Si Doel Anak Sekolahan Episode 1, Musim 1: Pengenalan Para Tokoh, dari Sudut Pandang Mandra

Artikel

Avatar

Mandra adalah seorang komedian asli Betawi. Namanya menjadi populer saat diajak oleh Rano Karno untuk memerankan tokoh Mandra, adik dari Mak Nyak di serial Si Doel Anak Sekolahan. Di Si Doel Anak Sekolahan episode 1 musim ke-1 ini, kita akan dikenalkan dengan posisi Mandra sebagai kernet opelet milik kakak iparnya, Babe Sabeni. Mandra menemani Sabeni atau si Doel, keponakannya, menarik opelet setiap harinya. Walau penuh dengan gerundelan khas Betawi yang nyablak, Mandra terlihat fine saja menjadi kernet.

Sebagai informasi, Si Doel Anak Sekolahan musim ke-1 tayang di RCTI sekitar tahun 1994. Sebenarnya di musim pertama ini Si Doel Anak Sekolahan hanya punya enam episode. Enam yang menjadi gebrakan awal dari ratusan episode setelahnya. Enam yang akhirnya menjadi sejarah panjang 27 tahun masyarakat kita menanti akhir cerita Si Doel Anak Sekolahan.

Si Doel Anak Sekolahan diadaptasi Rano Karno dari novel karya Aman Dato Majoindo yang berjudul “Si Doel Anak Betawi”. Rano Karno sendiri memerankan Si Doel saat buku ini difilmkan pada 1972. Dan seperti di film pertamanya, Benyamin S. yang berperan sebagai Sabeni, babenya Si Doel, kembali diajak oleh Rano Karno untuk berperan lagi sebagai Babe.

Di sini juga kita akan berkenalan dengan beberapa tokoh inti yang nantinya sampai seri ini tamat pun mereka masih tetap eksis. Tapi kali ini saya mau mencoba memperkenalkan para tokoh ini dari kacamata seorang Mandra.

Si Doel Anak Sekolahan episode 1, musim 1: Pengenalan para tokoh, dari sudut pandang Mandra

#1 Kasdoellah alias Doel

Bagi Mandra, si Doel adalah keponakan yang bisa dia manfaatkan sebagai tempat meminjam baju atau sepatu untuk berkencan dengan Munaroh. Mandra mungkin merasa dia tidak seberuntung Doel yang bisa tamat sekolah bahkan melanjutkan ke perguruan tinggi dan tinggal menunggu waktu saja sampai bisa dapat titel insinyur. Tapi Mandra terlihat sayang dengan Doel, mungkin karena Doel adalah satu-satunya orang di rumah itu yang jarang mengomel dan marah-marah ke Mandra. Mandra juga akan lebih senang bila Doel yang menyupir opeletnya daripada Sabeni. Sebab, risiko untuk dimarahi akan berkurang. Ya, Doel memang menjadi supir opelet di sela waktu kuliahnya.

Baca Juga:  Sisi Nggak Enak selama Menjadi Mahasiswa Ilmu Falak

#2 Babe Sabeni

Sabeni sangat keras pada Mandra. Bisa jadi karena merasa Mandra hanyalah adik iparnya yang bisa dia suruh-suruh. Salah sedikit saja, Sabeni tidak akan segan mencak-mencak. Apalagi bila sudah menyangkut urusan opelet (yang memang rewel), Mandra selalu mengeluhkan kondisi opelet yang sudah tua sedangkan Sabeni merasa Mandra saja yang malas merawat opelet itu sehingga jadinya sering mogok.

#3 Mpok Lela alias Mak Nyak

Mpok Lela adalah kakak kandung Mandra. Mandra ikut hidup di rumah Mpok Lela dan suaminya, selain untuk bisa dapat kerja, juga untuk menjaga kakaknya. Sesering apa pun Mpok Lela ngomel ke Mandra, kopi dan makanan di meja selalu tersedia untuknya. Mandra tahu kakaknya ini sangat sayang ke dia, cuma memang Mandranya saja yang kadang juga terlalu sering ngegas.

