untuk diperbincangkan. Apalagi kalau saya mengingat tentang masa-masa saat masih tergabung rohis SMA dulu. Berpikir bahwa diri sendiri berwawasan paling luas, eh malah lebih banyak melahap misinformasi, disinformasi, dan malinformasi dari Si HY.

Periode menelan informasi mentah-mentah pada saat itu bisa saya sebut sebagai tahun-tahun jahiliyah. Akui saja, video-video Harun Yahya pernah populer di masanya, pada kurun waktu 2000-an hingga akhir 2011. Sialnya, banyak konten Harun Yahya yang membawa-bawa Al Quran dengan bahasan cocoklogi yang mudah untuk dipahami seorang anak SMA pada awal abad ke-21. Saya curiga, para penganut teori konspirasi global soal bumi datar dan virus corona jangan-jangan para pengikut setia om-om mesum yang bernama asli Adnan Oktar ini?

Persebaran video-video Harun Yahya pada masa itu bukan hanya saya alami sendiri lho, beberapa rekan kerja yang sama sekali berbeda asal kota juga mengiyakan bahwa video terjemahan konten Harun Yahya diputar oleh guru agama mereka. Jadi, rohis dan ustaz muda dari luar luar sekolah yang membawa misi organisasi masing-masing tidak bisa pula disalahkan sepenuhnya. Ya meskipun tetap saja salah dan turut andil dalam penyebaran sih.

Terlepas dari terungkapnya siapa Harun Yahya sekarang, saran saya sih ya sudahlah, maafkan saja guru dan kakak-kakak rohis di masa gelap itu, toh niat mereka baik. Wong Tuhan saja memaafkan orang yang nggak tahu kok. Soal teori jaring laba-laba yang katanya bisa mengangkat ratusan mobil. Anggap saja Harun Yahya terinspirasi dari komik Spiderman terbitan Marvel, anggap itu imajinasi liar orang sakit jiwa.

Lagi pula, pada waktu itu pemerataan akses internet juga belum seluas sekarang dan smartphone belum jadi starter pack harian anak sekolahan. Sedangkan tayangan televisi juga nggak ada yang berani melawan teori Darwin, seperti yang dilakukan Om HY. Dosa-dosa hoaks pada tahun-tahun itu belum ada tindak pidananya, wong kata hoaks saja belum dipopulerkan. Perkembangan CD dan DVD bajakan juga memang sedang jaya-jayanya waktu itu, jadi ya wajar saja kalau lip service HY beredar tanpa hambatan.

Paling tidak, selain meningkatkan jumlah anggota rohis SMA, video-video Harun Yahya pada masa itu bisa bikin pecah tangisan dan tobat massal ratusan anak-anak SMA selama acara istighosah menjelang Ujian Nasional (UN) diselenggarakan. Meskipun pada akhirnya saat hari-H ya sama saja, nyontek juga selama pelaksanaan UN dilangsungkan, generasi Dilan dan Milea kok dilawan.

Belakangan, saya kok menduga kalau ada juga kemungkinan kecil bahwa para penyebar ajaran blio itu sebenarnya tahu siapa Harun Yahya yang sesungguhnya. Bahkan bisa lebih parah lagi, mereka yang mengagumi Harun Yahya barangkali punya fantasi dan cita-cita yang nggak jauh beda dengan oknum dakwah dari Turki ini, punya harem berisi cewek-cewek Eropa idaman.

Saya pernah kenal lho satu kawan seumuran yang punya hobi mengumpulkan video-video blio. Entah apa kabarnya sekarang, tetapi terakhir kali saya temui sih ambil jurusan pendidikan, meskipun bisa saya pastikan bukan prodi Pendidikan Agama Islam. Saya yakin orangnya sudah hijrah kok, saya kira pastinya semua video Harun Yahya koleksinya sudah dihapus, paling tidak sampai dua tahun lalu.

Baca Juga:

5 Teori Konspirasi yang Ada dalam Serial Upin Ipin

Kenapa Masih Ada yang Percaya Teori Konspirasi meski Zaman Sudah Begitu Maju?

Dengan adanya berita terbaru tentang vonis Harun Yahya, saya sebagai mantan anak rohis yang pernah menonton video blio merasa punya kewajiban ganda untuk menyebarluaskan kabar baik itu. Tentu saja tujuannya jelas, pertama, agar tidak ada lagi anak-anak rohis yang terjerumus dalam jebakan batman, kalau tidak mau disebut setan, mengidolakan si HY.

Kedua, agar video-video Harun Yahya yang sama tidak beredar di grup WA baru berisi ibu bapak guru seumuran yang kira-kira sudah menginjak kepala lima. Tahu sendiri kan betapa liarnya edaran video singkat inspiratif yang seringkali jadi tausiyah harian di grup WA?

Saya kira, itulah cara penebusan dosa terbaik bagi para anak rohis yang dulu pernah menonton dan menyebarkan video-video teori ngawur setelah mereka tahu siapa Harun Yahya sebenarnya. Tapi, bukan berarti saya ikut menyebarkan lho ya, saya juga korban, cuma sekali dua kali ikut nonton, jangan malahan dikambinghitamkan.

BACA JUGA Harun Yahya Adalah Pahlawan bagi Banyak Guru di Indonesia dan tulisan Adi Sutakwa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2021 oleh

Tags: harun yahyateori konspirasi
Adi Sutakwa

Adi Sutakwa

Kelas pekerja dari Pemalang yang menghabiskan separuh hidupnya sebagai perantau di Solo, Jogja, Jakarta, dan Serang. Kritis pada isu pangan, industri, pendidikan, politik, sepakbola, seni, hingga animanga.

ArtikelTerkait

Membongkar Pesan di Balik Wejangan Misterius Mermaid Man terminal mojok.co

Membongkar Pesan di Balik Wejangan Misterius Mermaid Man

31 Januari 2021
Dajjal pun Minder di Hadapan Fitnah Ambulans Kosong dan Campaign Anti Info Covid-19 terminal mojok.co sopir jenazah mobil jenazah

Dajjal pun Minder di Hadapan Fitnah Ambulans Kosong dan Campaign Anti Info Covid-19

17 Juli 2021
konspirasi microchip who vaksin virus corona mojok.co

Kok Bisa ya Orang Percaya Konspirasi Microchip WHO, tapi Masih Pakai Smartphone?

9 Agustus 2020
Siapa Otak di Balik Konspirasi Klitih di Jogja Terminal Mojok

Siapa Otak di Balik Konspirasi Klitih di Jogja?

2 Januari 2022
Dari Mbak Nora Kita Belajar, Kebebasan Ekspresi Bukan Tanggung Jawab Pasangan 5 Hal Yang Bisa Diteladani Kaum Muda dari Sosok Jerinx ilmu pengetahuan dan teori konspirasi

5 Hal yang Bisa Diteladani Kaum Muda dari Sosok Jerinx

3 Mei 2020
podcast deddy corbuzier teori konspirasi perjalanan karier mojok.co

Deddy Corbuzier Sebenarnya Banyak Tahu soal Konspirasi, Podcast Cuma Caranya Menyamar

11 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

27 April 2026
Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

28 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan Mojok.co

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan

1 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.