Kasihan Bill Gates, Meskipun Kaya dan Baik Hati tapi Selalu Dicurigai Terlibat Konspirasi – Terminal Mojok

Kasihan Bill Gates, Meskipun Kaya dan Baik Hati tapi Selalu Dicurigai Terlibat Konspirasi

Artikel

M. Farid Hermawan

Saya jadi kasihan sama Bill Gates. Padahal dia niatnya sudah baik ngasih tahu jauh-jauh hari soal kemungkinan muncul sebuah wabah yang bakal membahayakan manusia. Bukannya bersyukur udah diperingatkan sejak lama, dia malah dituduh jadi bagian elit global yang sebenarnya menciptakan virus yang ia prediksi jauh-jauh hari itu….

BTW kalian pada tahu Bill Gates kan? Orang yang namanya sejak kemarin terus menerus disebut sama Bill Jerinx eh Bli Jerinx. Dia itu Founder Microsoft yang juga orang terkaya nomor dua di dunia (dulu pernah nomor satu).

Kalau Bill Gates itu kita (hah, kita??) dia harusnya diem aja menikmati hidup dengan traveling sana sini sambil ngehambur-hamburin uang yang dia punya. Pokoknya dienak-enakin lah hidupnya. Sayangnya dia bukan kita. Alih-alih berfoya-foya ngabisin duit, dia malah ikut banyak kegiatan filantropi, dan bahkan nyumbang-nyumbangin uangnya buat bikin banyak yayasan.

Well, Bill Gates mungkin punya tanggung jawab moral yang tinggi atas statusnya sebagai orang terkaya nomor dua di dunia. Jadi ya dia juga bakal malu kali kalo misal kaya tapi medhittt. Nanti apa kata tetangga kalo ketahuan dia cuma nyumbang dikit aja dari jumlah kekayaan yang dia punya??? Jadinya ya (mungkin) mau nggak mau, suka atau nggak suka, ikhlas atau kepaksa, Bill Gates harus jadi orang yang punya jiwa sosial tinggi. Tapi kalau dari yang saya baca, dia tulus sih baiknya hehe.

Masalahnya, kebaikan hatinya inilah yang sekarang jadi masalah. Dia dituduh jadi (((dalang))) dan tokoh utama teori konspirasi yang beredar seputar pandemi ini.

Niat baiknya yang ingin membantu proses pemberantasan virus keparat bernama corona dengan ngasih uang miliaran secara cuma-cuma malah dianggap mau cari untung pribadi. Jujur pasti itu bikin hati nyesek. Bukannya terima kasih sudah dibantu, ini malah dituduh yang macam-macam.

Baca Juga:  3 Cara Menjadi Penggiat Teori Konspirasi

Ternyata selain bergelimang harta, dia juga bergelimang konspirasi. Bayangin deh kalau kamu yang jadi dia, kamu dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab bikin sakit 3,6 juta orang cuma gara-gara kamu pernah ngomong kalau di masa depan bakal ada wabah berbahaya, dan kita semua nggak siap sama wabah itu karena tidak pernah melakukan pencegahan apa-apa sebelumnya.

Kalau kita sih boro-boro kuat dituduh bikin sakit 3,6 juta orang se dunia, orang dituduh ngambil tipe-x di kelas aja kepikirannya mungkin sampai berhari-hari. Bayangkan jadi Bill Gates yang dituduh mau mengendalikan seluruh umat manusia. Bayangkan, tolong bayangkan betapa kasihannya jadi Bill Gates.

Dan yang paling bikin kasihan menurut saya sih yang nuduh dia jadi orang jahat adalah Jerinx!!!1!! Maksud saya, ya nggak apa-apa kalau yang nuduh dia ahli, ilmuan, dokter atau siapa gitu yang ngerti soal pandemi. Lha ini yang nuduh (dan nyebarin) teori konspirasi soal dia sebagai elit global adalah vokalis band, orang yang pengetahuannya soal virus sebenarnya sama aja kayak kita-kita yang awam.

Mana kalau mau klarifikasi Bill Gates ditantangnya ngomongin elit global lagi. Ya ampun Mak, iya sih dia lulusan Harvard, tapi kok ya mana kuat kalo harus ngelawan kecerdasan Jerinx dengan logika otak-atik gathuknya.

Saya jadi sadar kalau jadi Bill Gates itu nggak enak. Meskipun kaya dan disukai banyak orang karena selalu berbuat baik, ada aja yang mengira kalau kebaikan dia ada maunya. Dikit-dikit dicurigai. Dikit-dikit dituduh konspirasi. Padahal ya orang yang nuduh dia konspirasi paling pake juga Microsoft yang diciptakannya (saya malah curiga versi bajakannya).

BACA JUGA Dunia Perlu Pakar Konspirasi, karena Itu Saya Dukung Bli Jerinx Suntik Corona dan tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Baca Juga:  Mencari Penyebab Orang Baru Rajin Beres-beres kalau Lagi Sendirian

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
9


Komentar

Comments are closed.