Mpok Lela punya warung kecil di halaman rumahnya. Bila sedang repot mengurus rumah atau masak, Mandra ditugaskan pula untuk menjaga warung ini.

#4 Atun

Atun yang adiknya Doel ini hanya tamat sekolah dasar, sama saja dengan Mandra. Berbeda dengan abangnya yang kalem, Atun adalah anak perempuan yang tomboi dan judesnya minta ampun. Karena doyan main layangan, Atun jadi jarang membantu Mak Nyak di rumah. Ini yang sering membuat kesal Mandra, karena tugas-tugas Atun akan menjadi jatah Mandra.

#5 Hans.

Teman si Doel yang menurut keluarga Doel berhidung besar ini baik sekali pada Mandra. Hans bisa jadi teman tidak hanya untuk Doel, tapi juga Mandra. Walau terlihat seperti anak orang kaya, tapi Hans tidak sombong. Buktinya dia mau-mau saja berteman dengan Doel yang harus menyupir opelet di sela-sela jam kuliahnya.

#6 Sarah van Huis

Sarah masuk ke kehidupan keluarga Doel gara-gara suatu hari mobil cewek blasteran Belanda ini tidak sengaja menabrak opelet yang sedang dibawa Doel dan Mandra. Mandra senang karena Sarah mau menanggung semua biaya perbaikan opelet mereka. Mandra juga senang saat diajak oleh Doel datang ke rumah Sarah untuk memberikan tagihan perbaikan opelet. Rumah Sarah yang mewah tampak aneh di mata Mandra yang tak biasa melihat rumah seperti itu. Di pertengahan seri, Mandra akhirnya tahu bahwa Sarah adalah sepupu Hans. Mandra senang karena Sarah jadi sering main ke rumah kakaknya. Dia merasa Sarah adalah orang yang baik.

Baca Juga:  Si Doel Anak Sekolahan Episode 20, Musim 2: Satu Hari yang Cerah untuk Atun

Musim pertama Si Doel Anak Sekolahan yang memang hanya enam episode ini belum menampilkan banyak konflik dalam kehidupan Doel. Hanya soal kehidupan kuliah dan opeletnya, juga tentang proses skripsi Sarah.

Istilahnya sih penonton belum dibikin gemas oleh tingkah tidak tegasnya Doel. Atun yang tomboy dan keapesan kisah cinta Mandra dan Munaroh juga belum diekspose di sini. Tokoh yang kita lihat di setiap episodenya juga hanya itu-itu saja, belum banyak.

Mandra, dari seri pertama sudah mencuri hati kita dengan celetukan-celetukannya yang lucu tapi juga bikin kesal. Di musim pertama ini, yang cukup bisa kita ingat adalah adegan saat Doel dan Mandra datang ke rumah Sarah untuk pertama kalinya. Kita bisa melihat kesenjangan sosial yang amat jelas di adegan ini.

“Bangkunya gede banget kayak dipan,” kata Mandra saat hampir nggeblak saat duduk di kursi teras rumah Sarah. Kekocakan lain hadir ketika Mandra menyadari desain rumah Sarah yang unik. “Rumah berantakan banget ini kayunya, belon jadi apa?” dan puncaknya adalah, “Lah, orang kaya pajangannya sapu lidi.”

Mandra kagum akan ukuran rumah Sarah yang menurutnya tidak lazim, Mandra heran saat seseorang membawakan dua gelas sirup dingin untuk mereka padahal mereka belum memesannya, Mandra juga mengira bahwa yang membawakan minuman adalah tantenya Sarah, padahal itu adalah pembantunya.

Tidak salah bila sampai akhir episodenya nanti, kesenjangan-kesenjangan sosial inilah yang dijadikan sebagai senjata ampuh oleh Rano Karno untuk membidik perhatian para penontonnya. Ujung tombaknya? Tentu saja Mandra.

Apakah Mandra masih bisa berhasil melakukan tugasnya di Si Doel Anak Sekolahan episode 2 dan selanjutnya? Kita tunggu sinopsis berikutnya ya!

BACA semua sinopsis sinetron Si Doel Anak Sekolahan musim 1 di sini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
6


Komentar

Comments are closed.